3-12 BULAN
27 November 2019

4 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Anak Diare

Penting untuk menjaga kondisi buah hati agar terhidrasi dengan baik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Masalah pencernaan yang paling sering dialami oleh anak adalah diare. Salah satu penyebabnya adalah rasa penasarannya yang sering memasukkan benda asing ke dalam mulut. Bakteri yang menempel di benda tersebut akan ikut masuk dan menyebabkan anak diare.

Jika anak diare yang berkepanjangan, tubuhnya akan kehilangan lebih banyak cairan daripada yang bisa diterima.

Hasilnya adalah dehidrasi, yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cairan yang cukup untuk berfungsi dengan baik.

Sebelumnya, Moms perlu memperhatikan tanda-tanda dehidrasi seperti selalu minta minum, kurang buang air kecil, urine berwarna gelap, kulit kering, terlihat kelelahan, pusing dan sedikit berkeringat. Jika hal itu terjadi, Moms harus segera mencegah dehidrasi saat anak diare.

Baca Juga: Moms, Kenali Tanda Diare Bayi dari Pup Si Kecil

Mencegah Dehidrasi Saat Anak Diare

1. Perbanyak Cairan

mencegah dehidrasi saat anak diare  (4).jpg

Saat anak diare, dia kehilangan banyak cairan dengan cepat. Jadi, penting untuk terus mendapatkan cairan agar mencegah dehidrasi pada Si Kecil.

“Cobalah untuk meminum air dalam jumlah kecil sesering mungkin,” saran Joshua Evans, MD, seorang dokter di Children's Hospital of Michigan di Detroit dan seorang pakar dehidrasi.

Selain itu, menghisap es atau es loli beku dapat membantu meningkatkan asupan cairan. Air akan menghidrasi tubuh yang kekurangan cairan saat anak diare.

"Tapi air saja tidak menggantikan garam esensial yang dibutuhkan tubuh untuk keseimbangan cairan dan fungsi lainnya," kata Joshua.

Dilansir dari Centers for Disease Control, anak yang memiliki berat di bawah 10 kg harus diberi 60 hingga 120 mL larutan rehidrasi oral (ORS), setiap diare atau muntah.

Untuk anak yang memiliki berat badan lebih dari itu, pastikan untuk memberikan 120 hingga 240 mL ORS setiap bayi muntah atau diare.

2. Minum Larutan Rehidrasi

mencegah dehidrasi saat anak diare  (1).jpg

Cara mencegah diare lainnya adalah dengan mengganti garam tubuh. Ini sangat penting untuk dilakukan selama anak diare. Kebanyakan ahli merekomendasikan untuk meminum larutan rehidrasi oral.

Dokter sering merekomendasikan solusi rehidrasi oral (ORS) seperti Pedialyte, Ceralyte, atau Gastrolyte, dalam dosis kecil dan sering, agar tubuh bayi bisa terhirasi. Sekalipun bayi muntah, Moms harus tetap memberikannya pada anak diare.

Menurut National Digestive Diseases Information Clearinghouse, tujuannya adalah untuk mencegah keluaran cairan melebihi asupan.

Rehidrasi tidak menghentikan diare, tetapi akan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tanda bayi terhidrasi adalah saat dia mengompol setidaknya enam popok basah sehari.

Baca Juga: Apa Penyebab Diare Kronis pada Bayi? Simak di Sini

3. Perhatikan Asupan Si Kecil

mencegah dehidrasi saat anak diare  (3).jpg

Jika anak diare akut, Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan agar Moms tidak memberikan produk susu selama 24 hingga 48 jam karena akan sulit dicerna oleh bayi. Namun hal tersebut tidak berlaku saat bayi menyusui ASI.

Bagi bayi yang diberi susu formula, Moms harus mengencerkannya terlebih dahulu agar bisa dicerna dengan baik.

Cairan lain selain susu jika Si Kecil bisa mencernanya akan lebih bagus. Misalnya dengan memberikannya puree jus.

Saat Si Kecil membaik, dokter anak biasanya merekomendasikan apa yang disebut diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce and Toast), yakni dengan mengonsumsi pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang.

Pola makan ini baik untuk anak diare, karena memiliki kandungan serat, protein, dan lemak yang rendah sehingga baik untuk pencernaan. Juga bisa memadatkan kotoran agar tidak lagi mengalami diare.

4. Perhatikan Pakaian dan Cuci Tangan

mencegah dehidrasi saat anak diare  (2).jpg

Pakar dehidrasi juga merekomendasikan untuk melepas pakaian berlebih dan menggunakan pakaian tipis, juga berpindah ke tempat yang lebih lembap dan nyaman agar menjaga tubuh tetap dingin.

Jangan lupa untuk melapisi kasur dengan anti-ompol, karena Moms tidak akan tahu kapan SI Kecil akan pup atau muntah.

Untuk mencegah penyebaran virus yang menyebabkan diare, sangat penting untuk mencuci tangan dengan baik menggunakan sabun sesering mungkin. Ini berlaku untuk Moms, Si Kecil dan anggota keluarga lainya.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Diare Pada Bayi

Bagaimana, mencegah dehidrasi saat anak diare tidak terlalu sulit kan? Pastikan untuk segera pergi ke dokter saat diare berlanjut selama lebih dari dua hari ya Moms.

(FAR)

Artikel Terkait