2-3 TAHUN
21 Januari 2020

Mencegah Penyebaran Moluskum Kontagiosum di Kulit Anak

Ini langkah-langkah yang bisa dilakukan!
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Intan Aprilia

Moluskum kontagiosum mungkin terdengar asing di telinga Moms, kondisi ini merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyerang anak-anak.

Mengutip Cedars Sinai, virus yang menyebabkan moluskum kontagiosum akan membentuk benjolan kecil berwarna merah muda atau warna kulit pada kulit anak.

Meskipun penyakit ini tidak berbahaya, dan biasanya akan hilang, tetapi dapat menular ke bagian tubuh lain, atau ke anak lain. Ketahui lebih lanjut tentang moluskum kontagiosum berikut ini.

Baca Juga: Tinea Capitis, Kurap Kulit Kepala Anak

Gejala Moluskum Kontagiosum

moluskum kontagiosum-1

Foto: Orami Stock Photos

Dalam Journal American Medical Association, lesi moluskum bermula sebagai benjolan mengkilap berbentuk kubah dengan bagian tengah yang tampak seperti 'titik' putih.

Benjolan moluskum biasanya muncul 2-6 minggu setelah paparan virus. Kondisi itu berlangsung selama beberapa bulan hingga tahun, dengan rata-rata sekitar 1 tahun.

Moluskum kontagiosum berwarna merah muda atau nude, dengan ukuran seperti ujung penghapus pensil. Jumlah benjolan ini bisa satu hingga puluhan, dan sering berkelompok ketimbang terpisah-pisah ke bagian tubuh lain.

Moluskum kontagiosum dapat terjadi di mana saja pada kulit seperti leher, ketiak, sisi dada, paha, bokong, alat kelamin, dan wajah. Kecuali telapak tangan dan telapak kaki.

Kulit di sekitar moluskum kontagiosum bisa memerah, kering, kasar, dan gatal. Reaksi seperti kondisi eksim ini dapat menyebabkan goresan, yang dapat menyebabkan penyebaran virus.

Ketika benjolannya hilang, maka dapat meninggalkan bekas yaitu bintik-bintik warna merah muda-ungu, atau putih yang dapat memudar seiring waktu.

Baca Juga: Kulit Ternutrisi, Ini 5 DIY Masker Wajah Anak dari Bahan Alami

Mengurangi Risiko Penyebaran Moluskum Kontagiosum

moluskum kontagiosum-2

Foto: Orami Stock Photos

American Academy of Dermatology menuliskan beberapa tips untuk mencegah penyebaran moluskum kontagiosum ke kulit bagian tubuh lainnya.

Selama benjolannya belum menghilang, maka moluskum kontagiosum akan menular. Karena itu, mengambil beberapa tindakan pencegahan dapat membantu mencegah penyebaran virus.

1. Jangan Menggaruk atau Memencet Benjolan

Menggaruk dan memencet benjolan dapat menyebabkan virus tersebar ke bagian lain dari tubuh. Jika kulit jadi pecah dan terbuka, maka dapat menginfeksi wilayah kulit lainnya.

Kondisi ini bisa menyakitkan dan membutuhkan perawatan. Jadi, sebisa mungkin awasi anak agar tidak menggaruk atau memencetnya, dan konsultasikan ke dokter untuk menerima penanganan yang tepat.

2. Jaga Benjolan Bersih dan Cuci Tangan Setelah Menyentuhnya

Ajak anak mencuci tangan usai memegang benjolan moluskum kontagiosum, kebiasaan ini membantu menghilangkan virus dari kulit, sehingga Si Kecil tidak menyebarkan virus ke daerah lain.

Selain itu, karena kulit yang terkena moluskum kontagiosum bisa kering dan cenderung gatal, penting untuk menggunakan pelembap kulit yang aman.

3. Gunakan Dua Handuk Saat Mengeringkan Kulit

Ketika Si Kecil menderita moluskum kontagiosum, ada baiknya menggunakan dua handuk bersih untuk mengeringkan kulit.

Gunakan satu handuk untuk mengeringkan kulit dengan moluskum, dan handuk bersih lainnya untuk mengeringkan kulit tanpa moluskum. Cara ini membantu mengurangi risiko penyebaran virus ke bagian tubuh lain.

4. Jangan Mencukur Bagian Kulit yang Memiliki Benjolan

Mencukur dapat menyebarkan moluskum kontagiosum ke area kulit lainnya pada tubuh. Jika ada bagian tubuh di mana Si Kecil harus mencukur dan terdapat moluskum, gunakan pisau cukur berbeda.

Sama dengan prinsip seperti menggunakan dua handuk untuk membersihkan kulit, menggunakan dua pisau cukur akan mencegah penyebaran moluskum kontagiosum.

Baca Juga: Kenali 6 Gejala Kulit Sensitif Pada Anak

Pengobatan Moluskum Kontagiosum

moluskum kontagiosum-3

Foto: Orami Stock Photos

Perawatan dan pengobatan terhadap moluskum kontagiosum tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan anak, serta pada seberapa parah kondisi yang dialami Si Kecil.

Umumnya, benjolan akan sembuh tanpa perawatan selama 6-12 bulan. Virus ini dapat bertahan hingga 4 tahun dan meninggalkan bekas luka. Beberapa pengobatan tambahan mungkin termasuk hal berikut ini:

  • Menghilangkan benjolan dengan dibekukan, menggunakan laser, atau memotongnya dengan instrumen khusus
  • Menggunakan obat-obatan pada kulit untuk membantu benjolan hilang lebih cepat

Jika Si Kecil memiliki moluskum kontagiosum dan ingin dihilangkan dengan segera, lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk konsultasi dan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait