PARENTING ISLAMI
16 September 2020

Manfaat Mencium dan Memeluk Anak dalam Islam

Mencium dan memeluk anak dalam Islam telah dicontohkan oleh Rasulullah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms dan Dads memilii beragam cara untuk menunjukkan rasa kasih sayang, salah satunya dengan cara memeluk dan mencium Si Kecil.

Aktivitas tersebut memiliki dampak psikologis yang positif bagi anak dan juga membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Karena memiliki dampak yang besar, memeluk dan mencium anak dalam Islam adalah bagian dari pendidikan sejak dini.

Meski begitu, mencium dan memeluk anak dalam Islam memiliki aturan tersendiri.

Dirangkum dari Muslimah.or.id, Ibnu Bathal rahimahullah mengatakan, “(Orang tua) diperbolehkan mencium anak-anak kecil di bagian anggota tubuhnya yang manapun dan juga untuk anak yang telah besar selama bukan pada auratnya. Inilah pendapat mayoritas ulama.” (Fathul Bari, I/427)

Baca Juga: 3+ Prinsip Dasar Mengasuh Anak dalam Islam, Yuk Amalkan!

Keutamaan Mencium dan Memeluk Anak dalam Islam

mencium anak dalam islam.jpeg

Foto: twincitieskidsclub.com

Banyak kisah yang menceritakan tentang begitu penyayangnya Nabi Muhammad SAW yang ditunjukkannya kepada keluarganya. Salah satunya saat Nabi Muhammad SAW mencium putranya, Ibrahim.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu telah mengisahkan: “Kami pergi bersama Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju rumah Abu Saif Al-Qayyin (sang pandai besi). Dia ini adalah bapak susu Ibrahim (karena istri Abu Saif menyusui putra Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengambil Ibrahim, lalu menciumnya dengan mulut (bibir) dan hidung beliau.” (HR. Bukhari no. 1303)

Bukan hanya itu, Aisyah RA juga menjadi saksi betapa Rasulullah mencontohkan bahwa mencium dan memeluk anak dalam Islam adalah bentuk kasih sayang dari Allah.

Aisyah menceritakan, “Suatu hari datang seorang Arab badui (yang biasanya kurang memiliki sopan santun) menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Kalian mencium anak-anak kalian, sedangkan kami tidak pernah mencium anak-anak kami.’ Mendengar ucapan itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ataukah aku memiliki apa yang telah Allah cabut dari hatimu berupa sifat kasih sayang.” (HR. Bukhari no. 5998 dan Muslim no. 2317)

Baca Juga: 3+ Tanda Ayah dan Suami Ideal dalam Islam

Menjadi Rahmat dan Menjaga Kelembutan Hati

memeluk anak dalam islam.jpg

Foto: istockphoto.com

Bila terbiasa mendapatkan ciuman dan pelukan dari orang tuanya, Islam memandang bahwa hal tersebut juga dapat menjaga kelembutan hati anak.

Saat memiliki kelembutan hati, anak-anak akan tumbuh dengan memiliki akhlak yang mulia. Karena, anak telah meneladani kedua orang tuanya yang selalu bersikap lemah lembut dan menyayangi mereka.

Mencium dan memeluk anak dalam Islam juga dapat menjadi rahmat. Abu Hurairah berkata, "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak menyayangi maka ia tidak akan dirahmati.” (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318)

Maka, hal ini menunjukan bahwa mencium dan memeluk anak dalam Islam merupakan sesuatu yang akan mendatangkan rahmat Allah.

Jika Allah menjadikan rasa rahmat dan kasih sayang dalam hati seseorang, maka itu merupakan pertanda bahwa dia akan dirahmati oleh Allah.

Kembali, Rasulullah SAW menunjukkan kasih sayangnya yang dikisahkan oleh Anas Bin Malik, “Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih sayang kepada anak-anak dari pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Putra Nabi (yang bernama) Ibrahim memiliki ibu susuan di daerah Awaali di kota Madinah. Maka Nabipun berangkat (*ke rumah ibu susuan tersebut) dan kami bersama beliau. lalu beliau masuk ke dalam rumah yang ternyata dalam keadaan penuh asap. Suami Ibu susuan Ibrahim adalah seorang pandai besi. Nabipun mengambil Ibrahim lalu menciumnya, lalu beliau kembali” (HR Muslim no 2316)

Baca Juga: 8 Cara Mengenalkan Agama Islam Sejak dalam Kandungan

Karena mencium dan memeluk anak dalam Islam pun menjadi kebaikan, terapkan hal tersebut agar anak memiliki kelembutan hati.

Artikel Terkait