DI ATAS 5 TAHUN
22 Februari 2018

Menenangkan Anak yang Mimpi Buruk

Trik jitu agar anak bisa tidur lagi dengan nyenyak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Berapa pun usia seseorang, mengalami mimpi buruk adalah suatu pengalaman yang menakutkan. Mimpi buruk biasanya mulai muncul ketika anak memasuki usia sekolah.

Ketika anak mimpi buruk, biasanya ia akan sulit untuk tertidur kembali. Pasalnya, mimpi yang dialami begitu menakutkan dan sulit dijelaskan. Dalam situasi seperti ini, apa yang bisa Moms lakukan? Yuk, simak trik-triknya berikut ini.

Menemani Anak

Ketika anak memanggil atau menghampiri tempat tidur Moms, sebaiknya jangan sepelekan rasa takutnya. Bagi anak, mimpi buruk bisa terasa begitu nyata. Duduklah di sisi anak dan beri pelukan atau usapan di kepala.

Kehadiran Moms sudah bisa membuat anak lebih tenang. Selalu gunakan nada suara yang tenang dan lembut, meskipun Moms sendiri sangat mengantuk atau masih setengah sadar.

Jelaskan Bahwa Mimpi Buruknya Sudah Lewat

Rasa takut anak bisa terus menghantuinya, bahkan ketika anak sudah bangun. Coba tanyakan seperti apa mimpi yang dialami si kecil. Lalu, yakinkan bahwa ketakutannya tidak mungkin terwujud di dunia nyata.

Misalnya anak mimpi ditinggal sendirian dan tersesat di hutan. Moms bisa berkata, “Mimpinya seram sekali, ya. Tapi itu cuma mimpi saja, kok. Kenyataannya, Moms dan Papa tak akan mungkin meninggalkan kamu sendirian seperti itu. Kamu percaya kan, sama Moms?”

Menciptakan Suasana Yang aman

Jika anak terengah-engah atau sampai berkeringat, tawarkan untuk mengganti bajunya dan minum air hangat. Moms bisa menyalakan lampu tidur dengan cahaya yang lembut atau mengambilkan boneka kesayangan anak untuk menemaninya.

Mengajak anak untuk berdoa juga bisa jadi solusi. Perubahan suasana tersebut bisa membantu anak merasa lebih aman dan terjaga.

Kalau anak minta ditemani tidur, sebaiknya tegaskan bahwa anak harus berani tidur sendirian. Temani selama beberapa saat sampai ia merasa lebih tenang dan mengantuk, setelah itu Moms bisa kembali ke kamar Moms.

Membicarakan Hal-Hal Yang Positif

Kalau rasa takut dan gelisah tak kunjung hilang, cobalah untuk membicarakan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya memori soal liburan keluarga sebulan lalu, kejadian lucu yang dialami anak, atau mimpi indah yang ingin dialami anak.

Moms juga bisa menceritakan kisah-kisah menarik yang bertema keberanian. Selain untuk mengalihkan perhatian anak dari rasa takut, mengobrol juga bisa membuat anak lelah dan cepat tidur kembali.

Ajari Teknik Untuk Melawan Rasa Takut

Anak akan tetap merasa ketakutan kalau ia tidak punya 'senjata' melawan mimpi buruk. Maka, Moms bisa memberdayakan si kecil dengan teknik khusus.

Kalau anak terbangun karena mimpi buruk, ia bisa menghalau rasa takut dengan berdoa, menghafalkan perkalian, bernyanyi, mengarang ceritanya sendiri, atau memeluk bantal erat-erat. Dengan begitu, anak pun jadi lebih percaya diri untuk menghadapi mimpi buruknya.

Apakah anak Moms sering mimpi buruk? Bagaimana cara Moms menenangkan si kecil? Bagikan tipsnya di kolom komentar, yuk.

(IA)

Artikel Terkait