BALITA DAN ANAK
24 Maret 2020

Manfaat Mengajarkan Pekerjaan Rumah Tangga pada Balita

Mengerjakan tugas domestik baik untuk Si Kecil, orang tua, maupun keluarga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Apakah Moms masih berpikir bahwa tugas domestik hanya boleh dan bisa dikerjakan oleh orang dewasa? Coba Moms mulai mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita. Kelak Moms akan melihat manfaatnya.

Sebuah studi yang dilakukan di Los Angeles, Amerika Serikat, mengungkap bahwa kebanyakan anak yang diteliti kurang berpartisipasi dalam pekerjaan rumah tangga, terutama anak-anak di keluarga yang memiliki akses terhadap bantuan domestik berbayar.

Padahal, melakukan pekerjaan rumah tangga memiliki banyak manfaat lho, baik untuk Si Kecil sendiri, untuk orang tua, maupun untuk keluarga.

Baca Juga: Pentingnya Memerhatikan Diri Sendiri Meskipun Sibuk Bekerja dan Mengurus Anak

Manfaat Mengajarkan Pekerjaan Rumah Tangga pada Balita

Nah, untuk itu inilah 7 manfaat mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita:

1. Anak Lebih Bertanggung Jawab

Anak Lebih Bertanggung Jawab mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita.jpg

Foto: StockSnap from Pixabay

Studi lintas budaya menemukan bahwa ketika anak-anak diandalkan untuk melakukan tugas yang berkontribusi pada kelangsungan hidup keluarga.

Mereka cenderung tidak menunjukkan perilaku antisosial dan bertindak lebih bertanggung jawab dibanding anak-anak di budaya yang tidak terbiasa mengerjakan pekerjaan domestik.

2. Anak Lebih Mandiri

Anak Lebih Mandiri mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita.jpg

Foto: laterjay from Pixabay

Sebuah penelitian di Swedia menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya bekerja di luar rumah dan bertanggung jawab terhadap tugas domestik tertentu lebih mandiri dibanding anak-anak yang tidak ditugasi pekerjaan rumah.

Baca Juga: Menumbuhkan Kemandirian pada Anak

3. Anak Merasa Kompeten

Anak Merasa Kompeten mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita.jpg

Foto: Free-Photos from Pixabay

Mengerjakan pekerjaan mendasar membuat anak merasa kompeten serta memberikan kepuasan, kebanggaan, dan pencapaian setelah menyelesaikan tugas.

Menurut penelitian di jurnal Anthropology of Work Review edisi Desember 2009, hal ini menghasilkan kontribusi anak yang berkelanjutan terhadap pekerjaan rumah tangga.

4. Anak Belajar Merawat Diri, Rumah, dan Keluarga

Anak Belajar Merawat Diri, Rumah, dan Keluarga mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita.jpg

Foto: Jennifer Murray from Pexels

Menurut situs web Raising Children, mengerjakan tugas domestik memungkinkan Si Kecil memelajari kemampuan yang berguna saat dewasa, seperti mengolah makanan, bersih-bersih, menata rumah, dan berkebun.

Baca Juga: Buat Anak Mandiri dengan 5 Tips Merawat Rambut Sendiri!

5. Membangun Keterampilan Fungsional

Membangun Keterampilan Fungsional mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita.jpg

Foto: severyanka from Pixabay

Dari pekerjaan rumah tangga, Si Kecil belajar beberapa keterampilan yang bermanfaat untuk banyak bidang, misalnya mengelompokkan, menjangkau sesuatu, menjaga keseimbangan, memecahkan masalah, dan sebagainya.

6. Memberikan Pengalaman Keterampilan Hubungan

Memberikan Pengalaman Keterampilan Hubungan mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita.jpg

Foto: jarmoluk from Pixabay

Siapa sangka, ternyata salah satu manfaat mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita adalah Si Kecil belajar keterampilan berkomunikasi dengan jelas, bernegosiasi, bekerja sama, sampai bekerja dalam tim?

Baca Juga: 5 Aktivitas Terbaik Untuk Mengembangkan Keterampilan Motorik Kasar pada Balita

7. Mengurangi Stres dalam Keluarga

Mengurangi Stres dalam Keluarga mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita.jpg

Foto: Daria Shevtsova from Pexels

Ketika anak membantu, pekerjaan bisa lebih cepat selesai dan pekerjaan orang tua berkurang. Waktu keluarga untuk melakukan hal yang menyenangkan jadi lebih banyak.

Ternyata, mengajarkan pekerjaan rumah tangga pada balita bisa memberikan manfaat besar, terutama untuk Si Kecil saat ia dewasa nanti.

Bagaimanapun juga, Moms harus menyesuaikan tugas dengan usia dan kemampuan Si Kecil agar ia bisa mengerjakannya dengan menyenangkan, bukan malah menjadi beban.

Artikel Terkait