BALITA DAN ANAK
19 Oktober 2019

Mengapa Bermain Penting untuk Tumbuh Kembang Anak?

Bermain dengan anak dapat tingkatkan bonding
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bermain adalah aktivitas yang sangat penting untuk proses tumbuh kembang anak, karena berkontribusi pada kemampuan kognitif, fisik, sosial, dan emosional anak-anak dan remaja.

Menurut jurnal dari American Academy of Pediatrics (AAP), bermain memberikan kesempatan bagi orang tua untuk terlibat penuh dalam kegiatan bermain bersama anak-anak mereka.

Psikolog anak Alfa Restu Mardhika, M.Psi., juga menyetujui bahwa bermain dapat membantu proses tumbuh kembang anak.

"Dari penelitian AAP, bermain bisa meningkatkan tumbuh kembang anak, serta keterampilan sosial dan tubuh. Termasuk kemampuan menyusun sesuatu yang berhubungan dengan intelegensia," jelas Alfa di acara Cussons Indonesia "Cerianya Bermain" pada Selasa (8/19/2019), di The Kasablanka, Jakarta Selatan.

Baca Juga: 7 Taman Tempat Bermain Anak Paling Seru di Jakarta

Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak Bermain

main dengan anak-1.jpg

Lebih lanjut, Alfa menjelaskan tentang prinsip bermain anak yang bebas, dan tidak ada sisi yang 'benar' atau 'salah'.

"Biarkan anak bereksplorasi. Ketika anak bisa bermain dengan bebas, akan muncul imajinasi, kreativitas, dan anak akan lebih bahagia," ungkapnya.

Selain itu, Moms atau Dads juga disarankan untuk tidak menjadi 'pemimpin' dalam proses bermain anak, dan biarkan Si Kecil yang menentukan arah bermainnya.

Baca Juga: Tak Disangka, Ini 5 Keuntungan Jika Anak Sering Bermain di Luar Rumah

Alfa mengatakan, setidaknya sediakan waktu sekitar 10 menit untuk bermain dengan Si Kecil, sehingga Moms dan Dads memiliki quality time bersama anak.

"Setiap hari usahakan setidaknya 10 menit saja bermain sama anak. Dengan bermain bersama anak, akan tercipta attachment. Ketika sudah mendapatkan attachment dan bonding, anak akan merasa dicintai, dan merasa dirinya berharga," jelas Alfa.

Baca Juga: 4 Jenis Permainan untuk Mengasah Kemampuan Motorik Balita

Tetap Membatasi Waktu Anak Bermain Agar Tidak Berlebihan

main dengan anak-2.jpg

Bermain dengan anak memang menyenangkan, tetapi bukan berarti bisa dilakukan sepuasnya. Jangan sampai anak jadi lupa waktu karena terlalu asyik bermain.

"Tetap harus ada regulasi waktu. Ada waktu di mana anak makan, tidur, istirahat, belajar. Meski bebas dilakukan, tetapi lebih baik sebelumnya dibuat aturan," kata Alfa.

Misalnya, dengan mengatakan bahwa sore ini akan bermain bersama anak, 'Dek, sore ini main, tapi mainnya 30 menit saja ya', sambil menunjukkan jarum jam kapan waktu bermain usai.

"Jadi, sebelum mulai bermain, kita buat batasan-batasan terlebih dahulu. Tetapi saat bermain, biarkan anak bebas menentukan permainan seperti apa yang ingin ia lakukan," lanjutnya.

"Bermain harus terasa menyenangkan agar tercipta bonding dengan orang tuanya. Hal ini berdampak ketika ia sudah besar, maka orang tuanya lah yang akan jadi orang pertama untuk tempat bercerita," tutup Alfa.

Artikel Terkait