TRIMESTER 2
10 Oktober 2019

Mengapa Ibu Hamil Gampang Moody? Simak 4 Penjelasannya di Sini!

Banyak suami merasa kalau istri menjadi menakutkan saat awal kehamilan.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Banyak suami merasa kalau istri menjadi menakutkan saat awal kehamilan.

Lima menit mereka sangat bahagia, detik berikutnya berubah histeris.

Ternyata bukan para suami saja yang bingung. Para ibu hamil sendiri pun bingung dengan hal itu.

Pasalnya, ibu hamil gampang moody pun tidak dipahami oleh dirinya sendiri.

Namun, di sanalah peran suami untuk menjaga kewarasan istri saat mereka tengah mengandung.

Selain rasa takut, cemas, dan perubahan bentuk tubuh, ibu hamil akan mengalami perubahan biokimia kompleks yang konstan: penurunan tajam dalam gula darah, fluktuasi hormon, dan retensi air.

Semua hal ini dapat menyebabkan suasana hatinya berubah dalam waktu cepat.

Akibatnya, para suami mungkin harus mengevaluasi kembali peran yang telah dimainkan dalam hubungan sampai sekarang, kata Sheila Marcus, MD, direktur Women's Mood Disorder Program di Depression Center Michigan University.

Cobalah menjaga rumah, pastikan camilan istri tersedia setiap beberapa jam untuk menjaga gula darahnya stabil, minum cukup cairan untuk menghindari dehidrasi, dan jangan lupa istirahat.

"Bersikaplah baik padanya karena setidaknya bukan lelaki yang harus melahirkan," jelas Marcus.

Para Dads harus memikirkan bahwa kelelahan dan mual lazim pada trimester pertama, ditambah lonjakan hormon, dan suasana hati ibu hamil yang gampang moody.

"Estrogen dan progesteron meroket di awal kehamilan," kata Lucy Puryear, MD, psikiater dan penulis Understanding Your Moods When You're Expecting.

Perubahan memiliki efek besar pada suasana hati. Misalnya, ibu hamil bisa menangis satu menit dan bahagia selanjutnya.

Yuk, simak 4 penjelasan mengapa ibu hamil tambah moody di sini.

Baca Juga: Apa Penyebab Anak Moody dan Gampang Ngambek?

1. Perubahan Besar

baby-birth-born-41167.jpg

Foto: pixabay.com

Sebagian besar wanita menemukan bahwa suasana hati mereka meningkat pada pertengahan kehamilan.

"Tetapi hingga 15 persen sisanya, perubahan hormon mereka mungkin sangat bermasalah," kata Dr. Marcus.

"Dalam kelompok ini, perubahan waktu tidur, nafsu, libido, tingkat energi, bahkan pikiran untuk bunuh diri, dapat mengganggu fungsi sehari-hari. Di kasus seperti itu, ibu hamil mungkin butuh pergi ke dokter," lanjutnya.

2. Kehidupan Seks Berbeda

baby-bump-expecting-mother-1974519.jpg

Foto: pixabay.com

Kehidupan seks juga akan terus berfluktuasi ketika ibu hamil mengalami perubahan fisik.

Kabar baiknya adalah bahwa mayoritas wanita kembali ke tingkat aktivitas seksual awal sebelum kehamilan, terutama setelah bayi mereka disapih.

Baca Juga: Sering Dialami, Atasi 3 Keluhan Seks Suami Istri Ini Agar Makin Harmonis

3. Menjadi Pelupa

belly-couple-expecting-208509 (1).jpg

Foto: pixabay.com

Awal kehamilan juga membawa gejala membingungkan lainnya, yang dikenal para ibu hanya sebagai pengaruh bayi.

Progesteron juga meningkat selangit hingga menjadi hormon penenang, Dr. Puryear menjelaskan, tetapi juga dapat menyebabkan mudah lupa.

4. Hal Normal

Bisa dibilang, siapa pun yang mengatakan kehamilan berarti kebahagiaan sepanjang hari, pasti tidak pernah hamil.

Terimalah kenyataan bahwa kadang-kadang ibu hamil memang gampang moody, bisa bahagia, tertekan dan khawatir di lain waktu.

Ini tidak ada hubungannya dengan seberapa besar ibu hamil akan mencintai sang bayi.

Oleh karena itu, cobalah untuk bersantai. Cobalah membaca buku kehamilan dan pijat kehamilan agar bisa lebih tenang.

Baca Juga: Apakah Kualitas Tidur dan Suasana Hati Mempengaruhi Kerja Memori?

(TPW)

Artikel Terkait