BAYI
20 Agustus 2019

Mengapa Terjadi Gumoh pada Bayi?

Gumoh pada bayi adalah hal yang wajar terjadi. Mengapa demikian? Ini faktor-faktor penyebabnya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Moms, bagaimana proses menyusui Si Kecil sampai hari ini?

Apakah masih lancar-lancar saja atau terdapat suatu keadaan yang tidak wajar?

Tentunya setiap kondisi yang terjadi pada pastinya mendapat perhatian dari Moms.

Apalagi tubuh bayi yang masih kecil rentan terkena berbagai gangguan kesehatan sehingga proses menyusui menjadi penting sekali. Setiap ibu menyusui pasti ingin agar produksi ASI berjalan lancar dan bayi cukup menyusu.

Bagaimana tanda-tanda yang tepat ketika bayi sudah mendapatkan cukup ASI?

Menurut dr. Aini, konselor laktasi yang saat ini aktif praktik di RSIA Permata Bekasi dan RSIA Kemang Medical Care, ada beberapa tanda bayi yang berkecukupan ASI, yaitu:

  • Saat menyusu, bayi punya irama menyusu tersendiri.
  • Hisapan bayi saat menyusu akan terasa nyaman bagi Moms.
  • Payudara melunak sehabis dihisap bayi.
  • Bayi akan melepaskan payudara sendiri setelah kenyang.
  • Bayi akan buang air kecil sesuai dengan hari usianya.
  • Buang air besar pada bayi akan berubah warna.
  • Berat badan bayi dapat turun di 7 hari awal, namun pada usia bayi 14 hari, berat badan bayi diharapkan sudah naik.

Bayi dengan cukup ASI akan terlihat kenyang dan tenang saat ia sedang tidur.

Bayi juga tidak mengalami kesulitan buang air kecil. Moms juga bisa melihat dari pup bayi, yaitu berwarna kuning cerah dan terlihat lebih encer.

Namun, dalam beberapa kondisi, bayi dapat mengalami gumoh, yang terlihat seperti cairan susu keluar dari mulutnya. Apakah hal ini hanya karena bayi merasa kekenyangan? Simak ulasan berikut ini, ya, Moms.

Baca Juga : Bayi Sering Gumoh, Berbahayakah?

Penyebab Gumoh pada Bayi

Mengapa Terjadi Gumoh pada Bayi-2.jpg

Foto: eatright

Gumoh pada bayi sebenarnya bukan karena bayi merasa kekenyangan, melainkan ada faktor lain yang mendasarinya.

Hal ini wajar terjadi, terutama pada bayi yang usianya baru beberapa minggu. Kondisi ini disebabkan sistem pencernaan yang belum berkembang secara sempurna.

Biasanya, gumoh pada bayi akan berkurang hingga berhenti dengan sendirinya ketika ia sudah berusia 4-5 bulan.

“Penyebab gumoh pada bayi bisa karena sistem pelekatan pada payudara yang kurang baik. Bayi yang menyusu dengan baik tidak akan rewel dan proses menyusui akan menjadi menyenangkan. Jika ada yang tidak beres dengan proses pelekatan, sebaiknya segera mengunjungi dokter laktasi,” ujar dr. Aini, saat berbincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, Selasa (23/4) lalu.

Menurut dr. Aini juga, gumoh wajar terjadi karena klep lambung yang belum sempurna. Jadi, sebaiknya setelah selesai menyusu, bayi tidak perlu disendawakan.

Moms cukup menidurkan bayi secara miring atau tengkurap tanpa menggunakan bedong dan sarung tangan.

Namun, jika gumoh terjadi terlalu sering, sehingga menyebabkan penurunan berat badan pada Si Kecil dan membuat ia menjadi mudah rewel, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter laktasi.

Hal ini bisa menjadi tanda pada gangguan kesehatan tertentu.

Baca Juga : 4 Masalah Pencernaan yang Paling Sering Diderita Bayi

MPASI dan Perkembangan pada Bayi

Mengapa Terjadi Gumoh pada Bayi-3.jpg

Foto: nhs

Moms mungkin sudah sering mengetahui bahwa ASI yang baik dikonsumsi bayi sejak ia berusia 0-6 bulan, yang disebut masa-masa ASI eksklusif.

Setelah 6 bulan, bayi harus mendapatkan makanan pendamping ASI atau yang disebut MPASI. MPASI harus memenuhi asupan gizi yang seimbang karena hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangannya.

MPASI yang baik juga dapat dibarengi dengan proses menyusui yang tetap berjalan.

MPASI juga merangsang pertumbuhan gigi, melatih saraf motoriknya, dan juga mengajarkan anak agar lebih disiplin.

Nikmati setiap proses menyusui hingga MPASI dengan menyenangkan, ya!

(DG/CAR)

Artikel Terkait