3-12 BULAN
17 Agustus 2020

Gejala Alergi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Cari tahu lebih lanjut tentang alergi pada bayi yuk, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Tidak hanya pada orang dewasa, alergi kulit juga serung terjadi pada bayi. Alergi kulit terjadi ketika kulit meradang karena kontak langsung dengan alergen atau pemicu alergi.

Dilansir dari Food Allergy Research & Education, jenis alergi makanan yang paling umum adalah susu, telur, kacang, kedelai, gandum, ikan, dan seafood.

Sedangkan penyebab alergi pada bayi lainnya adalah hewan peliharaan, debu, tungau, detergen, sabun, dan sampo.

Ketika sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin kimia sebagai respons terhadap adanya alergen, juga bisa menimbulkan alergi kulit.

Ketika hal ini terjadi, akan menyebabkan reaksi peradangan dan dapat memperburuk eksim, gatal-gatal, dan ruam lainnya.

Baca Juga: Ketahui 3 Penyebab Eksim pada Bayi

“Bayi dan balita, terutama yang memiliki riwayat kulit sensitif, eksim, asma, atau alergi, memiliki kulit yang sangat sensitif dan murah iritasi," kata Robert Sidbury, kepala divisi dermatologi pediatrik di Rumah Sakit Anak Seattle.

Hal ini berarti juga bahwa kulit bayi akan sering mengalami ruam, berwarna merah, dengan benjolan kecil, sehingga kadang mudah dikira sebagai ruam wajah umum pada alergi makanan.

Hal ini berarti juga bahwa kulit bayi akan sering mengalami ruam, berwarna merah, dengan benjolan kecil, sehingga kadang mudah dikira sebagai ruam wajah umum pada alergi makanan.

Alergi pada Bayi dan Balita

alergi pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Bayi Moms tiba-tiba memiliki ruam, dan kulitnya tidak begitu lembut pada bayi. Atau mungkin Si Kecil sering bersin.

Gejala seperti ini bisa jadi merupakan tanda alergi pada bayi. Susu sapi, tungau debu, bahkan hewan peliharaan keluarga dapat membuat bayi memiliki reaksi alergi.

Sekitar 6 juta anak memiliki alergi terhadap makanan. Jenis alergi ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Alergi pada bayi bisa terjadi terhadap makanan apa pun dan dapat bereaksi terhadap lebih dari satu.

Kacang adalah pemicu utama alergi makanan pada anak-anak. Yang umum lainnya adalah:

  • Susu sapi
  • Telur
  • Ikan
  • Kacang-kacangan dari pohon (seperti almond, kacang mete, dan kacang kenari)
  • Kerang (seperti kepiting, lobster, dan udang)
  • Kedelai
  • Gandum

Gejala alergi makanan yang paling umum terjadi pada bayi dan balita adalah:

  • Sakit perut
  • Batuk
  • Diare
  • Pingsan
  • Muncul gatal-gatal atau ruam
  • Mual atau muntah
  • Ruam merah di sekitar mulut
  • Hidung meler atau pengap
  • Pembengkakan pada wajah, kaki, atau lengan
  • Sesak di tenggorokan
  • Kesulitan bernapas, termasuk mengi

Baca Juga: Langka, Balita 18 Bulan Ini Alergi Air, Kenapa Bisa Terjadi?

Alergi makanan dapat menyebabkan gejala yang mengancam jiwa secara serius.

Misalnya, anak Moms mungkin mengalami kesulitan bernapas yang ekstrem dan penurunan tekanan darah yang tajam yang dapat menyebabkan syok.

Tanda-tanda syok pada anak yang bisa terlihat adalah pucat, kulit lembap, dan pusing. Jenis reaksi ini disebut anafilaksis. Moms harus segera mendapatkan perawatan medis jika melihat salah satu dari tanda-tanda tersebut.

Dokter anak mungkin akan memberi Moms sesuatu yang disebut Epipen yang dapat digunakan untuk memberikan suntikan epinefrin (adrenalin) jika terjadi keadaan darurat pada anak.

Tidak ada obat untuk mengobati alergi makanan. Tetapi studi baru telah menemukan bahwa dalam kasus alergi kacang, mungkin bisa mencegah alergi yang berkembang dengan memperkenalkan mereka pada alergen tersebut sedini mungkin sejak usia 4 hingga 6 bulan.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pengenalan beberapa alergen bersama-sama seperti kacang-kacangan, telur, dan ikan, dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan perkembangan alergi.

American Academy of Pediatrics mendorong pengenalan makanan alergi di bawah pengawasan dokter.

Namun, jika anak didiagnosis alergi makanan, ia harus menjauhi makanan yang menimbulkan alergi tersebut, bahkan dalam jumlah kecil sekalipun. Pastikan untuk memeriksa semua label makanan untuk bahan-bahan tersembunyi, seperti minyak kacang, dan berhati-hatilah saat memesan makanan di restoran.

Beberapa anak mengatasi alergi makanan, tetapi bagi orang lain, alergi bisa berlangsung seumur hidup.

Kadang-kadang, bayi yang sedang menyusui menjadi rewel setelah Moms makan makanan yang memicu reaksi, seperti makanan pedas atau mengandung gas tertentu seperti kol.

Dokter tidak menyebut ini alergi berkepanjangan karena tidak menyebabkan gejala alergi yang khas, seperti gatal-gatal atau ruam yang merupakan gejala paling umum dari alergi makanan.

Jika anak rewel atau menangis setiap kali Moms makan makanan tertentu, hubungi dokter anak segera, karena ini bisa menjadi pertanda kolik.

Tetapi ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak terlalu khawatir dengan makan yang dikonsumsi.

Tidak ada bukti bahwa menjauhi makanan tertentu selama menyusui dapat menjaga bayi dari alergi atau asma. Dan anak-anak dengan alergi makanan 2 hingga 4 kali lebih mungkin menderita asma dan alergi lainnya.

Baca Juga: Mengatasi Asma Akibat Stres, Ini Penjelasannya!

Mengatasi Alergi pada Bayi

Lalu bagaimana cara mengatasi alergi pada bayi yang timbul di kulit? Berikut penjelasannya.

1. Lembapkan Kulit Anak Setelah Mandi

mengatasi alergi kulit pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Biarkan air mandi mengering atau dengan lembut keringkan kulit Si Kecil dengan handuk. Kemudian gunakan salep atau krim, dan jangan takut untuk mengoleskannya.

Dilansir dari WebMD, salep lebih efektif daripada krim, dan krim lebih efektif daripada lotion. Lotion cenderung berair, sedangkan salep berminyak, sehinga menempel lebih baik dan pelembab yang lebih baik juga.

Baca Juga: Ini Alasan Harus Menggunakan Gunting Kuku Bayi Untuk Merawat Si Kecil

2. Gunting Kuku Anak

mengatasi alergi kulit pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Bayi yang masih kecil pasti tidak bisa menahan rasa gatal akibat alergi pada bayi.

Makanya seringkali kita melihat mereka menggaruk-garuk kulit yang sedang mengalami alergi.

Memang bayi masih belum mengerti dan kita tidak bisa menghalangi keinginan anak untuk menggaruk.

Sebagai gantinya, Moms bisa membantu dengan menggunting kuku anak sependek mungkin, sehingga tidak bisa digaruk.

3. Rawat dengan Lembut

mengatasi alergi kulit pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Moms bisa menggunakan pembersih dan sabun yang bebas pewangi, pewarna, serta terbuat dari bahan-bahan alami.

Jenis sabun yang keras dapat mengeringkan kulit dan menghancurkan kelembapan kulit Si Kecil.

Dengan menggunakan sabun yang lembut, alergi pada bayi akan terawat dan tidak akan semakin memburuk.

Baca Juga: Tips Memillih Sabun yang Aman Digunakan Bayi

4. Mandi Air Hangat

mengatasi alergi kulit pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Healthline, ada baiknya bayi mandi air hangat saat mengalami alergi kulit.

Ingat air hangat ya Moms, bukan air panas. Selain itu, hindari juga mandi busa, karena busa mengandung deterjen yang bisa merusak kulit bayi.

Mandinya tidak perlu terlalu lama, sekitar 3-5 menit saja. Jika anak berendam terlalu lama, akan membuat kulit menjadi semakin kering.

5. Menghindari Alergen

alergen pada bayi salah satunya adalah telur

Foto: Orami Photo Stock

Sabun, deterjen, dan lotion beraroma sering menimbulkan iritasi pada kulit bayi, jadi mungkin yang terbaik adalah Moms harus menghindari menggunakan pembersih kimia dan memilih produk hypoallergenic.

Mencegah Alergi pada Bayi

mencegah alergi pada bayi sejak dini

Foto: Orami Photo Stock

Alergi kadang-kadang merupakan kondisi berkepanjangan yang harus dikelola daripada disembuhkan, meskipun banyak gejala alergi pada bayi membaik atau hilang seiring bertambahnya usia.

Namun ada beberapa cara yang bisa Moms coba untuk mencegah alergi pada bayi. Apa saja yang harus kita lakukan? Disimak yuk Moms.

1. Makanan dan Obat-obatan

Kunci untuk mengobati alergi makanan adalah dengan memperkenalkan makanan baru secara perlahan dan mandiri. Misalnya, minggu pertama memberi bayi makan telur, jangan mencoba makanan baru lainnya sampai Moms melihat bagaimana mereka bereaksi.

Jika tidak ada tanda-tanda alergi makanan atau intoleransi, maka perkenalkan makanan baru lainnya.

2. Lingkungan

Jika bayi Moms berisiko tinggi terserang alergi atau asma, mengurangi paparan bayi sejak dini pada tungau debu dapat membantu mencegah masalah alergi dan asma di masa depan.

Tetapi sekarang ada beberapa bukti bahwa paparan awal terhadap hewan dapat membantu mengurangi risiko alergi pada bulu hewan peliharaan.

Untuk membantu mengurangi paparan tungau debu, gunakan alas yang “tahan air” dan pastikan untuk mencuci alas dengan air panas.

Baca Juga: 5 Jenis Hewan Peliharaan yang Aman Untuk Anak Alergi atau Asma

Itu dia Moms beberapa tips untuk mengatasi alergi pada bayi. Dicoba yuk di rumah!

Artikel Terkait