3-12 BULAN
27 Juli 2020

Bayi Alergi Susu Sapi: Gejala dan Cara Mengatasi

Pantau reaksi Si Kecil setelah menyusui untuk melihat jika ada tanda bayi alergi susu sapi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Alergi susu sapi adalah alergi makanan yang paling umum terjadi pada bayi dan anak. Reaksi ringan hingga sedang dapat muncul seperti gatal-gatal, pilek, diare, muntah atau mudah marah.

Menurut data dari American College of Allergy, Asthma & Immunology (ACAAI), 2% dan 3% anak-anak di bawah 3 tahun alergi terhadap susu.

Dr Martin Brueton, seorang konsultan gastroenterologi anak di Chelsea dan Rumah Sakit Westminster, London barat, dan juru bicara Act Against Allergy mengatakan, orang tua harus mengunjungi dokter ahli.

“Orang tua tidak boleh panik saat bayi didiagnosis alergi susu. Tetap berbicara dengan dokter anak konsultan untuk penilaian yang tepat,” ujarnya seperti dilansir dari Telegraph.

Seperti nutrisi lainnya saat menyusui, protein susu dalam makanan Moms juga akan diturunkan ke bayi melalui ASI.

Kadang-kadang ruam dapat berkembang setelah menyusui, jika bayi alergi terhadap makanan Moms. Jika bayi minum susu formula, akan lebih mudah untuk menentukan bahwa bayi memiliki alergi susu sapi atau tidak.

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Bayi Alergi Susu Sapi

bayi alergi susu sapi

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari National Health Service, alergi susu sapi atau dikenal juga dengan cows’ milk allergy (CMA) umumnya akan mereda saat Si Kecil berusia 5 tahun.

Alergi susu sapi biasanya terjadi saat bayi minum susu formula atau ketika ia mulai makan MPASI.

Ada dua jenis alergi susu sapi:

  • Alergi susu sapi langsung, ketika gejala langsung terjadi beberapa menit setelah bayi minum susu sapi.
  • Alergi susu sapi tertunda, ketika gejala muncul beberapa jam, bahkan hari, setelah bayi minum susu sapi.

Gejala Bayi Alergi Susu Sapi

bayi alergi susu sapi

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi, Moms harus mengenali gejala-gejalanya terlebih dahulu.

Masih dikutip dari National Health Service, berikut beberapa gejala bayi alergi susu sapi:

  • Reaksi alergi di kulit: kulit memerah, gatal, bengkak di bibir, wajah, dan sekitar mata.
  • Masalah pencernaan: sakit perut, mual, muntah, kolik, diare, atau sembelit
  • Gejala seperti demam: ingusan atau hidung tersumbat
  • Eksim yang tidak kunjung sembuh setelah perawatan

Alergi susu sapi pada bayi juga bisa menimbulkan gejala tiba-tiba seperti bengkak di mulut, tenggorokan, batuk, napas tersengal-sengal, dan napas yang berbunyi kencang.

Bila terjadi gejala yang cukup parah, segera kunjungi dokter ya, Moms.

Dokter akan mengecek kondisi fisik bayi dan tes alergi di kulit, serta mendiskusikan histori alergi di keluarga.

Bila dokter mendiagnosis bayi dengan alergi susu sapi, biasanya Moms diminta menyingkirkan susu sapi dari makanan Si Kecil atau mengubah susu formula dengan susu hypoallergenic.

Setelah Si Kecil sudah tidak mengonsumsi susu sapi selama seminggu, dokter mungkin akan mencoba memberikan susu sapi kembali untuk mengecek apakah ia masih memiliki reaksi alergi.

Baca Juga: 5 Penyebab Perut Kembung Pada Balita, Salah Satunya Intoleransi Laktosa!

Perbedaan Bayi Alergi Susu Sapi dengan Intoleransi Laktosa

bayi alergi susu sapi

Foto: Orami Photo Stock

Meski terkesan mirip, alergi susu sapi berbeda dengan intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah reaksi tubuh yang tidak bisa mencerna laktosa, gula alami di dalam susu. Tapi kondisi intoleransi laktosa bukan alergi.

Intoleransi laktosa umumnya terjadi pada anak dengan usia yang lebih tua dan pada orang dewasa.

Dilansir dari What to Expect, gejala intoleransi laktosa di antaranya:

  • Diare
  • Muntah
  • Perut kembung
  • Gampang kentut
  • Rewel dan menangis
  • Susah naik berat badan

Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi

Cobalah beberapa tips mengatasi bayi yang mengalami alergi susu sapi berikut ini, untuk menjaga tumbuh kembang bayi tetap terjaga dengan baik.

1. Hindari Pemberian Susu Sapi dan Turunannya

alergi susu sapi

Foto: cyclingmagazine.ca

Ini tentu harus menjadi prioritas Moms jika bayi didiagnosis alergi susu sapi, setidaknya sejak usia dini.

Alergi susu sapi cenderung mereda ketika sistem pencernaan anak matang.

Jika masih menyusui, Moms juga harus menghindari makanan dan minuman berbasis susu.

ACAAI mengungkapkan menghindari susu dan turunannya adalah satu-satunya cara untuk mengelola alergi susu sapi.

Namun, jika ingin tetap mendapatkan cukup kalsium untuk Moms dan Si Kecil yang hilang karena menghindari susu sapi, mengonsumsi suplemen kalsium sepertinya akan menjadi solusi yang baik.

Opsi lain adalah memberikan Si Kecil makan dengan formula berbasis kasein yang dihidrolisis secara ekstensif.

Formula jenis ini mengandung protein yang telah dipecah, sehingga berbeda dari protein susu sapi dan tidak menyebabkan reaksi alergi.

2. Cek Label Makanan dan Minuman

Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -2.jpg

Foto: gettyimages.com

Melihat daftar produk susu dapat membantu jika Moms tidak yakin apa yang harus dihindari sebelum memberikan makanan pada bayi yang memiliki alergi susu sapi.

Penting untuk membaca label makanan, bahkan jika dituliskan non-dairy atau milk-free karena tidak semuanya benar-benar bebas susu.

Makanan dan minuman yang mengandung susu sapi di antaranya:

  • Butter
  • Mentega
  • Kasein
  • Keju
  • Krim
  • Custard
  • Lactalbumin
  • Lactoferrin
  • Lactose
  • Lactulose
  • Susu (segala jenis, contoh: low fat, skim)
  • Hydrolysate
  • Whey
  • Sour cream
  • Yoghurt

Menurut Kids With Food Allergies, hanya ada dua turunan susu yang disebut laktoferin dan tagatose yang aman bagi kebanyakan bayi dengan alergi susu sapi.

Meski begitu, jika nama-nama tersebut terdapat dalam kemasan makanan atau minuman untuk Moms dan Si Kecil, akan lebih baik utnuk menghindarinya.

Baca Juga: Alergi Susu Bisa Sebabkan Anafilaksis Lho Moms, Waspada!

3. Ganti dengan Mengonsumsi Makanan Alternatif

Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -3.png

Foto: insights.ibx.com

Ada banyak alternatif susu sapi saat ini. Beberapa pilihan di antarnya adalah susu kelapa dan susu almond.

Pastikan Moms memilih susu almond tanpa pemanis. Nutrisi susu almond yang dibeli di toko biasanya mencakup sejumlah besar vitamin E, vitamin D, dan kalsium.

Santan adalah pilihan lain yang lezat dan sarat dengan lemak sehat. Santan juga mengandung nutrisi penting seperti mangan, besi, fosfor, kalium, selenium, tembaga, magnesium dan banyak lagi dalam setiap porsi.

Lengkapi juga nutrisi untuk Moms dan bayi dengan mengonsumsi makan sumber kalsium. Misalnya dengan sayuran berdaun hijau, salmon, brokoli, dan jus buah.

4. Memasak Sendiri di Rumah

Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -4.jpg

Foto: alive.com

Salah satu cara terbaik untuk menghindari susu adalah dengan membuat sendiri makanan atau minuman yang akan dikunsumsi oleh Moms dan Si Kecil.

Dengan cara ini, Moms akan menghindari bahan-bahan yang terlarang untuk dikonsumsi oleh bayi yang memiliki alergi susu sapi.

Menggunakan bahan makanan utuh yang dimasak sendiri akan menghindari kerancuan label makanan dan produsen makanan olahan.

Baca Juga: Alternatif Pengganti Susu Sapi untuk Anak yang Alergi Susu

Itulah beberapa cara untuk mengatasi bayi yang memiliki alergi susu sapi yang bisa dicoba. Selain itu, jangan lupa untuk terus berkonsultasi dengan dokter ya Moms.

Artikel Terkait