PROGRAM HAMIL
9 Desember 2019

Mengatasi Gangguan Pergerakan Sperma (Asthenozoospermia) yang Mengganggu Kesuburan

Motilitas sperma juga dipengaruhi oleh gaya hidup.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Jika Dads divonis terkena gangguan pergerakan sperma (asthenozoospermia), jangan sedih dulu ya Moms. Memang benar gangguan pergerakan sperma jenis asthenozoospermia ini bisa menyebabkan infertilitas. Namun, ia bisa disembuhkan, Moms.

Yuk, simak penjelasan dr. Mira Krishtania, Sp.And. dari Klinik Fertilitas Bocah Indonesia.

“Asthenozoospermia adalah kondisi dimana terjadi gangguan pada pergerakan sperma dengan jumlah sperma yang motil kurang dari 40% atau jumlah sperma yang bergerak progresif kurang dari 32%,” jelas dr. Mira.

Apa itu motil atau motilitas sperma? Nah, Motilitas sperma adalah kemampuan sperma untuk bergerak di dalam tubuh wanita setelah memasukinya.

Ada dua jenis motilitas yakni motilitas progresif yaitu ketika sperma berenang di sebagian besar garis lurus atau lingkaran besar dan motilitas nonprogresif yaitu sperma dapat bergerak tapi tidak melakukan pergerakan yang progresif atau hanya dapat berenang di lingkaran yang terbatas.

Baca Juga: Masalah Infertilitas Bisa Menurun ke Anak? Simak Penjelasannya

Penyebab Gangguan Pergerakan Sperma Asthenozoospermia

Gangguan Pergerakan Sperma Asthenozoospermia 01.jpg

Foto: seattlespermbank.com

Sebenarnya, ada banyak penyebab gangguan pergerakan sperma asthenozoospermia. Di antaranya adalah:

- Adanya antibodi yang melawan sperma.

- Konsumsi alkohol atau obat-obatan lainnya (tembakau, ganja, dll.)

- Umur (motilitas berkurang di atas umur 45 tahun)

- Paparan produk berbahaya (pupuk, bahan kimia)

- Infeksi pada semen

- Masalah pada testikel

- Teratozoospermia (morfologi sperma yang tidak normal, terutama pada ekor dan bagian tengah sel sperma)

- Penyakit varikokel

- Pola makan yang tidak sehat.

- Vasektomi

- Demam

- Kemoterapi dan radioterapi

- Kebiasaan yang membuat suhu testikel bertambah seperti sauna atau berpakaian sempit.

“Namun, diperlukan pemeriksaan langsung ke dokter spesialis andrologi untuk mengetahui penyebab dari gangguan pergerakan sperma asthenozoospermia, karena jika penyebabnya diketahui maka tata laksana yang diberikan akan sesuai dan lebih efektif,” kata dr. Mira.

Baca Juga: 6 Cara agar Sperma Sehat dan Siap Membuahi

Perawatan untuk Gangguan Pergerakan Sperma Asthenozoospermia

Gangguan Pergerakan Sperma Asthenozoospermia 02.png

Foto: healthlifemagazine.com

Bagi penderita gangguan pergerakan sperma asthenozoospermia, perawatan yang bisa dilakukan dimulai dengan diet untuk menjaga kesehatan reproduksi pria secara umum. Pola hidup sehat bisa dilakukan dengan cara makan makanan yang bergizi, bervariasi, dan kaya akan antioksidan.

Antioksidan bisa ditemukan pada makanan seperti anggur, buah beri, kacang, sayuran hijau gelap, ubi merah dan sayuran oranye, teh, biji-bijian, serta ikan. Dads juga bisa memperbanyak makan makanan yang mengandung asam amino esensial seperti L-carnitine seperti daging, ayam, susu, dan telur.

“Selain itu, Dads juga dihimbau untuk menghindari konsumsi rokok dan alkohol karena dua kebiasaan tersebut bisa mengurangi kesuburan.Selain itu, Dads juga harus aktif secara fisik dengan berolahraga secara teratur,” jelas dr. Mira.

Nah, jadi itulah penjelasan tentang gangguan pergerakan sperma asthenozoospermia. Jadi, jangan risau dulu. Berkonsultasilah ke dokter, dan jalani perawatan tersebut demi meningkatkan kualitas sperma. Semoga berhasil dengan program hamilnya, Moms dan Dads!

Baca Juga: Bahaya PCOS Bagi Wanita yang Sedang Program Hamil

(*)

Artikel ini ditulis bekerja sama dengan Klinik Fertilitas Bocah Indonesia.

Artikel Terkait