KEHAMILAN
31 Maret 2020

Cara Mengatasi Kesedihan Karena Kehilangan Kehamilan

Kehilangan kehamilan tentunya seperti mimpi buruk bagi Moms dan Dads
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Mengalami keguguran tentunya membuat kita merasa lebih sedih daripada yang pernah Moms bayangkan.

Sangat sulit untuk menerima kondisi ini, apalagi jika ini merupakan kehamilan pertama Moms.

Dampak emosional biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih daripada pemulihan fisik.

Membiarkan diri kita berduka karena kehilangan bisa membantu Moms untuk menerimanya seiring berjalannya waktu.

Kehidupan terus berjalan, bukan?

Baca Juga: Pasca Keguguran, Ibu Justru Berpotensi Menjalani Kehamilan yang Sehat

Gejala Fisik karena Tekanan Emosi Pascakeguguran

Cara Mengatasi Kesedihan Karena Kehilangan Kehamilan.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Moms mungkin mengalami emosi yang kurang stabil, seperti mati rasa, tidak percaya, marah, bersalah, sedih, depresi, dan sulit berkonsentrasi.

Bahkan, jika kehamilan berakhir sangat dini, rasa ikatan antara ibu dan bayinya bisa kuat.

Beberapa wanita bahkan mengalami gejala fisik dari tekanan emosional mereka. Gejala-gejala ini termasuk:

  • Kelelahan
  • Sulit tidur
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kehilangan selera makan
  • Sering menangis
  • Hubungan yang rusak atau menderita dengan keluarga atau teman
  • Upaya atau tindakan bunuh diri / bunuh diri

Perubahan hormon yang terjadi setelah keguguran dapat mengintensifkan gejala-gejala ini.

Mengatasi Kesedihan Setelah Keguguran

Cara Mengatasi Kesedihan Karena Kehilangan Kehamilan 2.jpg

Foto: womenshealth.gov

Menurut American Pregnancy Association, Moms perlu menghargai kebutuhan dan keterbatasan saat mengatasi kesedihan dan mulai sembuh. Lakukan hal ini untuk melewati masa-masa sulit dan terberat Moms:

  • Rangkul orang-orang terdekat kita
  • Mintalah pengertian, kenyamanan, dan dukungan
  • Mintalah konseling untuk membantu diri Moms dan Dads. Kita tidak harus menghadapi ini sendirian
  • Beri diri Moms banyak waktu untuk berduka dan kesempatan untuk mengingat.

Baca Juga: Catatan untuk Para Suami yang Menemani Istri Setelah Keguguran

Saling Menguatkan Bersama Pasangan

Cara Mengatasi Kesedihan Karena Kehilangan Kehamilan 3.jpg

Foto: flo.health

Secara umum, wanita lebih ekspresif tentang kondisi kehilangan dan lebih cenderung mencari dukungan dari orang lain.

Laki-laki mungkin lebih berorientasi pada tindakan, cenderung untuk mengumpulkan fakta dan menyelesaikan masalah, dan karenanya sering tidak memilih untuk berpartisipasi dalam hal yang melibatkan perasaan.

Ini tidak berarti dia tidak berduka. Seringkali pria mengubur diri mereka dalam pekerjaan ketika mereka sedang bersedih.

Orang tua mengalami tingkat ikatan yang berbeda dengan bayi.

Ikatan antara wanita hamil dan bayi yang tumbuh di dalam dirinya adalah unik.

Seorang wanita dapat mulai mengikat sejak ia memiliki tes kehamilan positif.

Ikatan untuk ayah dapat dimulai saat ia mengalami tanda-tanda fisik bayi, seperti melihat gambar ultrasonik atau merasakan bayi menendang.

Namun, terutama untuk pria, ikatan nyata mungkin tidak berkembang sampai setelah bayi lahir.

Inilah sebabnya mengapa pria mungkin tampak kurang terpengaruh ketika kehilangan bayi terjadi di awal kehamilan.

Nah, perbedaan-perbedaan inilah yang dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan ketika Moms mencoba untuk berdamai dengan kehilangan.

Baca Juga: Ingin Hamil Lagi Setelah Keguguran? Lakukan 5 Hal Ini

Cara Saling Menguatkan dengan Dads

Cara Mengatasi Kesedihan Karena Kehilangan Kehamilan 4.jpg

Foto: verywellfamily.com

Maka, Moms dapat saling menguatkan dan bertahan dengan Dads dengan cara:

  • Menghormati dan peka terhadap kebutuhan dan perasaan masing-masing.
  • Bagikan pikiran dan emosi Anda dengan menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.
  • Menerima perbedaan dan mengakui gaya koping masing-masing.

Perlu waktu memang untuk Moms bisa merencanakan kembali kehamilan setelah keguguran, tapi berlarut dalam kesedihan pun tidak baik bagi kondisi psikologis Moms.

Hidup perlu berjalan, Moms bisa memulainya dengan mempelajari kesalahan di kehamilan sebelumnya, misalnya terlalu lelah atau terdapat masalah dalam kehamilan sebelumnya.

Tentunya hal tersebut harus kita pelajari untuk menghindari kesalahan di kehamilan berikutnya.

Menurut tommys.org, kemarahan adalah bagian yang sangat alami dari kesedihan.

Rasa tidak adil, menyalahkan diri sendiri, dan semua perasaan yang Moms alami saat kehilangan kehamilan adalah normal.

Namun, jika Moms mulai khawatir tentang bagaimana perasaan Moms dan apa yang harus dilakukan, maka alangkah lebih baiknya diskusikan dengan dokter selama masa pemulihan.

Moms juga bisa meminta rekomendasi psikolog atau psikiater yang bisa membantu Moms melewati masa-masa tersulit ini.

Artikel Terkait