DI ATAS 5 TAHUN
22 Januari 2020

Mengatasi Pityriasis Rosea pada Anak

Ruam ini gatal namun tidak berbahaya
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ada macam-macam jenis ruam yang bisa menyerang Si Kecil, salah satunya adalah pityriasis rosea. Penyakit kulit ini sebenarnya lebih sering menyerang anak yang sudah agak besar dan remaja. Namun, siapa saja bisa terkena.

Pityriasis rosea adalah ruam kulit gatal yang muncul di dada, perut, paha, atau punggung. Awalnya muncul satu ruam besar berbentuk lonjong yang disebut herald patch (ruam pertanda/ruam induk) yang sering disangka kurap.

Beberapa hari kemudian, muncul ruam-ruam kecil (ruam anak) di sekitar batang tubuh. Dalam beberapa kasus, ruam menyebar ke lengan dan tungkai namun tidak tampak di telapak tangan dan kaki.

Pityriasis rosea bisa menyebabkan sedikit ketidaknyamanan karena agak gatal, tapi kondisi ini tidak serius. Moms bisa menanganinya di rumah.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam pada Kulit Bayi

Penyebab Pityriasis Rosea

Menurut situs KidsHealth, penyebab pityriasis rosea belum diketahui. Penyakit ini biasanya tidak menular. Selain itu, di negara dengan empat musim, pityriasis rosea lebih sering muncul pada musim semi dan musim gugur.

Gejala Pityriasis Rosea

Gejala Pityriasis Rosea.jpg

Foto: tenerifenews.com

Kebanyakan anak dan remaja yang mengalami pityriasis rosea tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Sebagian lain mengalami gejala seperti flu yakni sakit tenggorokan, kelenjar bengkak, sakit kepala, atau lelah beberapa hari sebelum ruam muncul.

Herald patch bisa jadi satu-satunya gejala pityriasis rosea selama 2-3 minggu. Setelah itu diikuti dengan ruam kecil berbentuk lonjong atau bundar yang mungkin timbul dan terasa bersisik.

Warna ruam pityriasis rosea merah muda atau merah pada orang berkulit putih. Pada orang berkulit gelap, warnanya bisa bermacam-macam, mulai dari ungu, cokelat, hingga abu-abu.

Terkadang, ruam tersebut menyebar di punggung dengan pola seperti pohon Natal dan terasa gatal. Ruam bersisik ini bisa bertahan selama 2-8 minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Baca Juga: Menangani Ruam Kulit Balita yang Disertai Demam

Mengatasi Pityriasis Rosea pada Anak

Mengatasi Pityriasis Rosea pada Anak.jpg

Foto: stocksy.com

Pityriasis rosea bisa menyebabkan gatal selama 1-2 minggu. Namun, kebanyakan kasus pityriasis rosea hilang sendiri dalam 1-2 bulan tanpa diberi perawatan.

Kalaupun memerlukan pengobatan, biasanya hanya untuk meredakan gatal. Moms bisa memberikan Si Kecil krim gatal (hidrokortison) atau sirop alergi (antihistamin) yang dijual bebas.

Membiarkan anak berjemur di bawah sinar matahari selama 5-10 menit setiap hari selama beberapa hari juga bisa meredakan gatal. Namun, pastikan Si Kecil terhindar dari risiko kulit terbakar yang justru bisa memperparah ruam.

Jika gatal sangat mengganggu, Si Kecil mungkin disarankan untuk menjalani terapi sinar ultraviolet B oleh ahli dermatologi. Cara ini bisa mengurangi gatal dan durasi ruam.

Baca Juga: Selain Ruam Popok, Ini Beberapa Masalah Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

Situs web Fairview menyarankan Moms menyiapkan air hangat kuku untuk Si Kecil mandi. Pastikan suhunya tidak terlalu panas, ya, Moms.

Setelah sembuh, bekas ruam mungkin akan terlihat lebih gelap atau lebih terang dibanding kondisi normal. Tapi, tak perlu khawatir, Moms, karena warnanya akan memudar seiring waktu.

Jika ruam pityriasis rosea makin parah, terasa sakit, atau gatal tidak hilang dengan cara-cara tadi, hubungi dokter, ya, Moms.

Artikel Terkait