KEHAMILAN
1 Agustus 2020

4 Cara Mengatasi Psoriasis Saat Hamil

Penyakit satu ini ditandai dengan ruam merah pada kulit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Psoriasis bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Psoriasis adalah diduga sebagai jenis penyakit yang terkait dengan gangguan autoimun.

“Psoriasis merupakan salah satu kondisi kulit paling umum, yang mempengaruhi sekitar 2% dari populasi AS, dan walaupun kondisi pada setiap orang tidak sama, pendekatan untuk perawatan dan pencegahan sering serupa," kata Dr. Gideon Smith, asisten profesor dermatologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts yang berafiliasi dengan Harvard.

Psoriasis dapat dipicu oleh salah satu dari beberapa penyebab berikut, seperti stres, cedera pada kulit (terbakar sinar matahari, tergores, gigitan), obat-obatan dan infeksi tertentu (radang tenggorokan, infeksi pernapasan). Kemungkinan pemicu lain yang bisa terjadi adalah alergi, diet dan cuaca.

Psoriasis ditandai dengan ruam merah pada kulit, disertai rasa gatal atau perih, kulit terkelupas, menebal, terasa kering dan bersisik.

Baca Juga: Mengenal Perubahan Warna Kulit Chloasma Pada Ibu Hamil

Sementara penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui dengan pasti, para ahli percaya bahwa menderita psoriasis ringan atau sedang tidak meningkatkan risiko komplikasi kehamilan atau masalah bagi janin di dalam perut.

Namun, menurut sebuah studi tahun 2017 dari Journal of American Academy of Dermatology menemukan bahwa orang yang menderita psoriasis dan menutupi tubuh mereka sebanyak 10% atau lebih, memiliki kemungkinan sebanyak 64% mengembangkan diabetes tipe 2, daripada mereka yang tidak menderita psoriasis.

Namun Moms jangan khawatir, menurut Management of Psoriasis in Pregnancy psoriasis tidak mempengaruhi kesuburan atau tingkat keguguran, cacat lahir, atau kelahiran prematur. Banyak pengobatan untuk psoriasis berhubungan dengan masalah potensial selama kehamilan.

Nah, agar Moms tidak cemas terus-menerus, berikut cara mengatasi psoriasis saat hamil. Disimak yuk, Moms.

Mengatasi Psoriasis Saat Hamil

Lalu bagaimana cara mengatasi psoriasis saat hamil? Berdasarkan jurnal U.S National Library of Medicine mengenai psoriasis pada ibu hamil dan menyusui, ada beberapa cara untuk mengatasi psoriasis pada ibu hamil. Simak penjelasannya di bawah ini yuk.

1. Perawatan Topikal

mengatasi psoriasis saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Pengobatan topikal, dengan pengecualian beberapa obat, merupakan rekomendasi pengobatan lini pertama psoriasis pada wanita hamil dan menyusui.

Obat topikal (lotion atau krim yang dioleskan ke kulit), emolien (seperti Vaseline), pelembab atau kortikosteroid topikal dosis rendah adalah pengobatan pilihan yang bisa dilakukan. Coba kita lihat masing-masing emolien tersebut yang bisa digunakan di bawah ini yuk.

  • Kortikosteroid

Emolien satu ini bekerja dengan cara mengurangi inflamasi kulit. Penggunaannya yang berlebihan dapat mengakibatkan penipisan kulit. Karena itu, kortikosteroid hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Khusus untuk bagian yang sensitif seperti wajah atau lipatan kulit, dokter akan memberikan kortikosteroid oles dengan dosis lebih rendah.

  • Calcineurin inhibitor

Obat ini bekerja dengan cara menghambat kinerja sistem kekebalan tubuh sehingga mengurangi inflamasi kulit. Jenis calcineurin inhibitor (penghambat calcineurin) yang biasa Moms gunakan adalah tacrolimus and pimecrolimus.

Namun, calcineurin inhibitor tidak dianjurkan pemakaiannya untuk jangka panjang ya Moms, karena berpotensi untuk meningkatkan risiko kanker kulit dan limfoma.

  • Dithranol

Dithranol ini biasanya digunakan untuk jangka pendek dalam menangani ruam akibat psoriasis pada kaki, tangan, serta pada tubuh bagian atas. Namun tetap saja pemakaian obat ini harus hati-hati (tidak boleh terlalu kental atau tinggi konsentrasinya) karena kulit bisa terbakar. Moms bisa konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya ya.

  • Analog vitamin D

Calcipotriol dan calcitriol merupakan 2 jenis analog vitamin D yang biasanya digunakan. Krim ini dapat dipakai bersamaan atau menggantikan kortikosteroid oles. Fungsinya adalah untuk menghambat regenerasi kulit dan mengurangi inflamasi.

Moms bisa oleskan pelembab secara tebal setelah mandi setiap hari untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dengan baik.

Dokter dapat meresepkan berbagai krim, salep dan lotion obat, tergantung pada jenis dan lokasi plak.

Baca Juga: Inilah 4 Alasan Medis di Balik Glowingnya Kulit Ibu Hamil

2. Fototerapi UVB

mengatasi psoriasis saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Fototerapi UVB adalah cara mengatasi proriasis pada ibu hamil yang kedua. Meskipun datanya terbatas, sejauh ini metode ini tidak menimbulkan peningkatan risiko kelainan janin atau prematuritas.

Metode pengobatan psoriasis pada ibu hamil ini tampaknya merupakan terapi yang paling aman. Namun, terlalu panas selama perawatan juga harus dihindari, terutama selama 28 hari pertama kehamilan, karena berisiko terjadi peningkatan risiko cacat tabung saraf.

3. Terapi Obat Sistemik

terapi sistematik bisa mengatasi prosiasis saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi psoriasis pada ibu hamil selanjutnya juga bisa dilakukan dengan obat-obatan sistemik seperti kortikosteroid dan siklosporin

Sekarang ini, dokter sering meresepkan terapi biologis yang menekan sistem kekebalan tubuh. Pengobatan ini berbentuk pil atau injeksi dan digunakan untuk mengobati psoriasis tingkat sedang hingga parah, terutama flare-up yang melibatkan area besar di tubuh.

Baca Juga: 5 Penyebab Kulit Kering yang Sering Tidak Kita Sadari

4. Obat Pelengkap Lainnya

psoriasis saat hamil bisa diobati dengan metode komplementer

Foto: Orami Photo Stock

Sebuah studi yang dipublikasikan secara online pada 5 September 2018, oleh JAMA Dermatology meninjau hasil dari 60 studi dan menemukan bahwa metode pengobatan komplementer tertentu dapat mengatasi psoriasis pada ibu hamil.

Hal ini termasuk metode meditasi, akupunktur, indigo naturalis (bubuk obat Cina yang dicampur menjadi salep), dan suplemen curcumin (bahan aktif dalam rempah kunyit).

Sebagian besar bukti melibatkan penelitian kecil, dan yang lebih besar diperlukan, tetapi pendekatan ini bisa menjadi pilihan yang layak bagi sebagian orang. Jika Moms tertarik pada pendekatan pengobatan komplementer, bicarakan dengan dokter kandungan Moms tentang hal itu.

Selain itu, ada juga obat-obatan yang harus Moms hindari karena tidak aman untuk janin di dalam kandungan.

  • Methotrexate (Trexall), obat ini telah dikaitkan dengan risiko keguguran, lalu langit-langit bibir sumbing, dan cacat lahir lainnya. Selain itu juga dapat menyebabkan masalah kromosom, pria dan wanita harus berhenti meminumnya setidaknya tiga bulan sebelum mencoba untuk hamil. Jurnal dalam U.S. National Library of Medicine menyebutkan bahwa obat ini memiliki kontraindikasi pada kehamilan karena berhubungan dengan keguguran spontan, langit-langit mulut sumbing, dan kelainan tulang
  • Retinoid oral, seperti acitretin (Soriatane) dapat menyebabkan cacat lahir, terutama bila digunakan pada trimester pertama kehamilan. Risiko ini sangat signifikan, sehingga dokter merekomendasikan untuk menunggu dua tahun setelah menghentikan obat-obatan ini sebelum hamil.

Jika Moms meminum obat apa pun melalui mulut untuk mengatasi gejala psoriasis saat hamil, berhati-hatilah. Jika Moms sedang hamil, beri tahu dokter segera. Moms mungkin ingin bertanya kepada dokter tentang mendaftar dalam daftar kehamilan.

Perusahaan farmasi menggunakan pendaftar ini untuk mempelajari apa efek obat mereka selama kehamilan. Dengan ini Moms akan mendapatkan pemahaman yang jauh lebih baik tentang efek obat-obatan ini pada kehamilan dan menyusui.

Itu dia Moms beberapa cara yang dapat Moms coba untuk mengatasi psoriasis saat hamil. Ada beberapa obat yang bisa digunakan, namun ada juga yang harus dihindari, karena berisiko untuk janin di dalam kandungan. Sekarang Moms sudah tidak takut lagi pada psoriasis kan?

Artikel Terkait