TRIMESTER 2
16 April 2020

4 Cara Mengatasi Rambut Lepek Saat Hamil

Ada banyak cara yang bisa dipakai untuk mengatasi rambut lepek saat hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, rasanya bukan rahasia lagi kalau kehamilan membawa banyak perubahan fisik maupun psikis.

Ukuran perut dan payudara yang membesar serta perubahan pada kulit dapat terjadi pada ibu hamil.

Hal ini tidak terkecuali juga dengan perubahan rambut. Rambut ibu hamil bisa menjadi lebih tebal atau malah kebalikannya, menjadi rontok.

Dilansir dari WebMD, rambut biasanya tumbuh dalam tiga fase, yaitu pertumbuhan aktif, istirahat, dan kerontokan. Seseorang mengalami kerontokan rambut 100 rambut setiap hari adalah hal yang wajar.

Nah, ketika hamil, hormon ekstra mengalir melalui tubuh sehingga dapat menggeser siklus pertumbuhan rambut.

Hal ini juga memengaruhi ketebalan rambut. Nyatanya, ada rambut ibu hamil yang akan jauh lebih lepek saat hamil.

Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi rambut lepek saat hamil? Ini ulasannya.

Baca Juga: 8 Cara Merawat Rambut Rontok pada Ibu Hamil

Mengatasi Rambut Lepek Saat Hamil

Cara Atasi Rambut Lepek saat Hamil-1.jpg

Foto: parenting.firstcry

1. Memilih Produk Perawatan yang Tepat

Kunci untuk mengatasi rambut lepek saat hamil adalah pintar dalam memilih produk perawatan rambut.

Biasanya Moms akan memiliki indra penciuman lebih tajam saat hamil, jadi lebih baik pilih sampo dan kondisioner yang bebas pewangi untuk kenyamanan Moms.

2. Pakai Sampo Bebas Minyak

Apabila masalah rambut Moms adalah rambut yang lepek maka sebaiknya pilih produk sampo yang membuat kulit kepala bebas dari minyak.

“Tidak perlu mengganti produk perawatan rambut yang dipakai sebelum hamil, kecuali Moms menggunakan sampo yang diresepkan oleh dokter. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang sampo obat apabila memakainya,” ujar Heather Woolery-Lloyd, asisten profesor dermatologi dari University of Miami.

3. Hindari Produk Berbahan Kimia Keras

Hindari produk perawatan rambut yang mengandung bahan kimia keras karena dapat diserap melalui kulit kepala dan diteruskan pada janin yang sedang tumbuh.

Menurut Nia Terezakis, profesor klinis dari Universitas Tulane, semakin sedikit bahan kimia dalam produk perawatan rambut maka akan mengurangi risiko kulit kepala untuk terluka atau iritasi.

Jadi sebaiknya, tunda terlebih dulu proses pewarnaan atau pemutihan rambut agar kulit kepala Moms terhindar dari perawatan kimia yang bisa membuat iritasi.

Baca Juga: Ini 4 Perawatan Rambut yang Boleh Dilakukan selama Hamil

4. Potong Ujung Rambut

Moms dapat memotong ujung rambut secara teratur yang membantu mencegah ujung rambut bercabang, serta menjadikan rambut lebih sehat saat tumbuh.

Perhatikan pula kebiasaan yang Moms lakukan setiap hari. Segera bersihkan rambut seusai beraktivitas seharian. Selain itu, hindari memakai kondisioner pada area batang rambut karena dapat membuat rambut terlihat semakin lepek.

Moms juga bisa menggunakan dry shampoo untuk mengatasi rambut lepek secara instan. Hanya saja, penggunaan dry shampoo jangan terlalu sering ya, karena rentan membuat kulit kepala jadi berketombe.

Pola Makan Saat Hamil dan Kesehatan Rambut

Cara Atasi Rambut Lepek saat Hamil-2.jpg

foto: motherandbaby

Moms, tahukah bahwa pola makan saat hamil juga memengaruhi kesehatan rambut? Sebaiknya, seimbangkan makanan agar kesehatan rambut selama hamil dapat terjaga dengan baik dan dapat mengatasi rambut lepek.

“Ibu hamil harus benar-benar fokus terhadap setiap nilai gizi dalam makanannya. Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang mampu menyelesaikan sebagian besar masalah kulit dan rambut. Coba perbanyak makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, telur, dan ikan,” ujar Dr. Priyanka Reddy dari India.

Beberapa jenis makanan tersebut mampu memelihara folikel rambut dan membuatnya menjadi lebih kuat dan sehat.

Baca Juga: Bolehkah Mewarnai Rambut Saat Hamil? Ini Jawaban Pakar!

Jika dirasa kurang cukup, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan suplemen yang menunjang kesehatan rambut saat hamil.

Ingat, harus sesuai anjuran dokter dan jangan sembarangan dalam mengonsumsi suplemen atau vitamin apapun, ya!

Artikel Terkait