NEWBORN
5 Desember 2019

4 Cara Mengatasi Ruam Popok Akibat Jamur

Bisa diatasi dengan mengaplikasikan obat antijamur
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Dermatitis popok adalah salah satu kondisi kulit paling umum yang diderita bayi dalam bulan-bulan pertama pasca kelahiran.

Kulit yang terkena gesekan popok, hidrasi berlebihan, pH bervariasi, dan kontak terus-menerus dengan urin dan feses, yang keduanya sangat mengiritasi kulit.

Meskipun jarang menyebabkan masalah untuk jangka waktu yang lama, ruam popok ini bisa menyebabkan kesulitan besar bagi bayi dan juga orang tua.

Terlebih jika Si Kecil mengalami ruam popok akibat jamur. Jenis ruam popok yang dikenal juga dengan nama candida dermatitis ini disebabkan karena jamur Candida albicans.

Dilansir dari jurnal Superficial Mycoses Associated with Diaper Dermatitis, infeksi yang paling umum yang terkait dengan diaper dermatitis disebabkan oleh ragi Candida, terutama Candida albicans, yang telah dilaporkan lebih dari 80% kasus.

Baca Juga: Manfaat Zinc Oxide Selain Atasi Ruam Popok

Mengatasi Ruam Popok Akibat Jamur

Bagaimana cara mengatasi ruam popok karena jamur ini? Simak di bawah ini ya Moms.

1. Rutin Mengganti Popok Anak

ruam popok akibat jamur

Dalam mengatasi ruam popok karena jamur, hal paling penting yang harus dilakukan pertama kali adalah mengurangi paparan urin dan feses.

Inilah sebabnya mengapa sering mengganti popok direkomendasikan. Dengan sering mengganti popok Si Kecil, kulit anak akan tidak akan menjadi lembab karena urin dan feses terlalu lama.

Baca Juga: 5 Alasan Untuk Memilih Popok Sekali Pakai Dibanding Popok Kain

2. Gunakan Krim

ruam popok akibat jamur

Krim penghalang atau emolien sederhana harus Moms aplikasikan pada kulit pantat bayi setiap penggantian popok.

Perlu diingat, bahan-bahan terbaik yang harus ada dalam kandungan krim penghalang ini seperti seng oksida, petrolatum, minyak hati ikan kod, dan lanolin.

Dua bahan pertama adalah yang paling sering digunakan. Penting untuk menyadari bahwa jika ada infeksi Candida, mereka biasanya bersifat kontraproduktif.

3. Menggunakan Obat Antijamur

ruam popok akibat jamur

Berdasarkan jurnal U.S. National Library of Medicine, Moms bisa menggunakan obat antijamur. Coba gunakan antimikotik (substansi menekan pertumbuhan dan perkembangan jamur), karena kebanyakan kasus disebabkan oleh C. albicans, mereka biasanya merespon dengan baik terhadap berbagai antimikotik topikal yang tersedia.

Nistatin masih umum digunakan, tetapi kurang aktif dibandingkan turunan imidazol. Oleh karena itu, jika infeksi tidak merespons dalam 1-3 hari perawatan nistatin, dianjurkan untuk beralih ke azoles.

Azol yang paling banyak digunakan adalah clotrimazole, miconazole, ketoconazole, dan bifonazole. Mereka biasanya diterapkan dua kali sehari selama 7-10 hari dan umumnya memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, berkisar antara 50 hingga 68%.

Baca Juga: Cara Membersihkan Pompa ASI yang Benar untuk Hindari Kuman dan Jamur

4. Konsultasi dengan Dokter

ruam popok akibat jamur

Jika sudah mencoba obat antijamur, namun belum sembuh juga, ada baiknya Moms membawa Si Kecil untuk langsung berkonsultasi dengan dokter.

Itu dia beberapa cara untuk mengatasi ruam popok akibat jamur pada bayi. Semoga membantu ya, Moms.

Artikel Terkait