PROGRAM HAMIL
30 Januari 2020

3 Tips Mengecek Masa Ovulasi Dengan Suhu Basal Tubuh

Dengan rutin mengecek suhu basal tubuh, Moms bisa mengetahui waktu terbaik berhubungan seksual
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Dina Vionetta

Ada banyak cara untuk mengetahui waktu ovulasi, termasuk dengan secara berkala mengukur suhu basal tubuh.

Apalagi bagi Moms yang sedang mendambakan kehamilan, ovulasi merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan saat ini.

Suhu basal tubuh adalah kondisi suhu tubuh pada pagi hari sebelum kamu bangun dari tempat tidur dan mulai beraktivitas. Suhu ini harus dicek berkala.

Mengecek Masa Ovulasi dengan Suhu Basal Tubuh

Tips Mengecek Ovulasi Dengan Suhu Basal Tubuh.jpg

Foto: parents.com

Untuk mendapatkan perhitungan waktu ovulasi yang tepat, berikut ini beberapa tips penting mengukur suhu basal tubuh yang tepat.

Baca Juga: 5 Cara Terbaik Mengetahui Waktu Ovulasi

1. Cek Saat Pagi

1 Cek Saat Pagi.jpg

Foto: unsplash.com

Suhu basal tubuh sebaiknya diambil saat tubuh tenang dan relaks, yaitu saat pagi hari.

“Kita memiliki suhu yang relatif stabil sepanjang hari, tapi terendah di pagi hari, bahkan sebelum beranjak dari tempat tidur,” ungkap dokter kandungan dari St. Joseph’s Health Centre di Toronto sekaligus Direktur Medis ReproMed, The Toronto Institute for Reproductive Medicine, Alfonso Del Valle.

Suhu ini akan berubah sepanjang siklus menstruasi bersama dengan hormon estrogen serta progesteron, dan turun tepat sebelum ovulasi (sekitar 0.4 derajat celsius ke 0.2 derajat celsius), saat produksi progesteron meningkat.

Usai mengukur suhu basal tubuh, Moms bisa mendatanya menggunakan aplikasi kesuburan, seperti Fertility Friend atau Ovia.

Dengan penggunaan aplikasi akan lebih memudahkan Moms mengidentifikasi secara otomatis waktu pelepasan telur.

Untuk melihat pola yang konsisten, Moms perlu mengambil suhu basal tubuh secara berkala setidaknya tiga bulan.

2. Pemilihan Termometer

2 Pemilihan Termometer.jpg

Foto: easybabylife.com

Untuk mengukur suhu basal tubuh sebaiknya Moms menggunakan termometer khusus suhu basal tubuh, karena lebih sensitif terhadap perubahan suhu terkait masa ovulasi.

Ada dua pilihan termometer suhu basal tubuh, yaitu menggunakan merkuri dan digital.

Bentuk termometer suhu basal tubuh digital menyerupai termometer demam dan digunakan secara oral.

Sedangkan jenis merkuri juga menyerupai termometer demam, namun bisa digunakan secara oral atau melalui rektal.

Menurut Direktur divisi Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas di Departemen Kedokteran Kandungan Jefferson Medical College, Thomas Jefferson University, Philadelphia, Gregory Fossum, M.D., banyak dokter merekomendasikan termometer merkuri daripada digital karena lebih akurat.

Namun di sisi lain, jenis merkuri lebih sulit digunakan, karena perlu didiamkan selama tiga sampai lima menit terlebih dahulu sebelum terlihat hasilnya. Sedangkan versi digital dapat terlihat hasilnya hanya dalam waktu 30-60 detik.

Baca Juga: 10 Penyebab Anovulasi (Tubuh Tidak Melepaskan Sel Telur) dan Cara Mengatasinya

3. Seks Di Waktu Tepat

3 Seks Di Waktu Tepat.jpg

Foto: unsplash.com

Setelah mengetahui cara mengetahui ovulasi melalui suhu basal tubuh, pemilihan waktu berhubungan seksual juga merupakan bagian penting dalam program hamil.

Dikutip dari artikel jurnal PubMed berjudul Fertility awareness-based methods: another option for family planning, hari paling subur adalah dua hari sebelum kenaikan suhu basal tubuh.

Namun, sperma dapat bertahan dalam sistem reproduksi Moms sekitar lima hari.

Jika Moms ingin hamil, maka inilah waktu terbaik untuk berhubungan seksual.

Namun, jika Moms tidak merencanakan kehamilan, maka dapat berhubungan seksual tanpa bantuan pengaman dari periode menstruasi hingga tiga sampai empat hari setelah suhu basal tubuh naik setiap bulannya.

Itulah beberapa tips mengecek suhu basal tubuh untuk mengetahui masa ovulasi Moms dalam membantu program hamil.

Baca Juga: Calon Ibu Hamil Perlu Tahu, Ini Dia Cara Mengukur Suhu Basal Tubuh

Artikel Terkait