KESEHATAN
2 Juli 2019

Mengenal 4 Ragam Jenis Susu Formula Bayi, Mana yang Paling Cocok?

Pastikan Moms berkonsultasi dengan Dokter sebelum memberikan susu formula bayi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Memberikan bayi ASI eksklusif tentu merupakan pilihan utama. Namun kadang, ada beberapa alasan yang membuat Moms perlu memberi tambahan susu formula bayi. Karena yang terpenting adalah Si Kecil mendapatkan nutrisi dan gizi yang cukup untuk perkembangannya, baik melalui ASI, susu formula bayi, atau kombinasi keduanya.

“Para Ibu tidak boleh ragu untuk memberi susu formula bayi jika itu diyakini perawat atau Dokter anak mereka adalah yang terbaik untuk bayi. Ini bukan pertanda dunia akan berakhir,” ungkap Ketua American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition, Dr. Steven Abrams, seperti dikutip dari fatherly.com.

Sebelum memilih susu formula bayi yang tepat, kenali dahulu jenis-jenis susu formula bayi sebagai berikut.

1. Susu Sapi

Mengenal 4 Ragam Jenis Susu Formula Bayi, Mana yang Paling Cocok 01.jpg

Foto: babycenter.com

Sebagian besar susu formula bayi dibuat dengan susu sapi yang telah diubah menyerupai ASI. Ini membuat susu formula bayi berbasis protein susu sapi ini memiliki keseimbangan nutrisi yang tepat dan juga lebih mudah dicerna bayi. Untuk sebagian besar bayi yang sehat, para ahli menyarankan pemberian susu formula bayi dari sapi ini sebagai permulaan.

“Ini ditoleransi sangat baik oleh bayi, paling murah, dan mengandung ragam nutrisi yang dibutuhkan bayi,” ungkap Ari Brown, MD, FAAP, dokter anak di Austin, Texas, seperti dikutip dari webmd.com. Namun pada beberapa bayi yang alergi terhadap protein dalam susu sapi, maka perlu memilih jenis susu formula bayi lainnya.

Baca Juga: Hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Memberikan Susu Formula

2. Soya

Mengenal 4 Ragam Jenis Susu Formula Bayi, Mana yang Paling Cocok 02.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Susu formula bayi berbasis kedelai ini dapat diberikan pada bayi yang memiliki masalah intoleransi laktosa susu sapi atau ingin mengeluarkan protein hewani dari menu Si Kecil (biasanya terjadi pada orang tua yang vegetarian).

Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk membatasi pemberian susu formula bayi berbasis soya pada bayi yang memiliki penyakit langka galactosemia atau defisiensi bawaan laktosa. Penyakit ini mencegah tubuh untuk memecah gula dalam susu sapi. Pada beberapa kasus, jika bayi mengalami intoleransi susu sapi, maka kemungkinan besar Si Kecil juga akan bermasalah saat mengonsumsi susu formula bayi berbasis kedelai ini.

Baca Juga: Amankah Menyeduh Susu Formula dengan Air Panas dari Dispenser?

3. Hydrolyzed atau Hypoallergenic

Mengenal 4 Ragam Jenis Susu Formula Bayi, Mana yang Paling Cocok 03.jpg

Foto: babycentre.co.uk

Jenis susu formula bayi ini dibuat dari susu sapi yang telah dimodifikasi, sehingga hanya mengandung partikel protein yang sangat kecil untuk dapat memicu reaksi alergi. Susu formula bayi ini seharusnya hanya dapat diberikan kepada bayi yang sudah dikonfirmasi mengalami alergi susu atau di bawah pengawasan Dokter untuk masalah pencernaan lainnya.

Jenis susu formula bayi ini juga seringkali diberikan kepada bayi prematur yang kesulitan mencerna susu sapi. Sebuah penelitian juga menemukan bahwa susu formula bayi terhidrolisis juga dapat membantu bayi dengan alergi untuk menambah berat badan lebih baik, daripada jenis susu formula bayi lainnya.

4. Bebas Laktosa

Mengenal 4 Ragam Jenis Susu Formula Bayi, Mana yang Paling Cocok 04.jpg

Foto: pediatricsoffranklin.com

Susu formula bayi ini mengganti laktosa (gula dalam susu) dengan jenis karbohidrat lainnya. Beberapa susu formula bayi bebas laktosa sebenarnya mengandung protein susu sapi, sehingga jenis ini tidak bekerja baik pada bayi yang benar-benar alergi terhadap susu sapi.

Baca Juga: Mengenal Intoleransi Laktosa dan Cara Menanganinya

Itulah beberapa jenis susu formula bayi yang paling umum diberikan pada bayi. Sebelum memutuskan memberi susu formula bayi, pastikan Moms berkonsultasi dengan Dokter mengenai jenis yang tepat dan sesuai dengan kondisi Si Kecil.

(GS)

Artikel Terkait