GAYA HIDUP
22 September 2019

Mengenal Alergi Dingin dan Gejala yang Ditimbulkannya

Kenali gejalanya untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Pernahkah Moms atau Dads mengalami biduran atau gatal serta kondisi kulit mendadak merah saat udara dingin? Bisa jadi ini adalah Moms atau Dads menderita urtikaria dingin atau yang biasa disebut alergi dingin.

Alergi dingin merupakan reaksi kulit terhadap suhu dingin yang muncul dalam beberapa menit setelah terkena paparannya. Tak hanya pada cuaca, tubuh orang dengan alergi dingin pun dapat bereaksi saat terkena benda dingin, berada di ruangan dingin, atau menikmati makanan yang dingin.

Baca juga: Alergi Dingin pada Anak, Ini Gejala dan Penanganannya

Gejala Alergi

kesehata, alergi dingin

Foto: tubget.com

Gejala yang paling umum pada penderita alergi dingin adalah tumbulnya bercak merah pada kulit dan rasanya gatal. Untuk beberapa kasus yang lebih berat, menurut National Institutes of Health, gejala yang ditimbulkan bisa berupa tekanan darah rendah, jantung yang berdebar, kesulitan bernapas, hingga syok. Gejala akan timbul beberapa menit setelah terpapar dan dapat berlangsung hingga dua jam.

Dokter Eileen Wang, MD, MPH, asisten profesor dari National Jewish Health di Denver, Amerika, mengatakan bahwa alergi dingin tidak hanya melibatkan musim tetapi bisa juga bisa diakibatkan makanan dingin.

"Jika kulit Anda menjadi merah, gatal, dan bengkak dalam 5-30 menit setelah terkena dingin, Anda mungkin menderita urtikaria dingin. Gejala lain yang bisa dilihat termasuk tangan bengkak saat memegang minuman dingin, atau bibir dan lidah bengkak saat minum minuman dingin," jelas Eileen.

Lalu, seberapa dingin suhu yang bisa memicu alergi ini? Biasanya, gejala akan terpicu ketika suhu turun di bawah 39 derajat Fahrenheit atau 4 derajat Celsius.

Baca juga: Miliki Gejala Serupa, Ini Dia Moms Perbedaan Pilek karena Flu dan Alergi Dingin

Pencegahan

kesehata, alergi dingin

Foto: elitereaders.com

Dokter Alan Greene, MD, FAAP, praktisi kesehatan dan juga penasihat kesehatan global dari Amerika Serikat, mengatakan tindakan pencegahan bisa dilakukan. "Langkah awal untuk melakukan pencegahannya adalah dengan mengidentifikasi pemicu terjadinya alergi," ujarnya. Selain itu lakukan juga beberapa cara berikut ini:

  1. Tingkatkan imunitas dengan mengonsumsi vitamin C.
  2. Dipijat malam hari sebelum beristirahat.
  3. Minum antihistamin yang dijual bebas sebelum terkena dingin.
  4. Lindungi tubuh dari dingin mendadak. Misalnya, jika Moms dan Dads akan berenang. Ada baiknya Moms dan Dads mencelupkan tangan terlebih dulu untuk melihat reaksinya pada kulit.
  5. Hindari makanan atau minuman yang dingin seperti es untuk mencegah pembengkakan pada tenggorokan.
  6. Jika Moms dan Dads memiliki obat-obatan yang harus dikonsumi maka minumlah secara teratur untuk mengurangi risiko pembengkakan.

Penanganan

kesehata, alergi dingin

Foto: thedoctorweighsin.com

Pada beberapa orang, dampak dari alergi ini bisa hilang dengan sendirinya setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Sedangkan untuk pasien lainnya bisa bertahan lebih lama lagi.

Jika Moms dan Dads mengalami alergi dingin, segera cari pertolongan pertama. Jauhi faktor pemicu alergi sesegera mungkin. Usahakan untuk meningkatkan suhu di sekitar Moms dan Dads. Carilah obat antihistamin yang dijual di apotek untuk pengobatan di rumah.

Baca juga: Ini Dia 6 Bahan Alami untuk Mengatasi Biduran

Alergi dingin mungkin bisa timbul sewaktu-waktu tanpa Moms dan Dads sadari. Jadi, ada baiknya berusahalah untuk tetap menjaga kesehatan Moms dan Dads serta siapkan penanganan darurat (obat) kemana pun Moms dan Dads pergi.

(ERN/KM)

Artikel Terkait