KESEHATAN
21 November 2019

Penyakit Aterosklerosis: Faktor Risiko, Gejala, dan Pengobatannya

Penyakit aterosklerosis bisa sebabkan gagal jantung sampai stroke lho
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Obesitas sampai kadar kolesterol yang tinggi bisa memicu datangnya penyakit. Salah satunya adalah penyakit aterosklerosis .

Penyakit satu ini belum banyak dikenal, namun akibatnya bisa fatal jika penanganannya terlambat. Sebenarnya apa itu aterosklerosis? Yuk Moms kita mengenal lebih jauh penyakit yang berkaitan erat dengan arteri atau pembuluh nadi ini.

Arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke anggola tubuh yang lain. Ciri-ciri anteri yang sehat antara lain, fleksibel, kuat, dan elastis. Lapisan permukaan dalamnya licin sehingga darah dapat mengalir dengan lancar.

Dikutip dari Healthline.com, ahli jantung Gerhard Whitworth mengatakan, semakin bertambah usia, beberapa senyawa misalnya saja seperti zat lemak, kalisum, kolesterol, dan juga fibrin bisa menimbulkan plak dan membuat dinding arteri jadi tebal dan pembuluh darah jadi sempit.

Akibat ada penimbunan plak tersebut, peredaran darah jadi terhambat. Sehingga, aliran darah yang pada jantung dan bagian tubuh lainnya. Nah kondisi inilah yang disebut aterosklerosis.

"Dampaknya, kita akan kekurangan oksigen dan juga darah dalam berbagai jaringan di tubuh. Jika dibiarkan, bisa memicu terjadinya serangan jantung, stroke atau gagal jantung," jelas Whitworth.

Penyebab Penyakit Aterosklerosis

Aterosklerosis memang biasanya berkaitan erat dengan penuaan. Namun, bukan berarti usia muda tidak memiliki faktor risiko. Sebuah penelitian yang diterbikan oleh AHA Journals menemukan bahwa akticitas fisik bisa menurunkan faktor risiko seseorang terkena penyakit aterosklerosis, termasuktekanan darah tinggi, resistensi insulin dan intoleransi glukosa, peningkatan konsentrasi trigliserida, konsentrasi kolesterol HDL-C yang rendah, dan obesitas.

Berolahraga dalam kombinasi dengan penurunan berat badan dapat menurunkan konsentrasi kolesterol LDL-C dan membatasi penurunan HDL-C yang sering terjadi dengan pengurangan lemak jenuh makanan.

Berikut beberapa faktor risiko penyakit aterosklerosis yang perlu Moms waspadai.

Baca Juga: Tak Selalu Serangan Jantung, Ini 4 Penyakit Lain yang Diawali dengan Nyeri Dada

1. Penuaan

Penuaan.jpg

Semakin bertambah usia, khususnya di usia senja, jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras untuk memompa dan menerima darah. Kinerja arteri di usia lansia ini biasanya melemah dan menjadi kurang elastis.

2. Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga.jpg

Jika ada anggota keluarga yang pernah menderita penyakit aterosklerosis, maka kita juga berisiko mengalami penyakit yang sama. Kondisi ini sama dengan penyakit yang berkaitan dengan jantung, di mana dalam banyak kasus penyakit jantung memang diturunkan.

3. Kurang Olahraga

Kurang olahraga.jpg

Olahraga rutin sangat baik untuk jantung kita. Karena membuat otot jantung kuat dan mendorong oksigen dan darah mengalir dengan lancar.

Karena itu, menjalani gaya hidup kurang gerak atau disebut sedentary lifestyle, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Tekanan Darah Tinggi

High blood pressure.jpg

Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah kita, dengan cara membuatnya lemah di beberapa area tubuh. Fleksibilitas arteri bisa berkurang.

5. Merokok

Smoking.jpg

Merokok atau mengonsumsi produk tembakau bisa merusak pembuluh darah dan juga jantung.

6. Penderita Diabetes

Diabetes.jpg

Orang yang mengidap diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena coronary artery disease (CAD) atau penyakit arteri koroner.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Pasangan Anda Terkena Serangan Jantung saat Bercinta?

Gejala Penyakit Aterosklerosis

Gejala artherosclerosis seringnya justru tidak terdeteksi sampai akhirnya penyumbatan dalam pembuluh darah terjadi. Nah, berikut ini beberapa gejala yang biasanya terjadi

  • Rasa sakit di dada
  • Rasa sakit di kaki, lengan dan di area lain yang arterinya telah tersumbat.
  • Napas pendek
  • Kelelahan luar biasa
  • Kebingungan, karena penyumbatan sudah mempengaruhu sirkulasi ke otak
  • Pelemahan otot di kedua kaki karena kurangnya sirkulasi.

Selain itu, perlu juga diketahui gejala-gejala serangan jantung maupun stroke. Karena kedua penyakit ini bisa dipicu oleh aterosklerosis.

Baca Juga: Seperti Apa Menu Sehat untuk Mencegah Stroke dan Diabetes?

Pengobatan Penyakit Aterosklerosis

Terkait penanganannya, jika belum parah, biasanya dokter akan menyarankan mengubah gaya hidup kita. Tujuannya adalah untuk menurunkan jumlah lemak dan kolesterol dalam tubuh.

Kita juga harus berolahraga untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Terkadang dokter juga akan memberikan penanganan medis seperti pemberian obat atau bisa saja operasi.

Ahli Jantung Providence Heart and Vascular Institute Amerika Serikat James Beckerman, MD, FACC mengatakan bahwa mengubah gaya hidup memang tidak akan menghilangkan plak dalam arteri. Namun, itu sudah terbukti bisa menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Dia menambahkan, obat kolesterol dan darah tinggi juga bisa membantu mememperlambat atau bahkan menghentikan pembentukan plak dalam arteri. Obat-obat itu juga bisa menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

"Pengobatan lainnya adalah angiografi dan stenting serta operasi by pass," jelasnya seperti dikutip dari Webmd.com.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang penyakit aterosklerosis Moms. Semoga bermanfaat ya!

(SERA)

Artikel Terkait