KEHAMILAN
15 April 2020

Mengenal Blighted Ovum, Kondisi Kandungan Tidak Berkembang

Salah satu penyebabnya adalah sel telur dibuahi sperma yang mengalami gangguan atau kecacatan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menurut dr. Yuslam Edi Fidianto, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Pondok Indah, blighted ovum adalah kehamilan yang tidak berkembang, yang berasal dari sel telur yang dibuahi sperma yang mengalami gangguan atau kecacatan kromosom sehingga terjadilah kehamilan yang tidak berkembang optimal.

Biasanya blighted ovum terjadi pada trimester pertama, pada saat dilakukan pemeriksaan USG hanya ditemukan kantung janin tanpa adanya janin.

Baca Juga: Kehamilan yang Gagal, Kenali Ciri-ciri Hamil Anggur

Moms mungkin akan mengalami tanda-tanda kehamilan seperti periode menstruasi yang terlewat atau terlambat dan tes kehamilan positif. Banyak perempuan menganggap kehamilan ini sudah pasti karena tingkat hCG mereka meningkat.

Bagaimana cara mengetahui jika kita mengalami blighted ovum atau tidak? Simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Blighted Ovum

blighted ovum

Penyebab blighted ovum sebesar 50 persen adalah keguguran di trimester pertama dan biasanya merupakan gangguan kromosom juga.

Dilansir dari American Pregnancy Association, tubuh perempuan mengenali kromosom abnormal pada janin dan secara alami tidak mencoba melanjutkan kehamilan karena janin tidak akan berkembang menjadi bayi yang sehat.

Hal Ini dapat disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak normal, atau kualitas sperma atau telur yang buruk.

Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

Tanda-Tanda Blighted Ovum

blighted ovum

Bagi seorang perempuan, mungkin sulit membedakan apakah mengalami kehamilan benar atau hanya blighted ovum. Apalagi sebelumnya dijelaskan bahwa kita mungkin akan mengalami gejala-gejala kehamilan juga.

“Gejala dari blighted ovum sama seperti pada kehamilan biasanya,” ujar dr. Yuslam Edi Fidianto.

Akan tetapi jika kita melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan pemeriksaan USG sebelum berakhirnya trimester pertama, Moms akan tahu jika kantung janin tidak berisi janin juga. Biasanya hal ini diikuti juga dengan adanya flek atau perdarahan pervaginam sedikit-sedikit atau terus-menerus.

Mengatasi Blighted Ovum

blighted ovum

Cara mengatasi blighted ovum adalah tindakan kuretase ditambah dengan obat-obatan. Setelahnya, tunggu apakah akan terjadi abortus spontan (aborsi secara spontan) atau tindakan dilatasi kuretase mekanik (tindakan kuretasi yang diawali dengan tindakan melebarkan leher rahim menggunakan alat).

Baca Juga: Hamil atau Tidak? Cek 5 Tanda Kehamilan Ini

“Blighted ovum tidak dapat dicegah, karena biasanya sudah terjadi kehamilan,” jelas dr. Yuslam Edi Fidianto.

Pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadinya kehamilan dengan cara menjalani gaya hidup sehat, pola makan yang baik, dan bila perlu diberikan beberapa vitamin untuk menjaga kualitas sel telur agar pada saat dibuahi sperma bisa berkembang secara optimal.

Blighted ovum dapat terjadi pada semua usia, terutama pada perempuan yang berusia lanjut (lebih dari 40 tahun saat hamil). Jika Moms memiliki faktor risiko blighted ovum, sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter saat melakukan program hamil ya.

Artikel Terkait