KEHAMILAN
26 Juli 2019

Mengenal Buku KIA, Buku Sakti Untuk Pantau Kesehatan Ibu dan Anak

Buku KIA bisa menurunkan angka kematian ibu dan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Moms, menyiapkan dan menjaga kehamilan agar persalinan sehat dan selamat, serta melahirkan bayi yang sehat dan tumbuh kembang optimal memang perlu usaha yang keras bagi seorang Ibu.

Banyak berbagai cara untuk memantau kehamilan hingga melahirkan, salah satu caranya dengan menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Buku KIA ini ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan, nifas hingga bayi berusia 5 tahun.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 284/Menkes/SK/III/2004 buku KIA ini dilengkapi dengan pencatatan imunasi, gizi, tumbuh kembang anak dan KB. Lengkap bukan Moms?

Baca Juga: Ternyata Anak Juga Perlu KTP! Cari Tahu Apa Itu Kartu Identitas Anak (KIA) dan Manfaatnya!

Manfaat Buku KIA Untuk Memantau Kesehatan Ibu dan Anak

Manfaat buku KIA ini bisa membuat Moms lebih mandiri dalam memantau kesehatan saat hamil kapan saja dan dimana saja.

Di dalam buku KIA terdapat informasi penting mengenai kesehatan ibu dan anak yang perlu dilakukan oleh sang Ibu, suami dan keluarganya secara singkat, padat dan jelas.

Menariknya dari manfaat buku KIA ini adalah menyumbang penurunan angka kematian ibu dan anak. Mengapa?

Hal ini dikarenakan di dalam buku KIA sendiri terdapat informasi mengenai kewaspadaan keluarga dan masyarakat terhadap masalah kegawatdaruratan pada ibu hamil, bayi baru lahir dan balita.

Manfaat Lainnya dari Buku KIA

Ternyata manfaat Buku KIA tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan saja Moms! Namun, sudah diintegrasikan dengan sektor lain seperti surat keterangan lahir untuk mempermudah mendapatkan akte, buku pegangan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), media pemantauan pertumbuhan anak-anak di PAUD, Bina Keluarga Balita dan lain-lain.

Pada tahun 2014 WHO mengeluarkan rekomendasi untuk menggunakan buku pencatatan kesehatan ibu dan anak di tingkat keluarga.

WHO menilai buku ini sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan ibu dan anak untuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi/balita.

UNICEF juga memberikan dukungan terhadap penggunaan buku KIA dalam sidang World Health Assembly ke-72 di Jenewa tahun 2019.

Baca Juga: Ibu Hamil, Konsumsi 5 Makanan Sumber Folat Ini Agar Kesehatan Janin Optimal

Menurut UNICEF, pengetahuan kesehatan ibu dan anak di tingkat keluarga sangatlah penting. Sehingga mereka tahu kapan untuk mendapatkan pelayanan tidak hanya pada saat sakit tapi juga peduli untuk menjaga kesehatan.

“Ini yang harus kita jaga agar tenaga kesehatan tetap patuh untuk menggunakan dan memberikan penjelasan kepada pengguna," ungkap Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH, sebagaimana dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Menurut dr. Kirana, ibu juga harus mendapat informasi yang cukup untuk menggunakan buku itu sejak hamil sampai anaknya usia 5 tahun, karena kebutuhan ini akan terus-menerus seperti imunisasi yang kebutuhannya akan terus ada,.

Moms, bisa mendapatkan buku KIA ini dengan mudah di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Informasi pada buku KIA ini sangat valid dan akurat Moms, jadi ini bisa jadi pedoman utama Moms saat memantau kehamilan.

(TAL)

Artikel Terkait