DI ATAS 5 TAHUN
24 Agustus 2020

13 Cara Tradisional Mengatasi Cacar Air pada Anak

Cacar air bisa di atasi dengan cara rumahan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Cacar air merupakan masalah kesehatan anak yang sangat umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini biasanya berupa bintik-bintik merah yang muncul ke permukaan kulit seluruh tubuh dan rasanya sangat gatal.

Hampir bisa dipastikan bahwa setiap orang akan mengalami cacar air ini sekali seumur hidupnya. Jika pernah terjangkit cacar air, seseorang tidak akan mengalaminya lagi.

Penyakit cacar air ini dapat mendatangkan pengaruh negatif pada wanita hamil, bayi baru lahir, remaja dan bahkan orang dewasa, terlebih lagi mereka yang belum pernah mendapatkan vaksin cacar air sehingga sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan penyakit tersebut.

Meskipun tidak tergolong sebagai penyakit parah, cacar air sangat mengganggu kesehatan anak. Mereka harus absen dari sekolah, istirahat total supaya kondisi cepat pulih.

Cacar air adalah bentuk gangguan kesehatan anak yang disebabkan oleh virus varicella yang sangat cepat penyebarannya.

Tubuh anak cepat terinfeksi jika dihinggapi virus tersebut. Anak lain pun jika berada dekat dengan si penderita dapat tertular dengan mudah, karena virus tersebut disebarkan melalui batuk, pilek, berbagi makanan dan minuman.

Bersentuhan langsung dengan kulit yang terkena cacar air juga bisa menulirkan penyakit ini. Karena itulah anak-anak yang terkena cacar air sebaiknya berada di rumah selama beberapa hari, mengingat cara penularannya yang sangat mudah.

Baca Juga :Ini Bedanya 3 Penyakit Dengan Gejala Ruam dan Demam Pada Bayi

Pada tahap awal penyebaran virus varicella, kesehatan anak mulai menurun saat demam muncul disertai sakit kepala dan gangguan tenggorokan. Tubuh anak melemah dan tidak bisa merasa lapar. Bahkan beberapa anak menderita cacar air tanpa disertai gejala-gejala tersebut.

Ruam kulit yang merah dan gatal biasanya akan mulai terlihat di perut atau punggung dan wajah. Kemudian menyebar ke hampir semua tempat lain di tubuh, termasuk kulit kepala, mulut, lengan, kaki, dan alat kelamin.

Ruam dimulai dari banyak benjolan merah kecil yang terlihat seperti jerawat atau gigitan serangga. Mereka muncul dalam gelombang selama 2 sampai 4 hari, kemudian berkembang menjadi lepuh berdinding tipis berisi cairan. Dinding lepuh pecah, meninggalkan luka terbuka, yang akhirnya mengeras menjadi keropeng coklat kering.

Tidak hanya itu, setiap bintik akan memanas, lalu pecah dan mengeluarkan air, perlahan-lahan mengering dan akhirnya mengeras. Kondisi mengeras ini sama seperti luka goresan di kulit yang membutuhkan waktu lagi supaya benar-benar mengelupas dan kulit kembali bersih. Proses ini pada umumnya berlangsung selama 10 hingga 16 hari.

Mengobati Cacar Air pada Anak Secara Tradisional

Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak. Berikut adalah beberapa pengobatan ramah anak yang dapat membantu Moms atau Si Kecil merasa lebih baik sampai sistem kekebalan tubuh kita bisa menangkis virus tesebut.

1. Oleskan Losion Kalamin

Losion kalamin dapat membantu mengurangi rasa gatal pada kulit akibat cacar air. Losion ini mengandung sifat menenangkan kulit, termasuk seng oksida.

Menggunakan jari bersih atau kapas, oleskan atau oleskan losion kalamin pada area kulit yang gatal. Perhatikan bahwa Moms tidak boleh menggunakan losion kalamin pada atau di sekitar cacar air pada mata Si Kecil.

Baca Juga: 5 Tips Aman Menggunakan Lotion Anti Nyamuk untuk Anak

2. Kompres Dingin

cara mengobati cacar air pada anak secara tradisional

Foto: Orami Photo Stock

Menerapkan kain yang dibasahi air dingin pada area yang sangat nyeri atau gatal, dan membiarkannya di tempat tersebut selama beberapa menit hingga satu jam, dapat meredakan ketidaknyamanan dan mengurangi godaan untuk menggaruk cacar air yang gatal.

3. Berikan Anak Es Loli Bebas Gula

Cacar air juga bisa muncul di dalam mulut anak. Dan jika terjadi. akan menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan.

Mendorong anak untuk menghisap es loli yang bebas gula bisa menjadi cara yang baik untuk mengatasi cacar air di mulut. Sebagai bonus, ini memungkinkan anak Moms mendapatkan lebih banyak cairan dan terhindari dari risiko dehidrasi.

4. Mandi dengan Oatmeal

cara mengobati cacar air pada anak secara tradisional

Foto: Orami Photo Stock

Mandi dengan oatmeal bisa menenangkan dan menghilangkan gatal karena cacar air. Mandi tidak akan menyebarkan cacar air dari satu area kulit kita ke area lain.

Meskipun produk rendaman oatmeal dapat dibeli di sebagian besar toko obat, Moms juga dapat membuat rendaman oatmeal sendiri untuk Si Kecil dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Gunakan satu cangkir oatmeal untuk anak yang lebih besar atau 1/3 cangkir untuk bayi atau anak kecil. Oatmeal bisa berupa oat instan tanpa rasa, oat yang perlu dimasak, atau oat cepat. Moms bisa menggunakan food processor atau penggiling kopi untuk membuat serpihan oatmeal menjadi sangat kecil. Menempatkan oatmeal ke dalam tas muslin atau pantyhose juga bisa digunakan.
  • Isilah bak mandi dengan air hangat (bukan panas). Tempatkan satu sendok makan oatmeal bubuk ke dalam segelas air hangat. Jika oat tampak seperti menyerap air dan mengubah air menjadi seperti susu, oatmeal telah ditumbuk dengan cukup halus.
  • Tempatkan oatmeal atau kantong gandum ke dalam bak mandi. Rendam tidak lebih dari 20 menit.

Moms juga bisa mengoleskan lotion oatmeal ke kulit bayi. Cara ini dapat memberikan efek menenangkan dan melembapkan pada lepuh cacar air yang menimbulkan rasa gatal.

5. Kenakan Sarung Tangan untuk Mencegah Goresan

Kita atau anak mungkin akan tergoda untuk menggaruk lepuh akibat cacar air, tetapi hal itu dapat memperburuk ketidaknyamanan kita dan membuat kulit Si Kecil terkena infeksi.

Untuk mencegah godaan menggaruk di malam hari atau saat tidur siang, letakkan sarung tangan atau kaus kaki lembut di atas tangan anak kita. Memotong kuku anak agar tidak menggaruk area yang terkena cacar juga dapat membantu.

Baca Juga: 6 Tips Menggunting Kuku Balita Tanpa Rusuh, Patut Dicoba!

6. Mandi dengan Baking Soda

mengatasi cacar air

Foto: Orami Photo Stock

Pilihan pereda gatal lainnya untuk ditambahkan ke bak mandi adalah soda kue. Tambahkan satu cangkir soda kue ke bak mandi air hangat yang dangkal. Rendam selama 15 hingga 20 menit. Anak Moms dapat mandi hingga tiga kali sehari dengan pendekatan yang akan menenangkan kulit Si Kecil ini.

7. Gunakan Kompres Chamomile

Teh kamomil di lemari dapur Moms juga dapat meredakan area cacar air yang gatal. Dalam jurnal Electronic Physician, disebutkan bahwa Chamomile memiliki efek antiseptik dan anti-inflamasi saat dioleskan ke kulit kita.

Seduh dua hingga tiga kantong teh chamomile dan biarkan dingin atau masukkan ke dalam bak mandi air hangat. Kemudian, celupkan kapas lembut atau waslap ke dalam teh dan oleskan ke area kulit yang gatal. Setelah selesai mengoleskan kompres, tepuk-tepuk kulit dengan lembut hingga kering.

8. Berikan Anak Makanan yang Dingin dan Lembut

es krim membantu mengobati cacar air

Foto: Orami Photo Stock

Luka cacar di mulut bisa sangat tidak nyaman dan membuat makan dan minum menjadi sulit. apalagi jika terjadi pada Si Kecil.

Mom dapat meminimalisir ketidaknyamanan anak dengan makanan yang tidak terlalu panas, mudah untuk dikunyah dan ditelan, serta tidak kan menambah iritasi pada mulut bayi. Itu berarti Moms harus menghindari makanan pedas, asin, dan asam.

9. Tinggal di Rumah

Karena cacar air bisa sangat menular, baik orang dewasa maupun anak-anak yang menderita penyakit ini harus tinggal di rumah, dan istirahat dulu sebentar dari pekerjaan atau sekolah sampai semua lepuh pecah dan menjadi kerak, lalu tidak menular lagi.

10. Berikan Obat Pereda Nyeri

obat untuk cacar air

Foto: Orami Photo Stock

Jika lepuh cacar air anak Moms sangat menyakitkan atau jika anak juga mengalami demam, kita mungkin ingin memberi mereka obat minum untuk mengatasinya.

Baca Juga: Apa Benar, Obat Pereda Nyeri Mengganggu Kesuburan?

Penting untuk tidak memberikan aspirin kepada anak-anak atau remaja, karena mereka berisiko tinggi mengalami kondisi yang disebut sindrom Reye jika mereka mengonsumsi aspirin selama atau ketika mereka sedang dalam pemulihan dari infeksi seperti cacar air.

Sebaliknya, obat-obatan seperti asetaminofen (Tylenol) dapat membantu meredakan gejala yang menyakitkan. Hindari ibuprofen jika memungkinkan, karena menggunakannya selama infeksi cacar air dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi dari infeksi kulit yang parah.

11. Istirahat yang Cukup

Apalagi jika cacar Si Kecil disertai dengan rasa demam atau merasa lelah, tenangkan anak saat terserang cacar air. Ini dapat mengurangi stres pada tubuh Si Kecil dan membantu mendorong penyembuhan dengan lebih cepat.

12. Berikan Gangguan

merawat anak yang sakit cacar

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun ini bukan pengobatan, dalam banyak kasus cacar air, hanya mengalihkan pikiran dari rasa gatal mungkin cukup untuk menahan keinginan untuk menggaruknya.

Bermain game, membaca, atau menonton film yang menarik bisa menjadi gangguan yang baik, terutama bagi anak-anak yang terserang cacar air.

13. Bawa Anak ke Dokter

Cacar air cenderung sembuh tanpa pengobatan, tanpa perlu mencari pertolongan medis. Namun, dalam beberapa kasus khusus, kita harus berobat ke dokter.

Beberapa orang memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi, dan mereka harus menghubungi dokter saat gejala pertama cacar air. Kelompok-kelompok ini meliputi:

  • wanita hamil
  • bayi yang baru lahir
  • anak-anakyang berusia di atas 12 tahun
  • orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • orang dengan paru-paru kronis atau kondisi kulit
  • orang yang menjalani terapi steroid

Jika dokter mendiagnosis cacar air cukup dini, mereka dapat meresepkan obat antivirus yang dapat membantu membersihkan infeksi lebih cepat.

Selain itu, siapa pun yang mengalami gejala yang lebih parah harus menemui dokter. Gejala yang parah meliputi:

  • demam tinggi atau demam yang berlangsung lebih dari 4 hari
  • nanah mengalir dari luka
  • kesulitan berjalan, bernapas, atau bangun
  • muntah
  • leher kaku
  • sakit perut yang parah

Baca Juga: Anak Sering Mengeluh Sakit Perut? Kenali 5 Penyebabnya Disini!

Anak-anak secara rutin menerima dua dosis vaksin cacar air, yang mencegah infeksi cacar air. Sebagian kecil orang yang mendapatkan vaksinasi dan masih tertular cacar air akan mengalami gejala yang lebih sedikit atau lebih ringan.

Meskipun hampir semua orang pernah menderita cacar air, tetapi hal ini juga bisa dicegah dengan cara memberikan vaksin. Biasanya dokter akan memberikan 2 dosis vaksin untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Jika Moms pernah menjumpai seorang anak yang telah mendapatkan vaksin cacar air tetap terinfeksi, itu merupakan jenis yang ringan.

Kerja vaksin cacar air juga perlu didukung dengan menghindari anak atau orang lain yang terkena penyakit tersebut. Untuk itu jika buah hati Moms sedang sakit cacar, biarkan dia istirahat di rumah untuk sementara waktu demi kesehatan anak-anak. Selain untuk mempercepat proses penyembuhan anak, Moms juga mencegah penyebaran virus di luar rumah.

Artikel Terkait