BAYI
17 Agustus 2020

7 Cara Menggendong Bayi dan Manfaatnya

Apa saja cara menggendong bayi yang bisa Moms coba?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Beberapa waktu lalu, salah satu unggahan gambar di Instagram model Kimmy Jayanti banjir komentar dari netizen terkait caranya menggendong Si Kecil yang bernama Kimberly Akira Gregory atau akrab disapa Kira, saat baru berusia 12 hari dengan menggunakan posisi M-Shape.

Padahal, menggendong anak dengan cara tersebut bukanlah ilmu baru. Bahkan kini banyak Moms dan Dads yang sudah menggunakan cara menggendong bayi dengan berbagai posisi yang berbeda.

Akan tetapi, beberapa masih menganggap posisi M-Shape misalnya terlalu dini diterapkan, atau bisa menyebabkan kaki bayi mengangkang hingga ia dewasa. Apakah benar demikian?

Berdasarkan penelitian dari School of Baby Wearing, menggendong bayi bisa diterapkan pada si kecil dari newborn hingga 12+. Posisi ini sebaiknya dilakukan sampai Si Kecil mampu berjalan sendiri, dan aman serta telah ditetapkan sebagai standar internasional karena memiliki banyak manfaat.

Baca Juga: 5 Arti Mimpi Menggendong Bayi, Bisa Menandakan Konflik?

Untuk menggendong bayi, Moms bisa memakai gendongan khusus seperti untuk menyesuaikan dengan setiap posisi gendongan. Misalnya gendongan Soft Structure Carrier (SSC) atau gendongan dengan dudukan untuk posisi menggendong M-Shape. Akan tetapi, tidak semua merk local gendongan bisa digunakan sejak newborn.

Kebanyakan gendongan merk luar negeri yang sudah mulai bisa dipakai dari Si Kecil setelah lahir bahkan beberapa tanpa perlu bantal tambahan.

Cara menggendong bayi mana yang disukai Moms? Cari tahu di bawah ini yuk Moms!

Baca Juga: Bukan Hanya untuk Memasak, Ketahui 10 Manfaat Baking Soda untuk Kesehatan

Cara Menggendong Bayi

cara menggendong bayi

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak cara menggendong bayi yang bisa Moms coba praktikan di rumah.

1. Shoulder Hold

Ini merupakan cara menggendong bayi yang umum dilakukan para ibu. Moms bisa condongkan bayi di atas bahu dengan bantuan lengan di sisi yang sama, lalu lilitkan di bawah pantat bayi. Gunakan lengan lainnya untuk memegang punggung bayi atau untuk menopang lehernya.

Pada beberapa bayi, teknik menggendong bayi ini dapat membuat mereka tidur lebih nyenyak. Posisi ini juga memungkinkan bayi untuk mendengar detak jantung dan pernapasan Moms yang tentu akan semakin menenangkan Si Kecil.

2. Sling Hold

Gendongan adalah alat yang tepat digunakan semua Moms untuk menggendong bayi sambil melakukan hal lain. Bayi dapat berada dalam beragam posisi dalam gendongan dan mengurangi kemungkinan jatuh saat menggendong bayi.

"Ketika Moms menggendong bayi dengan gendongan, Si Kecil akan merasa aman. Meraka juga bisa merasakan kehangatan tubuh kita, mendengar detak jantung kita, dan jika ibu menyusui, akan sangat mudah menyusui bayi sambil melanjutkan pekerjaan Moms,” ungkap Dr. Deborah Campbell, direktur neonatologi di Montefiore Medical Center, New York.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Gendongan Bayi di Bawah Rp 500 Ribu

3. Cradle Hold

Cradle hold juga merupakan salah satu cara menggendong bayi yang paling umum dan sederhana untuk dilakukan. Moms hanya perlu tempatkan kepala bayi di lekukan salah satu lengan dan lilitkan tangan Moms yang lainnya di sekitar bayi atau pegang lengan yang satu dengan lengan lainnya.

“Bayi baru lahir memiliki kepala yang berat dan belum memiliki kekuatan pada lehernya, jadi gunakan siku untuk menopang kepala mereka,” kata Laura Jana, M.D., dokter anak yang berbasis di Omaha, serta penulis Heading Home with Your Newborn.

Menggedong bayi dengan teknik cradle hold adalah posisi yang bagus untuk berbicara dengan bayi atau menatapnya.

Si Kecil bisa tidur sangat nyenyak dalam posisi ini. Ini juga merupakan posisi yang baik untuk pemula, terutama untuk anak-anak atau saudara lebih muda yang ingin belajar cara menggendong bayi.

4. Belly Hold

Cara menggendong bayi dengan teknik belly hold sangat baik dilakukan pada bayi yang sedang mengalami masalah gas di perut. Caranya, letakkan dada bayi di atas salah satu lengan Moms.

Gunakan lengan yang lain untuk memegang bagian belakang bayi dengan aman. Moms juga dapat melakukan ini di pangkuan Moms atau menggunakan teknik menggendong bayi belly hold ini untuk membuat bayi bersendawa.

Kenyamanan posisi ini tergantung pada berapa lama lengan Moms dapat bertahan menopang bayi.

5. Football Hold

Menggendong bayi dengan posisi football hold mungkin masih baru bagi sebagian besar Moms. Cara menggendong ini amat menenangkan.

Cara melakukannya cukup mudah. Mulailah dengan bayi Moms yang berbaring telentang. Gulingkan anak dengan lembut ke lengan bawah kita, dengan erat alas dada dan perutnya ke lengan kita sehingga Si Kecil berbaring tengkurap. Biarkan pipinya bersandar pada telapak tangan atau lengan Moms. Selangkangannya akan berada di dekat siku sementara kakinya akan menjuntai, mengangkang di atas lengan kita.

6. Hip Hold

Setelah bayi memiliki kontrol kepala dan leher yang baik, Moms bisa coba cara menggendong bayi hip hold. Caranya dudukkan bayi di salah satu tulang pinggul Moms menghadap ke luar dan lilitkan lengan samping yang sama di sekitar pinggang bayi.

Ini adalah cara yang bagus bagi bayi untuk melihat lingkungan sekitarnya. Moms juga dapat menggabungkan ini dengan menggunakan selempang atau gendongan bayi lainnya.

Baca Juga: Hal yang Wajib Moms Ketahui Tentang Lingkar Kepala Bayi

7. M-Shape atau Frog Position

Ketika seorang bayi berada di dalam kandungan mereka dibawa dalam posisi janin yang berarti lutut dan pinggul terselit (tertekuk) ke arah tubuh bayi. Punggung bayi ditekuk dalam bentuk C ke arah bayi.

Kemudian, ketika Si Kecil lahir, mereka tidak otomatis bisa lurus tubuhnya. Mereka mempertahankan postur posisi janin sehingga butuh beberapa bulan sebelum sendi bayi berbaring dan lurus.

Sehingga, menurut Dr Charles Price dari International Hip Dysplasia Institute, posisi yang paling sehat dalam menggendong anak yaitu di mana letak lutut lebih tinggi dari bokong anak.

”Posisi ini disebut dengan M-Shape atau Frog Position, paling aman karena membuat panggul bayi di dalam rongganya sehingga meningkatkan perkembangan pinggul alami, dan tidak akan membuat bayi mengangkang hingga dewasa,” ucapnya.

Sedangkan, posisi yang tidak sehat untuk pinggul selama masa bayi yaitu ketika kaki dipegang dengan pinggung dan lutut lurus dan kaki disatukan yang merupakan kebalikan dari posisi janin.

Posisi M-Shape menghindari posisi tidak sehat ini yang dapat berkontribusi pada perkembangan dislokasi pinggul.

Manfaat Menggendong Bayi

Manfaat menggendong bayi

Foto: Orami Photo Stock

Nah, ada beberapa manfaat yang bisa Moms dapatkan ketika menggendong Si kecil dengan posisi M-Shape ini. Berikut daftarnya!

Baca Juga: Ibu Hamil Menderita Hepatitis C, Apakah Akan Menular pada Janin?

1. Memudahkan Moms Bepergian dengan Si Kecil.

Moms bisa pergi ke suatu tempat tanpa harus membawa kereta dorong dari satu tempat ke tempat lain. Sehingga, membuat tangan Moms bebas serta lebih mudah untuk mengambil barang secara lebih cepat juga membuat Si Kecil aman.

2. Orang Lain Tidak akan Menyentuh Si Kecil

Menggendong bayi bisa membuat Si kecil terlindungi dari tangan-tangan orang dewasa lain yang belum tentu bersih. Penasihat Laktasi Bersertifikat dan Pendidik Bayi Bersertifikat, Marta Ginter mengungkapkan orang-orang umumnya mencintai Si Kecil dan ketika menyukai sesuatu, mereka pasti ingin menyentuhnya.

“Akan tetapi, bila tengah musim sakit seperti flu datang, tidak ada orangtua yang ingin anaknya disentuh secara acak.Tentunya, posisi yang Moms pilih lebih mudah untuk menjaga hal tersebut daripada membiarkan anak di kereta bayi,” ucapnya.

3. Mampu Menenangkan Bayi

Penelitian “Potential Therapeutics Benefits of Babywearing” oleh Robyn L. Reynolds Miller pada 2016 menyatakan, saat seorang anak disuntik dan lebih dulu digendong dengan posisi M-Shape selama 15 menit, maka berpotensi 85 jarang menangis dan 65 persen lebih jarang meringis menahan sakit. Bahkan, bayi yang sering digendong dengan posisi M-Shape ini juga tidur lebih nyenyak.

Menggendong dengan posisi M-Shape ini menunjukkan peningkatan ketahanan terhadap stres dan perkembangan psikomotorik pada usia 12 bulan.

“Menggendong juga bermanfaat bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Karena mereka mencari stimulasi yang menenangkan diri. Saat menggendong, secara naluriah, kita akan mengayunkan gendongan,” ujar Miller

4. Baik untuk Perkembangan Kognitif dan Sosial

Nah, Moms ketika Si kecil menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menangis, mereka pada gilirannya lebih banyak waktu untuk belajar dan berinteraksi dengan lingkungan mereka.

Si kecil yang digendong dengan baik juga dapat melihat apa yang dilihat orang tua mereka, mendengar apa yang orangtua mereka dengar atau katakan, dan secara keseluruhan lebih terlibat dalam kehidupan sehari-hari orang tua mereka.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Radang Tenggorokan dan Infeksi Tenggorokan

Sehingga, Si Kecil dapat meningkatkan pembelajaran dan pengembangan kognitif, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

5. Kurangi Risiko Depresi Pascapersalinan

Moms, penelitian menunjukkan menggendong bayi dapat mengurangi depresi pascapersalinan. Peningkatan kepercayaan diri ini dapat membantu transisi ke ibu, dan meningkatkan kesejahteraan mental ibu baru secara keseluruhan.

Ditambah lagi, jika Moms menggendong dengan posisi M-Shape dapat membantu Moms memecahkan isolasi sosial dengan membuatnya lebih mudah untuk berjalan-jalan, tetap aktif atau bertemu beberapa teman.

Terakhir, hal tersebut juga meningkatkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan skin to skin dengan bayi Moms, yang penelitiannya terhubung dengan penurunan tingkat depresi pascapersalinan.

6. Mengurangi GERD pada Bayi

Manfaat menggendong bayi selanjutnya adalah mengurangi Gastro-Esophageal Reflux atau GERD. Kondisi ini umum terjadi pada bayi. Saking umumnya, GERD ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun ketika GERD dialami oleh bayi, mereka pasti akan amat sangat rewel karena merasa tidak nyaman.

Penelitian dalamjurnal Allergy, Asthma & Immunology Research menyatakan bahwa dari 30 bayi yang diteliti pada posisi tegak versus posisi tiduran, bahwa bayi yang selalu berada pada posisi tegak gejala GERD seperti gumoh, muntah, batuk serta masalah pernafasan jauh lebih berkurang ketimbang bayi yang selalu berada pada posisi tiduran.

Dan tentu saja, menggendong dengan posisi upright atau tegak bisa membantu bayi terhindar atau berkurang dari GERD ini.

7. Mengurangi Risiko Kepala Peyang

Manfaat menggendong bayi yang selanjutnya adalah mengurangi risiko peyang. Flat head atau yang sering dikenal dengan peyang adalah kondisi kepala bayi yang bentuknya tidak sempurna, ada bagian di salah satu sisinya yang datar, yang bisa mempengaruhi pertumbuhan otak anak.

Dan posisi tidur menghadap satu sisi secara terus menerus pada bayi bisa meningkatkan resiko peyang. Apalagi bayi usia 1-12 minggu kerjanya memang tidur terus, ya, Moms.

Baca Juga: 4 Langkah Mengatasi Kepala Peyang pada Bayi

Untuk itu banyak yang menganjurkan untuk sesekali bayi ditengkurapkan untuk mengurangi resiko tersebut. Menggendong bayi dengan posisi upright bisa Moms coba untuk hal ini.

Ternyata, menggendong bayi dengan berbagai posisi punya banyak keuntungan ya Moms. Kebanyakan orang mungkin belum paham sehingga mereka malah menilai cara menggendong tersebut salah.

Artikel Terkait