KESEHATAN
31 Maret 2020

Mengenal Cerebral Palsy, Cacat Bawaan pada Bayi

Mempengaruhi kemampuan motorik anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Semua orang tua pasti menginginkan anaknya lahir dengan sempurna dan sehat tanpa kekurangan sesuatu apapun. Namun rahasia Tuhan tidak ada yang tahu. Tidak semua anak bisa lahir sehat, bahkan ada beberapa anak yang lahir dengan cacat bawaan seperti cerebral palsy.

Cerebral palsy (CP) adalah sekelompok gangguan pada anak yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak dan mempertahankan keseimbangan dan postur tubuh. CP adalah kecacatan motorik yang paling umum terjadi di masa kanak-kanak.

Baca Juga: 7 Tips Membesarkan Anak dengan Penyakit Cerebral Palsy

CP biasanya disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak yang sedang berkembang yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengendalikan otot-ototnya.

Jenis penyakit ini juga bisa memengaruhi fungsi tubuh lain, misalnya bernapas, buang air kecil dan besar, makan, hingga bicara. Biasanya kasus ini muncul pada anak usia 5 tahun.

Apa Penyebab Cerebral Palsy?

cerebral palsy

Foto: lvhn.org

Mayoritas penyebab CP adalah kerusakan otak atau disebut juga sebagai lumpuh otak. Kondisi ini bahkan bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan sehingga dinamakan sebagai cerebral palsy kongenital.

Meskipun demikian, penyebab cerebral palsy kongenital itu sendiri tidak diketahui secara pasti. Hanya saja, bayi berisiko mengalami kelumpuhan otak ketika:

  • Lahir dengan berat badan terlalu kecil
  • Lahir belum cukup bulan (prematur)
  • Memiliki saudara di dalam kandungan (kembar dua atau lebih)
  • Ibu hamil lewat program in vitro (bayi tabung)
  • Ibu hamil terkena infeksi tertentu
  • Terkena kernikterus, yakni jaundice (penyakit kuning) yang tidak ditangani segera
  • Mengalami komplikasi saat melahirkan

Baca Juga: Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS), Salah Satu Risiko Komplikasi pada Kehamilan Kembar

Bagi sebagian kecil pasien, penyebab cerebral palsy berupa kerusakan otak yang terjadi lebih dari 28 hari setelah melahirkan. Kondisi ini disebut sebagai acquired cerebral palsy dengan faktor risiko sebagai berikut:

  • Bayi atau anak terkena infeksi, misalnya meningitis
  • Bayi atau anak mengalami cedera kepala yang serius

Baca Juga: Berisiko Tinggi, Begini Gejala Dini Cerebral Palsy pada Bayi Prematur

Jenis Cerebral Palsy

cerebral palsy

Foto: performancehealth.com

Penyebab cerebral palsy berupa kelumpuhan otak tersebut bisa mengakibatkan tiga hal, yakni:

  • Kaku otot (spastis)
  • Pergerakan yang tidak bisa dikontrol (diskinesia)
  • Keseimbangan dan koordinasi yang buruk (ataxia)

Tiga jenis kelumpuhan otak di atas menghasilkan empat tipe cerebral palsy, yaitu:

  • Cerebral palsy spastik: tipe yang paling awam terjadi, yakni hingga 80% penderita cerebral palsy adalah spastik. Tipe ini membuat penderitanya mengalami kaku otot.
  • Cerebral palsy diskinetik: penderitanya mengalami pergerakan otot yang tidak bisa dikontrol sehingga menyulitkannya untuk berjalan bahkan duduk. Kondisi ini juga sering memengaruhi otot muka sehingga mimik wajah penderitanya bisa berubah-ubah.
  • Cerebral palsy ataksik: penderitanya kesulitan melakukan pergerakan yang butuh koordinasi otot tingkat tinggi, misalnya menulis atau bergerak cepat.
  • Cerebral palsy campuran: seseorang bisa mengalami lebih dari satu tipe cerebral palsy, biasanya spastik-diskinektik.

Baca Juga: 7 Fakta Mengenai Cerebral Palsy Pada Bayi

Bagaimana gejala cerebral palsy pada anak?

Selain mewaspadai faktor risiko dan penyebab cerebral palsy, sangat penting bagi orangtua untuk selalu memantau perkembangan bayi, terutama di tahun pertamanya. Terdapat beberapa target gerakan, disebut juga milestone, yang menandakan perkembangan saraf motorik anak, seperti berguling, berdiri, dan berjalan.

Terjadinya penundaan pada pencapaian milestone itu bisa jadi merupakan tanda terjadinya cerebral palsy pada anak. Berikut beberapa gejala cerebral palsy yang bisa diperhatikan pada anak:

1. Gejala cerebral palsy pada bayi 3-6 bulan

  • Kepala bayi terkulai ke belakang ketika digendong dari posisi tidur
  • Otot bayi terasa kaku
  • Bayi terlihat lemas
  • Terlihat seperti meregangkan punggung atau leher ketika digendong dalam pelukan seseorang
  • Kaki terlihat menyilang ketika diangkat

2. Gejala cerebral palsy pada bayi di atas 6 bulan

  • Tidak bisa berguling
  • Tidak bisa mengangkat tangannya
  • Kesulitan mengangkat tangan ke mulut
  • Menjangkau dengan satu tangan, sementara tangan lainnya terlihat mengepal

3. Gejala cerebral palsy pada bayi di atas 10 bulan

  • Merangkak dengan posisi miring, tepatnya bertumpu dengan satu tangan dan kaki, sedangkan tangan dan kaki di sisi yang lain terlihat seperti diseret.
  • Menjelajah lingkungan dengan menggunakan bokong atau lutut, tapi tidak bisa merangkak dengan kedua tangan dan kedua kaki.

Perlu diingat bahwa tidak semua anak yang menunjukkan gejala, faktor risiko, dan penyebab cerebral palsy akan otomatis menderita kelainan ini. Untuk menegakkan diagnosis cerebral palsy, bawa anak ke dokter dan lakukan pemeriksaan menyeluruh.

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait