BALITA DAN ANAK
3 Januari 2020

Mengenal Ciri-Ciri Anak Sehat

Dukung dan penuhi nutrisinya agar ia tumbuh menjadi anak sehat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ketika Si Kecil lahir, Moms menginginkan segalanya sempurna, mulai dari fisiknya sampai pada kebutuhan nutrisinya agar ia tumbuh menjadi anak sehat. Ada banyak nutrisi yang dibutuhkan anak dalam menunjang perkembangan dan pertumbuhannya yang bisa didapat dari berbagai macam jenis makanan dan minuman.

Menurut Eat Right (Academy of Nutrition and Dietetics), seorang anak membutuhkan nutrisi yang tepat untuk tumbuh, belajar, dan berkembang. Ini berarti, anak-anak membutuhkan makanan dan minuman dengan banyak nutrisi (protein, serat, vitamin, dan mineral). Tidak disarankan untuk memberikan anak dengan makanan yang mengandung banyak kalori, lemak, atau gula.

Baca Juga: 6 Nutrisi Penting Untuk Anak Tumbuh Tinggi

Mengenal Ciri-Ciri Anak Sehat

ciri-ciri anak sehat

Foto: earlyageshealthystages.com

Menurut ahli gizi, dr. Cut Hafiah Halidha M.Gizi. SpGK, yang ditemui pada acara Orami Parenting Festival di fX Sudirman (28/12) mengatakan, bahwa Moms bisa melihat ciri-ciri anak sehat dari yang terlihat seperti:

  1. Tinggi badan dan berat badannya sesuai tidak dengan usianya
  2. Kalau dia tidak mudah sakit, kalau temennya kena flu, dia tidak kena flu, dll (imunitas tubuhnya kuat)
  3. Mata, rambut, dan kulitnya terlihat segar. Tidak layu, tidak kusam, dll.

Tetapi, ciri-ciri anak sehat bukan hanya terlihat secara fisik saja ya Moms, namun harus dilihat dari kondisi psikologis juga. Terkadang, Moms susah mengetahui kondisi psikologis apakah anak sudah benar-benar sehat atau tidak.

Tentunya, Moms menginginkan anak tumbuh sesuai ciri-ciri anak sehat di atas bukan? maka dari itu pemenuhan nutrisi dan gizi sangatlah penting. Gizi tersebut akan memberikan hal positif pada tubuh anak, mulai dari menjaga kesehatan anak, mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak, serta menambah imunitas tubuh anak.

Baca Juga: Supaya Tidak Sakit, Tingkatkan Imunitas Tubuh Dengan 3 Bahan Ini

dr. Cut lanjut menjelaskan, bahwa biasanya pertumbuhan dan perkembangan otak ini terjadi pada golden period yang terjadi pada usia maksimal 6 tahun. Kalau sudah terlewat, maka Moms tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Maka dari itu, manfaatkan semaksimal mungkin pada masa golden period ini ya Moms.

"Pada usia golden period, bayi atau anak harus makan secara lengkap dan seimbang, di mana anak nggak bisa makan pakai nasi dan ayam saja, pakai nugget saja, ketika Moms menginginkan anak sehat dan tumbuh sempurna, ujar dr.Cut."

Moms harus memenuhi semua komponen nutrisi, mulai dari karbohidrat, protein yang terbagi menjadi dua yaitu protein nabati dan hewani, dan juga lemak (avokad, daging sapi, susu kedelai). Iya Moms, lemak dalam jumlah yang pas, berguna bagi pertumbuhan anak yang akan menjaganya supaya tidak gampang kedinginan ketika hujan atau terkena angin dingin.

Baca Juga: Bagaimana Panduan Nutrisi untuk Anak di Usia Golden Periode?

Pemenuhan Nutrisi Anak Harus Disesuaikan

ciri-ciri anak sehat

Foto: today.com

Tetapi yang Moms harus tahu sebagai adalah pemenuhan kebutuhan gizi ciri-ciri anak sehat tidak bisa sembarangan, misalnya anak usia 3 tahun dengan anak usia 6 tahun kebutuhannya tidaklah sama.

"Kebutuhan nutrisi setiap anak berbeda, yang ditentukan dari jenis kelamin, usia, berat badan, aktivitas fisiknya, dan kondisi kesehatannya, misal ia ada penyakit tertentu yang sering kambung, diare, atau asma, jelas dr.Cut."

Masalah yang sering berkembang setelahnya ketika anak tidak mau makan tetapi Moms paksa terus, lama kelamaan akan timbul resistance (perlawanan), karena Moms selalu menekannya.

Baca Juga: Ketahui Pentingnya Memberikan Variasi Makanan pada Anak

dr. Cut Hafiah Halidha M.Gizi. SpGK menjelaskan bahwa jika kondisi ini dilakukan terus menerus, akan membuat anak menjadi tidak sehat, karena kondisi psikologisnya menjadi terganggu. Dia bisa menjadi tidak mau makan, menutup mulut, GTM, tantrum. Moms paksa makan, ia akan semakin tutup mulut, begitu seterusnya.

Ketika terus dibiasakan begitu, maka akan berdampak pada pertumbuhannya, seperti gagal tumbuh, perkembangannya terganggu (daya tangkapnya kurang, sensorik motoriknya kurang), menjadi anoreksia (kurus, kecil, makan selalu muntah), dan yang selalu sering terjadi adalah picky eater.

Jadi Moms, yuk penuhi semua kebutuhan nutrisinya yang sesuai agar anak sehat dan seperti ciri-ciri anak sehat di atas.

Artikel Terkait