NEWBORN
24 April 2019

Mengenal Cradle Crape, Ketombe yang Menyerang Bayi

Kebersihan kulit kepala bayi perlu diperhatikan agar membuatnya tetap nyaman
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, pernahkah kulit kepala Si Kecil tiba-tiba muncul kerak putih yang terlihat seperti ketombe? Ternyata itu adalah cradle crape.

Jika melihat kondisi ini, mungkin Moms tergelitik untuk menggaruknya sampai hilang, agar kulit kepala bayi kembali mulus.

Tapi sebaiknya tahan dulu, Moms. Cek dulu apa saja yang menjadi penyebabnya dan bagaimana perawatan tepat bagi cradle crape bayi di bawah ini.

Apa Itu Cradle Crape?

apa itu cradle crape

Foto: thestir.cafemom.com

Saat orang dewasa mengalami ketombe pada rambut, maka pada bayi disebut dengan cradle crape. Keduanya terjadi karena masalah kulit yang disebut dengan seborrheic dermatitis.

“Ini adalah ruam yang umum menyerang 70 persen bayi dan biasanya dialami oleh bayi mulai usia tiga minggu,” ungkap Vikash Oza, MD, direktur kedokteran kulit anak di NYU Langone Health, New York City, seperti dikutip dari thebump.com.

Bentuk cradle crape bayi terlihat seperti kerak atau ketombe, ruam kekuningan yang berminyak, bersisik dan paling sering terlihat pada kulit kepala bayi. Namun, cradle crape bayi juga bisa ditemukan di belakang telinga, bagian alis, dahi, hingga bagian atas tubuh (torso).

Dalam kasus cradle crape bayi yang ringan, kondisi kulit kepala bayi seperti ketombe ini tidaklah gatal atau menyakitkan.

Sedangkan untuk kasus cradle crape bayi yang parah dan biasanya menyerang bayi usia tiga sampai lima bulan, rasa gatal hingga kerontokan rambut bisa saja terjadi.

Baca Juga: 8 Fakta Bayi Baru Lahir yang Jarang Diketahui oleh Para Ibu Baru

Penyebab Cradle Crape Bayi

penyebab cradle crape bayi

Foto: unsplash.com

Tidak ada penyebab pasti mengenai bagaimana cradle crape bayi bisa muncul, namun ada beberapa teori pendukung. Salah satunya berhubungan dengan kelebihan kelenjar minyak mengingat cradle crape bayi muncul di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar minyak.

“Kelenjar minyak lebih aktif pada bayi, karena kadar hormonnya tinggi selama satu tahun pertama kehidupannya,” ungkap Michele Ramien, dokter kulit anak dan clinical associate professor di Rumah Sakit Anak Alberta, Calgary, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Kemungkinan lainnya adalah adanya jamur Malassezia yang biasa ditemukan pada kulit dan tumbuh dalam sekresi sebum yang dihasilkan oleh kelenjar minyak.

Baca Juga: Cara Memotong Kuku Bayi yang Benar Agar Tak Melukai Jarinya

Perawatan Cradle Crape Bayi

perawatan cradle crape bayi

Foto: mamanatural.com

Cradle crape bayi yang terlihat seperti ketombe ini biasanya akan hilang secara bertahap hingga Si Kecil berusia satu tahun. Namun, durasi penyembuhannya pun akan berbeda-beda pada setiap bayi, sesuai dengan tingkat cradle crape bayi dan perawatannya.

Perawatan paling penting dalam menangani cradle crape bayi adalah dengan bayi keramas setiap hari. Gunakan sampo bayi yang ringan dan mengandung sedikit sekali pewangi, karena biasanya membuat kulit menjadi sensitif.

Usai keramas, usapkan baby oil atau mineral oil secara perlahan pada kulit yang terpapar cradle crape bayi dan beri pijatan lembut agar menyerap sempurna.

Untuk mengurangi kerak atau ketombe pada cradle crape bayi, sisir kepala bayi dengan lembut. Jangan menggaruk atau mengorek bagian kerak pada cradle crape bayi, karena dapat mengiritasi kulit bayi dan membuat penyembuhannya semakin lama.

(GS/AND)

Artikel Terkait