FASHION & BEAUTY
11 Agustus 2020

Mengenal Emolien, serta Manfaat dan Jenisnya

Apakah emolien sama dengan pelembap?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms mungkin pernah mendengar tentang emolien dan mengetahui bahwa kandungan satu ini banyak digunakan dalam berbagai produk perawatan tubuh.

Bahkan banyak yang mengatakan emolien khususnya bagus untuk mengatasi kulit kering.

Apakah sebenarnya emolien itu?

Pengertian Emolien

emolien

Foto: Orami Photo Stock

Emolien berarti juga penenang atau pelembut. Banyak produk perawatan kulit yang menggunakan kandungan ini, karena dapat membantu melembutkan dan menenangkan kulit yang kasar dan kering.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Pelembap Halal di Bawah 50 Ribu

Mengutip jurnal Emollients, kandungan ini menutupi kulit dengan lapisan pelindung untuk menahan kelembapan.

Ketika lapisan atas kulit tidak mengandung cukup air, makan akan mengering, sehingga kulit menjadi mengelupas atau retak, meninggalkan ruang terbuka di antara sel-sel di kulit.

Emolien akan mengisi ruang tersebut dengan zat berlemak, yang disebut lipid, yang membuat kulit lebih halus dan lembut.

Banyak orang mengartikan emolien sebagai pelembap, padahal kedua kandungan ini berbeda. Emolien adalah salah satu bahan pelembap.

Emolien merupakan bagian dari pelembap yang menjaga kulit kita tetap lembut dan halus.

Manfaat Emolien untuk Kulit

emolien

Foto: medicalnewstoday.com

Emolien efektif untuk menenangkan dan mengatasi kulit kering yang dapat menjadi gejala berbagai masalah kulit yang disebabkan oleh:

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Atasi Kulit Kering pada Balita dengan 5 Cara Tepat Ini

  • Eksim
  • Psoriasis
  • Dermatitis atopik
  • Hipotiroidisme
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal

Selain karena masalah atas, kulit kering juga bisa diatasi dengan emolien yang dapat terjadi karena hal berikut:

  • Mandi dengan air yang terlalu panas
  • Terlalu sering mandi
  • Mencuci tangan terlalu sering, termasuk saat mencuci piring
  • Kulit terpapar sumber panas terlalu lama
  • Menggunakan sabun atau produk pembersih yang mengandung zat kimia yang keras
  • Terpapar sinar matahari yang berlebihan

Bentuk Emolien dan Kelebihannya Masing-masing

emolien

Foto: mindbodygreen.com

Emolien memiliki beberapa bentuk yang mungkin sudah kita kenal dalam merawat dan menangani masalah kulit, yakni:

Baca Juga: Ini 3 Masalah Kulit saat Hamil yang Bersifat Patologis

  • Salep
  • Krim
  • Losion

Bentuk emolien yang paling cocok untuk kulit tentu akan bergantung pada penyebab masalah kulit , bagian tubuh yang kulitnya bermasalah, serta tingkat keparahannya. Namun, preferensi pribadi juga akan menentukan.

Seperti memilih produk perawatan kulit dan rambut, memilih ‘bentuknya’ pun akan membutuhkan trial and error. Moms mungkin perlu mencoba beberapa bentuk emolien sebelum menemukan yang paling baik dan cocok untuk kulit.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari salep, krim, dan losion:

1. Salep

  • Memiliki tekstur yang tebal, sehingga membantu mencegah kulit dari kehilangan air
  • Tak harus diaplikasikan berulang dengan sering karena kulit menyerapnya dengan lambat
  • Cenderung berminyak, lengket, dan sulit menyebar di area kulit yang berbulu
  • Terbaik untuk kulit yang sangat kering atau yang tebal
  • Menodai pakaian, sehingga salep biasanya dioleskan sebelum tidur
  • Sebagian besar salep tidak memiliki bahan pengawet, sehingga risiko alergi akan kecil

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Krim Pemutih Wajah?

2. Krim

  • Memiliki kadar air dan minyak yang seimbang
  • Cenderung lebih ringan dan lebih mudah dioleskan dibandingkan salep, sehingga bisa digunakan pada siang hari
  • Cenderung lebih berat dan lebih melembapkan dibanding losion, sehingga juga bisa diaplikasikan pada malam hari
  • Perlu dioleskan berulang lebih sering dibanding salep karena kulit menyerapnya lebih cepat ketimbang salep.

3. Losion

  • Kadar losion sebagian besar berupa air dengan sedikit minyak
  • Dibandingkan salep dan krim, losion menjadi bentuk emolien yang kemampuan melembapkannya paling kecil
  • Tak seperti salep, losion cenderung berair sehingga mudah dioleskan di bagian tubuh yang berbulu
  • Losion dapat diserap kulit dengan cepat, sehingga perlu dioleskan berulang kali
  • Kebanyakan produk berbentuk losion mengandung zat pengawet, sehingga risiko reaksi negatif cukup besar dialami kulit

Lakukan test patch pada siku untuk mengetahui ada tidaknya reaksi losion pada kulit. Pastikan Moms juga mengikuti saran dari dokter apabila mendapatkan emolien apa pun dari dokter.

Cara Menggunakan Emolien

Cara Menggunakan Emolien

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut National Eczema Association, Moms harus mengoleskan emolien, atau pelembab apa pun, tiga menit setelah mencuci tangan, wajah, atau mandi, saat kulit Moms masih lembap.

Tepuk-tepuk tubuh Moms dengan lembut hingga kering, lalu oleskan emolien sebelum air menguap.

Oleskan emolien dengan mengoleskan sedikit pada kulit Anda, lalu mengoleskannya dengan lembut.

Moms tidak perlu mengoleskannya sepenuhnya.

Moms harus selalu menggosoknya ke bawah searah pertumbuhan rambut untuk menghindari tersumbatnya folikel rambut.

Ketika kondisi kulit telah membaik, Moms harus terus menggunakan emolien secara konsisten dan teratur untuk membantu menjaga kulit Moms tetap terhidrasi dan mencegah kambuhnya flare.

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait