BALITA DAN ANAK
19 Maret 2020

Mengenal Fakta Diabetes Insipidus Pada Anak

Mendengar diabetes mungkin sudah biasa, tapi apa itu diabetes insipidus pada anak?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ninta
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Diabetes pada anak rasanya cukup familiar di telinga Moms dan Dads. Namun, apakah Moms dan Dads mengetahui apa itu diabetes insipidus pada anak? Diabetes insipidus adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh tidak cukupnya hormon antidiuretik (ADH) dalam tubuh.

ADH yang juga dikenal sebagai vasopresin adalah hormon yang membantu ginjal menjaga jumlah air yang benar dalam tubuh. Kondisi ini juga disebut "diabetes air."

"Diabetes insipidus terjadi jika ada kadar vasopresin atau hormon antidiuretik (ADH) yang rendah di dalam tubuh.

Kekurangan ini menyebabkan ginjal tidak dapat mencegah untuk mengeluarkan sejumlah besar urin dan sebagai gantinya sejumlah besar urin encer dikeluarkan, bahkan ketika tubuh mengalami dehidrasi," kata dokter Ananya Mandal, MD, dari Government Medical College. Jadi, apa saja fakta diabetes insipidus pada anak yang perlu diketahui?

Baca Juga: Prediabetes pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Mengenal Diabetes Insipidus Pada Anak

diabetes inspidus pada anak

Foto: penfieldbuildingblocks.org

Diabetes insipidus pada anak dapat menyebabkan darah kehilangan air sehingga mengandung lebih banyak garam.

Hal ini dapat mengakibatkan anak dehidrasi dan merangsang pusat haus di hipotalamus otak anak sehingga anak jadi cepat haus. Selain itu, ini dia beberapa fakta yang wajib orang tua ketahui.

1. Terbagi Menjadi Dua

diabetes inspidus pada anak

Foto: scarymommy.com

Jenis diabetes ini memiliki dua kategori. Kategori pertama adalah diabetes insipidus kranial yang terjadi ketika terjadi kekurangan ADH dalam tubuh.

Sedangkan, kategori satu lagi adalah nephrogenic diabetes insipidus yaitu diabetes insipidus yang terjadi ketika ginjal tidak merespon dengan baik terhadap ADH.

2. Membuat Anak Sering Haus dan Sering Pipis

diabetes inspidus pada anak

Foto: thriftyfun.com

Salah satu ciri umum dari diabetes insipidus pada anak adalah perasaan haus yang ekstrem (polidipsia) serta sering buang air kecil, bahkan di malam hari (poliuria). “Dehidrasi ringan dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan daya tahan yang buruk pada anak.

Dalam jangka panjang, kekurangan cairan kronis juga dapat memengaruhi ginjal, hati, otak, dan dapat menyebabkan sembelit,” jelas dokter Linda Friehling, MD, seorang dokter anak dan asisten profesor pediatri umum di West Virginia University, Morgantown.

Dalam kasus diabetes insipidus yang sangat parah, seseorang dapat buang air kecil hingga 20 liter urin dalam sehari. Jika anak mengalami diabetes insipidus, mereka cenderung kencing lebih sering karena mereka memiliki kandung kemih yang lebih kecil.

Baca Juga: Anak IVF Berisiko Diabetes dan Hipertensi

3. Termasuk Penyakit Langka

diabetes inspidus pada anak

Foto: sheknows.com

Diabetes insipidus hanya memengaruhi sekitar 1 dari 25.000 orang dalam populasi umum. Bahkan, kebanyakan orang dewasalah yang lebih berpotensi mengalami kondisi ini.

Tetapi, kondisi ini tetap dapat terjadi pada usia berapa pun. Dalam kasus yang lebih jarang, diabetes insipidus dapat terjadi selama masa kehamilan, yang dikenal sebagai diabetes insipidus gestasional.

4. Dapat Disebabkan oleh Warisan Genetik

diabetes inspidus pada anak

Foto: bambiniphoto.sg

Benar, diabetes insipidus pada anak, khususnya diabetes insipidus nefrogenik, dapat disebabkan oleh warisan genetik. Ini terjadi akibat mutasi pada gen reseptor ADH yang dapat diwariskan.

Hal ini akan membuat reseptor di dalam tubuh mencegah aktifnya aquaporin di ginjal sehingga mengganggu fungsi utama ginjal. Sebagian besar kasus diabetes insipidus nefrogenik diwariskan sebagai gangguan resesif.

Baca Juga: Mengenali Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak

5. Tetap Dapat Menjalani Hidup Normal

diabetes inspidus pada anak

Foto: freepik.com

Diabetes insipidus pada anak bisa bersifat permanen, tetapi juga bisa bersifat sementara. Semua ini tergantung pada apa yang menjadi penyebab terjadinya penyakit ini.

Namun, Moms tak perlu cemas. Sebab, dengan mengelola kondisi anak dan mendapatkan perawatan medis sejak dini, anak dengan diabetes insipidus dapat menjalani hidup normal dan tetap sehat. Konsultasi dengan ahli sangat penting untuk membantu merawat anak dengan diabetes insipidus.

Walau jarang terjadi, pastikan Moms tetap teredukasi mengenai diabetes insipidus pada anak. Dengan demikian, ketika anak mengalaminya semakin cepat pula ia mendapatkan perawatan yang tepat.

Artikel Terkait