NEWBORN
20 Juni 2018

Mengenal Fimosis, Penyebab Umum Bayi Laki-laki Disunat Sejak Dini

Terdapat tiga metode pengobatan untuk fimosis pada bayi
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Fimosis didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk menarik kembali kulit (kulit khatan atau preputium) yang menutupi kepala (kelenjar) penis. Fimosis mungkin muncul sebagai cincin jaringan ikat kulit khatan di sekitar ujung penis. Fimosis juga menjadi salah satu penyebab umum sunat pada bayi.

Adapun fimosis pada bayi merupakan fimosis fisiologis, yakni kondisi dimana bayi lahir dengan kulup ketat saat lahir dan peregangan terjadi secara alami dari waktu ke waktu.

Baca Juga : Tradisi Sunat Pada Bayi Perempuan di 5 Negara

Selain itu, ini merupakan fimosis pada bayi atau anak normal yang tidak disunat dan biasanya sembuh sekitar usia 5-7 tahun, namun bisa jadi baru sembuh saat anak berusia lebih tua. 

Baca Juga : Kapan Usia Tepat Anak Laki-laki Disunat?

Fimosis Pada Bayi Tidak Boleh Ditangani Sendiri di Rumah

Moms seharusnya tidak pernah mencoba memaksa kulup terbuka. Ini bisa sangat menyakitkan bagi Si Kecil.

Hal ini juga dapat menyebabkan luka ringan dan menyebabkan jaringan parut yang dapat membuat kulup lebih sulit dibuka. Kondisi ini kemudian berkembang menjadi fimosis patologis.

Jika kulupnya kencang, ada juga bahaya bahwa mungkin preputium terjebak di belakang kepala penis saat ditarik kembali, kemudian membentuk cincin jaringan ikat yang membatasi suplai darah ke kelenjar.

Kondisi ini dikenal sebagai parafimosis. Ini merupakan kondisi darurat medis yang harus segera ditangani oleh dokter. 

Dalam beberapa tahun pertama kehidupan, kulup tidak harus ditarik kembali sepenuhnya untuk dapat menjaga penis tetap bersih. Mencucinya dari luar sudah cukup. Dalam situasi apapun, benda seperti kapas dapat digunakan untuk membersihkan ruang antara kulup dan kepala penis.

Tindakan Medis Hanya Diperlukan Setelah Bayi Berusia 3 Tahun

Jika fimosis pada bayi tetap ada namun tidak menimbulkan masalah, Moms dapat menunggu sampai sekitar usia tiga tahun sebelum berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Dokter akan memeriksanya dan melihat apakah kulupnya dapat ditarik kembali, sedikit, atau tidak sama sekali. Termasuk memeriksa apakah itu fimosis fisiologis atau patologis, dan apakah menarik kembali kulup dapat menyebabkan parafimosis.

Kebutuhan pengobatan tergantung pada usia si kecil, tingkat masalah, dan penyebabnya. Tujuan pengobatan yang dilakukan untuk memungkinkan si kecil mencuci penisnya dengan benar dan buang air kecil tanpa merasa kesulitan atau kesakitan. Tidak terkecuali mengatasi rasa sakit saat ereksi.

Metode Pengobatan untuk Fimosis Pada Bayi

Terdapat tiga metode pengobatan untuk fimosis pada bayi, yaitu:

  • Lanjutkan untuk menunggu dan melihat apakah fimosis akan hilang dengan sendirinya
  • Gunakan krim steroid untuk membantu meregangkan kulup
  • Lakukan operasi untuk mengilangkan sebagian atau keseluruhan kulit khatan (sunat)

Banyak dokter menyarankan agar menunggu untuk melihat apakah masalahnya membaik dengan sendirinya. Sebagai alternatif, Moms dapat memulai perawatan dengan krim steroid. Jika itu tidak efektif, maka dianjurkan untuk mengambil tindakan sunat pada bayi.

(RGW) 

Sumber: urology.ucsf.edu, nhs.uk, aboutkidshealth.ca, rch.org.au, ncbi.nlm.nih.gov

Artikel Terkait