KESEHATAN
15 Juli 2019

Mengenal FODMAP Diet untuk Penderita Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Ini daftar makanan yang perlu dihindari dan dikonsumsi oleh pasien IBS
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms sering sakit perut, kembung, perut bergas, asam lambung naik, dan mulas? Jangan-jangan Moms mengalami sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS). IBS memang tidak sampai mengancam nyawa, namun membuat penderitanya tidak nyaman.

Jika dokter telah menyatakan bahwa Moms mengalami IBS, ada baiknya Moms menerapkan diet rendah FODMAP.

Apa itu FODMAP?

fodmap

Foto: mhunters.com

FODMAP adalah sekumpulan karbohidrat rantai pendek yang kurang baik diserap di usus kecil yang kemudian difermentasikan oleh bakteri. Gas hasil fermentasi menyebabkan kembung dan sakit perut pada penderita IBS.

FODMAP sendiri merupakan singkatan dari fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides, and polyol. Beberapa makanan yang tergabung dalam FODMAP dan perlu dihindari penderita IBS di antaranya:

  • Oligosakarida: gandum, bawang putih, bombai, dan lain-lain
  • Disakarida: susu, yoghurt, keju lunak, dan makanan lain yang karbohidrat utamanya adalah laktosa
  • Monosakarida: mangga, madu, dan makanan lain yang karbohidrat utamanya adalah fruktosa
  • Poliol: leci, beberapa sayur dan buah lain, serta pemanis rendah kalori seperti sorbitol, mannitol, xylitol, dan maltitol

Baca Juga: 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Asam Lambung Naik

Diet Rendah FODMAP

fodmap

Foto: healthblog.uofmhealth.org

Seperti dilansir oleh situs Healthline, empat studi berkualitas tinggi membuktikan bahwa mengikuti diet rendah FODMAP menaikkan peluang kesembuhan sakit perut sebesar 81% serta kembung 75%. Beberapa penelitian lain juga menyebutkan bahwa diet tersebut bisa mengatasi perut bergas, diare, dan sembelit.

Beberapa makanan rendah FODMAP yang bisa dikonsumsi penderita IBS adalah:

  • Protein: daging sapi, ayam, ikan, domba, babi, udang, telur, tahu (bukan tahu sutera), tempe
  • Sumber karbohidrat: beras cokelat dan beras lain, jagung, oat, quinoa, kentang, serta biskuit dan camilan yang dibuat dengan bahan-bahan tadi tanpa tambahan bahan tinggi FODMAP (misalnya bombai, pir, dan madu)
  • Buah: pisang, kiwi, jeruk, pepaya, nanas, stroberi, anggur, melon, blueberry
  • Sayuran: tauge, paprika, wortel, terung, tomat, bayam, pok choi, kucai dan bagian hijau daun bawang, mentimun, selada, zucchini
  • Kacang-kacangan: almond (tidak lebih dari 10 butir per makan), macadamia, kacang tanah, pecan, walnut. Mete dan pistachio tidak termasuk

Baca Juga: 4 Penyakit Ini Ternyata Muncul karena Gangguan Asam Lambung

  • Biji-bijian: biji labu kuning, wijen, biji pinus, biji bunga matahari
  • Olahan susu: susu dan yoghurt bebas laktosa serta keju keras seperti cheddar dan parmesan
  • Minyak: minyak kelapa dan minyak zaitun
  • Minuman: teh hitam, hijau, putih, dan peppermint, kopi, serta air
  • Bumbu: daun basil, cabai, jahe, lada, garam, mustard, cuka beras, dan wasabi

Daftar lengkap makanan tinggi dan rendah FODMAP bisa Moms lihat di sini.

Bagaimanapun juga, Moms perlu memastikan bahwa Moms mengalami IBS sebelum menerapkan diet rendah FODMAP. Jika tidak, diet ini justru akan membawa lebih banyak keburukan daripada kebaikan. Sebab, kebanyakan makanan FODMAP adalah prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.

(EMA/IRN)

Artikel Terkait