GAYA HIDUP
21 Maret 2020

Mengenal Fruitarian Diet, Efektifkah Turunkan Berat Badan?

Diet fruitarian mengharuskan seseorang makan buah sebanyak 50-75 persen dari menu hariannya
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dalam usaha menurunkan berat badan, Moms mungkin sudah mencoba ragam program dengan mengatur pola makan dan olahraga tertentu. Baik itu program diet mayo, diet pisang, diet paleo, dan masih banyak lagi.

Ada satu lagi jenis diet lain yang juga sempat menjadi tren banyak dilakukan, yaitu fruitarian diet, atau diet yang fokus pada mengonsumsi buah-buahan.

Konsep program diet ini mungkin masih dirasa asing oleh sebagian besar orang. Karena itu, ketahui penjelasan tentang diet fruitarian, serta pro dan kontranya berikut ini ya, Moms.

Baca Juga: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Melakukan Diet

Apa Itu Fruitarian Diet?

diet fruitarian-1.jpeg

Mengutip Very Well Fit, diet ini adalah salah satu yang memberlakukan pola makan paling ketat, dan ada risiko kekurangan gizi yang tinggi, meskipun buah juga memiliki gizi.

Diet fruitarian berarti bahwa seseorang harus mengonsumsi buah mentah dengan porsi 50-75 persen dari makanan yang dikonsumsi. Namun, pelaku diet fruitarian yang paling ketat mungkin akan makan hingga 90 persen buah dari porsi makannya.

Laura Jeffers, MEd, RD, LD, ahli diet terdaftar, mengatakan, "Saya menyarankan seseorang untuk menjaga asupan buah mereka tidak lebih dari 50 persen untuk menghindari ketidakseimbangan gizi," mengutip Cleveland Clinic.

Baca Juga: Diet Mediterranean, Cara Terbaik Menurunkan Berat Badan di Tahun 2019

Pola Makan Fruitarian Diet

diet fruitarian-2.jpg

Agar dianggap melakukan diet fruitarian, setidaknya 50-75 persen dari kalori yang didapatkan harus berasal dari buah mentah, seperti pisang, pepaya, anggur, apel, dan buah beri.

Lalu, 50-25 persen kalori harian lainnya berasal dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran.

Menu makan untuk diet fruitarian ini biasanya berkisar pada tujuh kelompok buah berikut ini:

  1. Buah asam: jeruk, cranberry, nanas
  2. Buah subacid: ceri manis, rasberi, ara
  3. Buah-buahan manis: pisang, anggur, melon
  4. Buah berminyak: alpukat, kelapa, zaitun
  5. Buah sayur: paprika, tomat, mentimun, labu
  6. Kacang: hazelnut, kacang mete, almond, pistachio, kacang walnut
  7. Biji: bunga matahari, labu

Manfaat Fruitarian Diet

diet fruitarian-3.jpg

"Buah-buahan mengandung vitamin dan anti-oksidan, termasuk vitamin C dan beta-karoten. Beberapa penelitian menunjukkan kandungan ini dapat mengurangi risiko kanker dan penyakit kronis lainnya," jelas Laura.

Tetapi, meskipun berat badan seseorang dapat berkurang dengan diet buah, tetapi manfaat ini mungkin terjadi sementara saja dan tidak berlangsung lama.

"Jika Anda meninggalkan diet ini, berat badan Anda akan naik kembali," terangnya.

Baca Juga: Bagaimana Diet yang Baik untuk Pemula?

Risiko Fruitarian Diet

diet fruitarian-4.jpg

Lebih lanjut, Laura juga menjelaskan risiko diet fruitarian pada tubuh, mengutip dari Cleveland Clinic.

1. Bisa Mengalami Kenaikan Berat Badan

Buah-buahan memang banyak mengandung gula alami. Meskipun ada beberapa orang yang berat badannya turun dengan fruitarian diet ini, makan buah dalam jumlah besar bisa berisiko mengalami kenaikan berat badan.

2. Kurang Dianjurkan untuk Penderita Diabetes

Untuk pasien diabetes atau pra-diabetes, makan buah dalam jumlah besar dapat menjadi hal yang berbahaya.

Buah-buahan mengandung banyak gula, dan makan buah terlalu banyak dapat berdampak negatif pada kadar gula darah. Diet buah juga berbahaya bagi penderita gangguan pankreas dan ginjal.

3. Pembusukan Gigi

Kandungan gula yang tinggi pada buah dapat berisiko tinggi mengalami pembusukan gigi. Dalam jurnal Frontiers in Public Health, disebutkan bahwa minum jus buah 100% dapat berkontribusi pada erosi gigi dan karies gigi.

Misalnya, apel yang berpotensi korosif seperti permen atau soda. Beberapa buah, seperti jeruk, sangat asam dan dapat mengikis enamel gigi.

4. Risiko Kekurangan Nutrisi

Pelaku fruitarian diet sering kekurangan vitamin B12, kalsium, vitamin D, yodium dan asam lemak omega-3.

Dampaknya, hal ini dapat menyebabkan anemia, kelelahan, lesu, dan disfungsi sistem kekebalan tubuh. Asupan kalsium yang rendah juga dapat menyebabkan osteoporosis.

5. Kerap Merasa Lapar

Dengan mengandalkan konsumsi buah-buahan dan mengurangi asupan vitamin, lemak, dan protein yang dibutuhkan, akan membuat tubuh jadi kerap merasa lapar.

Jika tubuh merasa kelaparan, maka akan memperlambat metabolisme tubuh untuk menghemat energi, dan menurunkan fungsi-fungsi vital pada tubuh.

Jadi, bila tetap ingin melakukan fruitarian diet, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke ahli gizi ya, Moms.

Artikel Terkait