KESEHATAN
9 September 2020

Mengenal Gejala OCD, Tak Hanya Sebatas Gila Kebersihan

Gangguan obsesif kompulsif yang tidak hanya sebatas pada penggila kebersihan saja
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, kalau mendengar tentang OCD (obsessive-compulsive disorder), pasti yang terlintas dalam pikiran adalah orang yang menggilai kebersihan?

Misalkan, sering sekali mencuci tangan dan memastikan seluruh ruangan selalu dalam keadaan bersih serta rapi.

Sebenarnya tidak salah kok, Moms. Tapi, lebih jauh dari itu, gejala OCD tidak hanya sebatas pada penggila kebersihan.

National Institute of Mental Health mengungkap pengertian OCD atau gangguan obsesif-kompulsif secara umum, yaitu gangguan mental kronis ketika seseorang memiliki pikiran yang tidak terkendali dan berulang.

Seseorang dengan OCD terdorong untuk melakukan suatu hal sampai berulang kali dan mereka akan merasa cemas jika tidak melakukannya.

Baca Juga: Apakah Anak yang Menderita OCD Bisa Sembuh Saat Dewasa?

“OCD termasuk dalam gangguan kecemasan. Pengidap OCD akan mengambil tindakan berdasarkan hal-hal yang mereka lihat sebagai ancaman. Mereka mungkin merasa lega setelah melakukannya, namun hal tersebut hanya sementara,” ungkap Dr. Mark Reinecke, kepala psikologi di Northwestern Memorial Hospital.

Gejala OCD yang Perlu Diketahui

Dilansir dari WebMD, gejala OCD biasanya tidak muncul sekaligus. Penyebabnya juga bisa dipastikan.

Namun, beberapa faktor pemicu adalah suatu kejadian yang traumatis, krisis pribadi, pelecehan, alami depresi atau kecemasan.

Gejala dari OCD termasuk obsesi, kompulsi, atau bisa saja keduanya. Berikut ini gejala OCD yang perlu Moms pahami.

1. Gejala Obsesi

Gejala OCD Tak Hanya Sebatas pada Penggila Kebersihan-1.jpg

Foto: womensmentalhealth.org

National Health Service UK mengungkapkan, saat mengalami OCD maka seseorang cenderung punya pikiran yang tidak menyenangkan atau tidak diinginkan.

Hal tersebut sampai mengganggu pikiran hingga hubungan dengan orang lain. Gejala yang terjadi, seperti:

  • Takut dengan sengaja melukai diri sendiri atau orang lain, misalkan takut menyerang anggota keluarga.
  • Takut menyakiti diri sendiri atau orang lain karena kesalahan, misalnya takut membakar rumah apabila membiarkan kompor menyala.
  • Takut terkontaminasi oleh penyakit, misalnya menganggap kuman sangat berbahaya sehingga selalu menjaga kebersihan.
  • Membutuhkan keteraturan, misalnya Moms memastikan seluruh perabotan rumah tangga pada tempatnya.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi OCD, Jangan Diremehkan Ya!

2. Gejala Kompulsi

Gejala OCD Tak Hanya Sebatas pada Penggila Kebersihan-2.jpeg

Foto: promisesbehavioralhealth.com

Dilansir dari Mayo Clinic, gejala kompulsi adalah perilaku berulang yang membuat Moms merasa terdorong untuk melakukannya.

Perilaku berulang ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan yang terkait dengan obsesi atau mencegah sesuatu yang buruk terjadi. Gejala kompulsi ini sering kali berlebihan dan tidak realistis.

Gejala kompulsi yang bisa terjadi, yaitu:

  • Membersihkan dan mencuci tangan;
  • Memeriksa, seperti memeriksa pintu terkunci atau gas sudah dimatikan;
  • Menimbun barang-barang;
  • Mengulangi kata-kata di kepala;
  • Menghitung dalam pola tertentu;
  • Berpikir untuk menetralkan pikiran untuk melawan pikiran obsesif;
  • Menghindari tempat dan situasi yang dapat memicu pikiran obsesif.

Selain dari gejala-gejala di atas, pengidap OCD juga dapat dilihat secara emosional. Mereka akan menghabiskan waktu untuk memikirkan pikiran obsesi atau kompulsi.

Hal tersebut sampai mengganggu produktivitas sehari-hari, menurut Jason S. Moser, profesor psikologi di Michigan State University.

“OCD menyebabkan konflik dalam diri individu, serta mengganggu segala pemikiran yang ada dalam diri mereka. Hal ini berlangsung dalam periode yang lama. Jadi, hal ini berbeda dengan keinginan alami untuk membersihkan rumah atau sesekali terburu-buru saat mengunci pintu, ya,” ujar John Mayer, psikolog klinis dan penulis Family Fit: Find Your Balance in Life.

Baca Juga: 5 Ciri Anak Mengidap OCD, Perhatikan Moms!

Itulah penjelasan tentang gejala OCD yang bisa dialami oleh siapa saja. Sebaiknya Moms juga memerhatikan kesehatan mental agar tidak mengganggu kualitas hidup, ya.

Artikel Terkait