BALITA DAN ANAK
15 Februari 2020

Mengenal Hipokalemia. Ini Gejala dan Dampak yang Ditimbulkan Pada Anak

Simak penjelasannya ya, Moms!
Artikel ditulis oleh Ninta
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Hipokalemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan kalium. Kondisi ini terjadi saat kadar kalium dalam tubuh manusia berada di bawah batas normal.

"Kalium sangat penting dalam menghasilkan kontraksi otot dan mengatur detak jantung. Kalium juga memiliki peran penting dalam metabolisme energi," kata Cathy Lehman, ahli gizi tersertivikasi dari Amerika.

Jika hipokalemia pada anak terjadi, ia bisa mengalami gangguan kesehatan. Sebab, kalium juga berfungsi sebagai penghasil potensi listrik yang membantu impuls saraf di dalam tubuh yang terkait dengan saraf, detak jantung, dan kontraksi otot.

Baca Juga: Catat, Ini Dia Bahayanya Jika Ibu Hamil Kurang Kalium

Gejala dan Dampak Hipokalemia Pada Anak

hipokalemia pada anak

Foto: webcomicms.net

"Jika jumlah kalium dalam tubuh anak terlalu rendah atau terlalu tinggi, ini akan sangat berbahaya untuk tubuh.

Oleh sebab itu, keseimbangannya perlu dijaga," ujar dokterAlyson Pidich, direktur medis di Amerika.

Bagaimana cara mengetahui apakah anak terkena hipokalemia atau tidak? Dikutip dari Healthline, ini gejala-gejala yang sering terlihat jika anak mengalaminya.

Baca Juga: Bagaimana Panduan Nutrisi untuk Anak di Usia Golden Periode?

1. Lemah dan Mudah Lelah

hipokalemia pada anak

Foto: ustimesnow.com

Hipokalemia pada anak dapat menyebabkan tubuhnya mudah merasa lelah dan lemah. Ini menjadi tanda pertama yang terjadi jika Si Kecil mengalami hipokalemia.

Kekurangan kalium juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh memanfaatkan nutrisi yang diserap. Seperti saat proses produksi insulin.

Kekurangan kalium dapat merusak proses produksi insulin sehingga mengakibatkan kadar gula darah menjadi tinggi.

2. Kram dan Kejang Otot

hipokalemia pada anak

Foto: hgtv.com

Saat kalium dalam tubuh rendah, kram otot bisa terjadi. Kram terjadi karena adanya kontraksi otot yang tiba-tiba dan tidak terkendali.

Salah satu fungsi kalium adalah membantu otak menyampaikan sinyal yang merangsang dan mengakhiri kontraksi otot.

Sehingga, ketika kadar kalium darah rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal-sinyal ini secara efektif. Inilah yang menghasilkan kontraksi yang lebih lama, seperti kram otot.

Baca Juga: Kenali Sembelit Pada Anak dan 5 Cara Mengatasinya

3. Masalah Pencernaan

hipokalemia pada anak

Foto: blog.chocchildrens.org

Masalah pencernaan bisa terjadi karena banyak hal, salah satunya kekurangan kalium. Kalium yang berfungsi sebagai media yang menyampaikan sinyal dari otak ke otot akan membantu sistem pencernaan mendorong makanan sehingga bisa dicerna.

Ketika kadar kalium darah rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal secara efektif.

Akhirnya, kontraksi pada sistem pencernaan dapat menjadi lebih lemah dan memperlambat pergerakan makanan sehingga menimbulkan kembung dan sembelit pada Si Kecil.

4. Palpitasi Jantung

hipokalemia pada anak

Foto: wate.com

Palpitasi jantung termasuk dampak dari hipokalemia pada anak. Biasanya palpitasi jantung terjadi karena kecemasan atau stres, namun kekurangan kalium juga bisa menjadi penyebab yang harus Moms waspadai.

Ini dapat terjadi karena aliran kalium masuk dan keluar dari sel-sel jantung membantu mengatur detak jantung Anda. Kadar kalium darah yang rendah dapat mengubah aliran ini, menghasilkan jantung berdebar-debar.

Selain itu, jantung berdebar mungkin merupakan gejala aritmia atau detak jantung yang tidak teratur. Aritmia juga memiliki keterkaitan dengan defisiensi kalium namun kondisinya lebih serius.

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

5. Kesulitan Bernapas

hipokalemia pada anak

Foto: anmj.org.au

Anak yang mengalami hipokalemia bisa mengalami sesak napas karena paru-parunya sulit mengembang dengan baik.

Kalium yang rendah pada darah anak menyebabkan jantung berdetak tidak normal. Ini mengakibatkan hanya sedikit darah yang dapat dipompa dari jantung ke seluruh tubuh.

Jika hanya sedikit darah yang dibawa, maka sedikit pula oksigen yang bisa masuk ke paru-paru. Kekurangan kalium dalam jumlah yang banyak bahkan dapat menghentikan kerja paru-paru dan berakibat fatal.

Sumber kalium seperti kentang, ikan, tomat, kacang merah, dan juga pisang sangat mudah ditemui. Pastikan anak mendapatkan jumlah kalium yang cukup setiap hari agar hipokalemia pada anak tidak terjadi.

Artikel Terkait