KEHAMILAN
16 Oktober 2019

Mengenal Hyperemesis Gravidarum, Mual Muntah Ekstrem Saat Hamil

Butuh pemberian nutrisi yang cukup saat terjadi mual muntah ekstrem selama hamil
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Salah satu perubahan yang paling menonjol dan kerap terjadi pada banyak ibu hamil adalah terjadinya morning sickness.

Morning sickness merupakan kondisi di mana ibu hamil merasa mual dan muntah. Kondisi ini biasanya terjadi di trimester pertama, ketika kandungan sudah berumur 6 minggu.

Namun, ada juga ibu hamil yang mengalami morning sickness ekstrem. Kondisi ini yang dalam dunia medis dinamakan hyperemesis gravidarum.

Ketahui lebih lanjut tentang hyperemesis gravidarum, yang akan dijelaskan oleh dr. Yuslam Edi Fidianto, Sp. OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah-Pondok Indah di bawah ini.

Baca Juga: Ibu yang Tidak Mengalami Morning Sickness Ternyata Wajar Lho! Ini 5 Alasannya

Penyebab Hyperemesis Gravidarum

asian-woman-have-morning-sickness_41350-213.jpg

"Hyperemesis gravidarum adalah morning sickness ekstrim yang dialami oleh ibu hamil, umumnya terjadi di trimester pertama kehamilan," jelas dr. Yuslam.

Menurut dr. Yuslam, kondisi ini tidak normal dan bisa disebabkan karena tubuh yang belum siap untuk menerima kehamilan.

"Pada saat kehamilan dimulai, terjadi peningkatan hormon-hormon kehamilan, ketidaksiapan psikis untuk hamil, atau ada beban psikologis sebelumnya," terangnya.

Namun, dr. Yuslam mengatakan bahwa pada umumnya, janin yang dikandung tidak mengalami dampak yang serius.

Baca Juga: Apa Penyebab dan Gejala Morning Sickness Saat Hamil? Ini Jawabannya

Gejala Hyperemesis Gravidarum

sakit autoimun-2.jpg

Lebih lanjut, dr. Yuslam menjelaskan ada gejala yang dapat terjadi bagi ibu hamil dengan kondisi hyperemesis gravidarum.

"Gejala hiperemesis gravidarum adalah mual-muntah berlebihan sehingga tidak ada asupan makanan yang masuk," ungkap dr. Yuslam.

Akibatnya, tubuh Moms bisa menjadi lemah, mengalami dehidrasi, dan pada beberapa kasus diikuti dengan terjadinya penurunan suhu tubuh.

Baca Juga: Rachel Vennya Diopname di Kehamilan Kedua, Mual dan Muntah Berlebihan Saat Hamil Bisa Berisiko Bagi Janin?

Pencegahan Hyperemesis Gravidarum

2 Suplemen Myo-inositol.jpg

Lalu, seperti apa langkah pencegahan bagi ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum?

Menurut dr. Yuslam, Moms bisa melakukan persiapan fisik dan mental untuk menghadapi dan menerima kondisi kehamilan yang dialami.

"Pencegahannya dapat dimulai dengan mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi kehamilan," kata dr. Yuslam.

Ia melanjutkan, penanganan hyperemesis gravidarum bisa dilakukan dengan memberikan nutrisi dan cairan elektrolit yang cukup pada ibu hamil yang mengalaminya.

Nah, itulah yang dimaksud dengan hyperemesis gravidarum. Ternyata, mual muntah parah saat hamil juga bisa terjadi karena tubuh belum siap menerima kehamilan.

Artikel Terkait