KEHAMILAN
22 Agustus 2019

Mengenal IVF dan Kanker Payudara

Seperti apa risikonya?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Selama puluhan tahun para ahli berusaha mencari tahu apakah prosedur in vitro fertilization atau IVF tingkatkan risiko kanker payudara.

Selama itu pula hasil penelitian yang muncul berlainan. Ada yang menemukan kaitan antara IVF dan meningkatnya risiko kanker payudara, dan ada juga yang menyimpulkan IVF tidak berkontribusi terhadap peningkatan tersebut.

Namun, hasil penelitian terbaru – yang diterbitkan tahun 2019 – memperlihatkan temuan baru.

Kanker Payudara

Ini penjelasan ahli tentang IVF tingkatkan risiko kanker payudara pada perempuan (1).jpg

Foto: hellomagazine.com

Dikutip dari situs web The Independent, sebuah penelitian berskala besar yang berlangsung antara 1994 dan 2015 menemukan bukti bahwa perempuan yang menjalani prosedur IVF di atas usia 40 tahun memiliki risiko lebih besar untuk terkena kanker payudara.

Penelitian tersebut dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari University of Copenhagen terhadap lebih dari 600.000 perempuan Denmark yang 58.534 di antaranya menjalani perawatan kesuburan.

Hasilnya, perempuan berusia 40+ yang berhasil melahirkan setelah IVF memiliki risiko sebesar 65 persen lebih besar untuk mendapatkan diagnosis kanker payudara dibandingkan kelompok perempuan yang tidak menjalani IVF.

Baca Juga : Bersiap untuk Indonesia Goes Pink, Waspada Kanker Payudara

Studi tersebut juga menyimpulkan secara umum terdapat risiko sebesar 10 persen IVF tingkatkan risiko kanker payudara pada semua usia.

Salah satu tahapan dalam IVF adalah perempuan harus menggunakan obat berdosis tinggi untuk merangsang indung telur agar memproduksi sel telur.

Langkah tersebut akan meningkatkan kadar estrogen, yakni hormon yang mendorong pertumbuhan jaringan payudara, serta dapat mendorong pertumbuhan sel kanker.

Pada perempuan usia 40+ langkah ini menyimpan risiko IVF tingkatkan risiko kanker payudara.

“Kami melihat terdapat peningkatan risiko [kanker payudara] secara bertahap, terutama pada perempuan berusia di atas 40 tahun,” kata Ditte Vassard, peneliti dari University of Copenhagen. Ia memaparkan temuan studi tersebut dalam konferensi tahunan European Society for Human Reproduction and Embryology di Vienna, Austria.

Kanker Payudara Seiring dengan Penuaan

Ini penjelasan ahli tentang IVF tingkatkan risiko kanker payudara pada perempuan (3).jpg

Foto: verywellhealth.com

Dikutip dari situs web MSN, secara umum perempuan memang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara seiring dengan penuaan, terutama bila mereka belum pernah melahirkan.

Profesor Geeta Nargund dari St George Hospital di London dan lembaga Create Fertility menjelaskan, risiko tersebut akan meningkat bila perempuan diberi obat perangsang kesuburan yang makin meningkatkan kadar estrogen di tubuh mereka.

“Temuan ini merupakan peringatan terhadap penggunaan obat perangsang kesuburan dosis tinggi dalam prosedur IVF, terutama pada perempuan berusia di atas 40 tahun,” kata Dr. Nargund.

Selanjutnya, menurut Dr. Nargund, dokter harus menginformasikan pasien berusia 40+ tentang risiko ini saat mereka hendak menjalani prosedur IVF.

Dokter juga harus mengurangi dosis obat kesuburan bagi perempuan berusia di atas 40 tahun agar mereka terhindar dari kemungkinan IVF tingkatkan risiko kanker payudara.

Baca Juga : 11 Mitos Seputar Kanker Payudara, Bagaimana Faktanya?

(AN/CAR)

Artikel Terkait