BALITA DAN ANAK
9 Oktober 2019

Mengenal Jenis Tremor pada Anak. Moms Perlu Tahu!

Ditandai dengan tangan yang sering gemetar
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms sering mendapati anak gemetar saat melakukan kegiatan sehari-hari? Itu bisa jadi tanda tremor. Tremor adalah gerakan otot ritmik yang tidak disengaja di satu bagian tubuh atau lebih. Getarannya osilasi, yakni maju-mundur dengan kecepatan teratur.

Tremor esensial bisa dimulai sejak usia delapan tahun dan memengaruhi 5% anak-anak. Biasanya terjadi di tangan, namun bisa juga terasa di lengan, kepala, wajah, pita suara, tubuh, dan paha. Tremor di pita suara akan membuat anak bersuara gemetar.

Kondisi ini bisa memengaruhi koordinasi motorik halus, membuat penderitanya kesulitan untuk:

  • Memegang minuman panas
  • Minum dari cangkir
  • Menggunakan sendok
  • Menulis
  • Mengetik
  • Menggambar
  • Memakai pinset
  • Mengecat kuku
  • Memainkan alat musik

Baca Juga: Menggerakkan Tangan Saat Bicara Ternyata Meningkatkan Kreativitas Anak

Tremor memiliki kaitan dengan ketangkasan motorik yang buruk. Menurut penelitian yang dikutip website pediatriceducation.org, tremor ringan pada anak lebih banyak terjadi pada:

  • Satu tangan dibanding keduanya
  • Tangan kiri (tangan nondominan) daripada tangan kanan (tangan dominan)
  • Anak laki-laki dibanding anak perempuan
  • Anak yang menggunakan obat-obatan psikiatris daripada obat-obatan asma

Penelitian menunjukkan bahwa usia berbanding terbalik dengan tremor. Sebab, semakin besar anak, semakin sering ia berlatih dan semakin ia berkembang, sehingga performa motoriknya meningkat.

Jenis Tremor Berdasarkan Waktu Terjadinya

Jenis Tremor Berdasarkan Waktu Terjadinya (1).png

Foto: simplymombailey.com

  • Tremor istirahat: terjadi saat otot sedang beristirahat
  • Tremor postural: terjadi saat anak melakukan sikap tubuh tertentu. Misal ketika tangan direntangkan.
  • Tremor intensional atau aksi: semakin parah saat melakukan gerakan yang disengaja. Misal, terjadi tremor saat tangan digerakkan (tremor kinetik).

Baca Juga: Bahaya! Sembarangan Tarik Tangan Anak Saat Bermain dapat Pengaruhi Tulangnya

Jenis Tremor Berdasarkan Cirinya

  • Tremor esensial: jenis tremor yang paling umum dan dimulai di satu sisi tubuh. Kadang, tremor ini bersifat progresif atau menyerang sisi tubuh satunya lagi. Kebanyakan terjadi di tangan, namun juga bisa mengenai kepala, pita suara, lidah, paha, dan tubuh. Penyebabnya belum diketahui.
  • Tremor fisiologis: jenis tremor ringan tanpa penyebab neurologis (otak). Tremor ini bisa terjadi pada anak yang normal dan sehat. Semua kelompok otot volunter (digerakkan dengan sadar) bisa terkena. Tremor fisiologis diperburuk dengan kelelahan, kadar gula darah rendah, keracunan logam, zat perangsang, sindrom putus alkohol, dan emosi yang naik.
  • Tremor distonik: paling sering terjadi pada anak yang mengalami distonia atau gangguan pergerakan yang menyebabkan kontraksi otot terus-menerus. Hal ini menyebabkan otot terpelintir yang menyakitkan atau postur abnormal. Tremor distonik terpicu ketika anak melakukan sikap tubuh atau bergerak dengan cara tertentu. Cara meredakan tremor distonik adalah dengan beristirahat dan menyentuh otot yang terkena.
  • Tremor serebelar: tremor lambat yang terjadi selama pergerakan yang memiliki tujuan, misalnya menekan tombol. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan otak akibat multiple sclerosis, stroke, tumor, atau luka di serebelum. Tremor terjadi di sisi tubuh yang sama dengan bagian otak yang rusak.
  • Tremor Parkinson: gerakannya adalah seperti memutar-mutar pil menggunakan ujung jempol dan telunjuk. Tremor Parkinson juga bisa memengaruhi dagu, paha, dan tubuh. Ini adalah gejala awal penyakit Parkinson yang menyerang orang usia 60 tahun ke atas. Meski jarang terlihat pada anak-anak, tremor Parkinson juga bisa terjadi akibat kerusakan otak.
  • Tremor familiar: tremor karena keturunan.

Baca Juga: Bolehkah Anak Memasukkan Tangan ke Mulut?

Apa Penyebab Tremor?

Tremor bisa menjadi gejala kondisi neurologis karena area tertentu otak berfungsi mengontrol pergerakan. Kondisi yang memengaruhi fungsi otak di antaranya stroke, trauma otak, dan penyakit neurodegeneratif.

Gangguan metabolik seperti hipertiroid dan hipoglikemia serta penyalahgunaan alkohol, keracunan, dan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan tremor karena berefek pada otak.

Baca Juga: Usia Berapa Anak Bisa Diajarkan Cuci Tangan Sendiri? Perhatikan Cara yang Benar!

Bagaimana Caranya Mengatasi Tremor?

Mengatasi Tremor (1).jpg

Foto: brightbeginningsmontrose.com

Tremor tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, tingkat keparahannya bisa dikurangi dengan obat-obatan yang disesuaikan dengan jenis tremor serta menjauhi hal-hal yang memicu tremor, seperti kafein. Tremor yang parah bisa diatasi dengan bedah, namun hal ini sangat jarang terjadi pada anak-anak.

Anak-anak umumnya bisa menghadapi tremor lebih baik daripada orang dewasa. Namun, di usia sekolah, waktu menulis, istirahat untuk makan, dan komentar dari teman-teman bisa menimbulkan kecemasan dan malu.

Selama anak terlihat sehat serta tumbuh-kembangnya normal, Moms bisa bernapas lega karena tremor belum tentu menjadi tanda gangguan serius.

Artikel Terkait