GAYA HIDUP
28 Juni 2019

Mengenal Menorrhagia, Darah Berlebih Saat Haid yang Bisa Sebabkan Anemia

Merasa lelah dan memiliki darah berlebih saat mens, mungkin itu adalah menorrhagia.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Siklus menstruasi tidak sama untuk setiap wanita.

Siklus menstruasi yang normal terjadi sekitar setiap 28 hari dan berlangsung sekitar lima hari.

Rata-rata, banyaknya darah yang keluar saat menstruasi, yakni antara 30-40 ml atau setara 2 hingga 3 sendok makan.

Namun, ada beberapa perempuan memiliki darah berlebih saat menstruasi. Hal ini disebut menorrhagia.

Menorrhagia adalah pendarahan menstruasi yang lama dan sangat berat pada interval siklus menstruasi yang teratur.

Bahkan darah berlebih saat mens ini biasa disertai dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Baca Juga : 6 Manfaat Mengejutkan dari Menstruasi

Penyebab Menorrhagia

Mengenal menorrhagia darah berlebih saat haid - gejala menorrhagia.jpg

Foto: rd.com

Menorrhagia dapat terjadi ketika siklus menstruasi tidak menghasilkan sel telur, yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Dalam siklus menstruasi normal, ada keseimbangan antara estrogen dan progesteron.

Ini adalah hormon dalam tubuh yang membantu mengatur penumpukan endometrium (lapisan dalam rahim), yang ditumpahkan setiap bulan selama menstruasi.

Untuk menorrhagia, mungkin ada ketidakseimbangan kadar estrogen dan progesteron.

Siklus menstruasi tanpa ovulasi, yang dikenal sebagai anovulasi, paling umum terjadi pada mereka yang baru-baru mulai menstruasi dan mereka yang sedang mendekati menopause.

Namun, tak hanya itu, ada faktor lain yang bisa sebabkan menorrhagia, yakni:

  1. Gangguan hormonal
  2. Fibroid rahim. Ini adalah tumor non-kanker, atau tumor jinak.
  3. Polip uterus yang dapat menghasilkan kadar hormon yang lebih tinggi.
  4. Adenomyosis. Kelenjar dari endometrium yang tertanam di otot rahim.
  5. Alat kontrasepsi non-hormonal (IUD). Alat kontrasepsi jenis ini dapat menyebabkan perdarahan yang lebih berat dari biasanya.

Penyakit radang panggul (PID). Ini adalah infeksi pada organ reproduksi yang dapat memiliki komplikasi parah.

  1. Kanker rahim, kanker leher rahim, dan/atau kanker ovarium.
  2. Gangguan pendarahan yang diwariskan.
  3. Kondisi kesehatan lain yang dapat memicu menorrhagia termasuk gangguan tiroid, endometriosis, dan penyakit hati atau ginjal.

Walau begitu, penyebab pasti setiap orang yang memiliki menorrhagia berbeda-beda.

Sehingga, disarankan untuk menemui dokter kandungan jika menstruasi kita berlangsung lebih dari 7 hari dan/atau jika menstruasi kita kurang dari 21 hari terpisah (kecuali jika itu adalah siklus menstruasi biasa kita).

Baca Juga : Efek Samping Bercinta Saat Haid

Gejala Menorrhagia

Mengenal menorrhagia darah berlebih saat haid - gejala menorrhagia.jpg

Foto: rd.com

Menstruasi yang berlebihan dan berkepanjangan ini memiliki gejalanya, yakni:

  1. Pembalut yang "basah" berlebihan sehingga membuat kita mengganti pembalut setiap jamnya.
  2. Darah berlebih saat mens bisa menyebabkan anemia, sehingga kita dapat terlihat pucat, sesak napas, dan merasa kelelahan tak seperti biasanya.
  3. Periode menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari.
  4. Terdapat gumpalan darah yang berukuran lebih besar dari seperempat.
  5. Ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
  6. Nyeri perut dan panggul bagian bawah yang konstan.

Jika Moms memiliki gejala tersebut saat menstruasi, segera temui dokter atau tenaga medis ahli untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(SA/CAR)

Artikel Terkait