KEHAMILAN
8 Oktober 2019

Mengenal Mirror Syndrome, Sindrom yang Menyebabkan Irish Bella Kehilangan Anak dalam Kandungan

Sindrom ini sebenarnya jarang ditemukan dalam kasus kehamilan

Sumber: instagram.com/_irishbella_

Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Irish Bella dan Ammar Zoni masih diselimuti awan kesedihan akibat meninggalnya bayi kembar pertama pasangan ini. Kejadian ini tentu memberikan sebuah pukulan yang mendalam bagi keduanya. Apalagi bayi kembar ini meninggal di dalam kandungan.

Mengutip dari Kompas.com, dr. Gatot Abdurrazak, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fetomaternal dari RSAB Harapan Kita yang menangani Irish Bella, mengungkapkan jika bayi perempuan yang akrab disapa Ibel ini meninggal saat di dalam rahim.

Baca Juga: 14 Gejala Hamil Anak Kembar

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh mirror syndrome, yang merupakan salah satu penyebab preeklamsia. Kondisi ini mengakibatkan plasenta kandungan Irish lepas sehingga aliran darah tidak mengalir ke janin dan menyebabkan kematian pada bayi kembar tersebut.

Sebenarnya apa itu mirror syndrome? Yuk kita kenali lebih lanjut, Moms.

Mirror Syndrome

mirror syndrome

Dilansir dari situs Very Well Family, mirror syndrome terjadi pada kehamilan ketika janin memiliki kelebihan cairan yang tidak normal, sehingga mengakibatkan ibu mengalami preeklamsia, suatu bentuk hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Ini adalah kondisi yang langka. Namun, ketika itu terjadi, sangat serius dan berpotensi mengancam jiwa.

Komplikasi kehamilan seperti mirror syndrome bisa membuat stres dan terasa menakutkan, tetapi mengenali gejalanya dan berkonsultasi dengan dokter adalah langkah pertama untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Tindakan dini itu penting ketika ada sesuatu yang tidak biasa selama kehamilan, karena bisa membuat semua perbedaan.

Baca Juga: Waspadai Ciri-ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil

Penyebab Mirror Syndrome

mirror syndrome

Mengutip dari jurnal US National Library of Medicine mengenai mirror syndrome, penyebab terjadinya sindrom ini melibatkan isoimunisasi rhesus, sindrom transfusi kembar-kembar (Twin-To-Twin Transfusion Syndrome), infeksi virus, malformasi janin, dan tumor janin atau plasenta.

Sindrom ini biasanya disebabkan oleh hidrops janin, yang merupakan kumpulan cairan dalam janin. Cairan dapat menumpuk di bawah kulit, di perut, di sekitar paru-paru, atau di sekitar jantung.

Mirror syndrome dapat terjadi mulai 22,5 hingga 27,8 minggu usia kehamilan. Kasus ini merupakan kasus yang jarang terjadi pada seorang wanita hamil yang menderita sindrom cermin yang terkait dengan gagal jantung. Setelah persalinan dan tindakan pengobatan lainnya, gejala gagal jantung biasa akan hilang.

Baca Juga: Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS), Salah Satu Risiko Komplikasi pada Kehamilan Kembar

Gejala Mirror Syndrome

mirror syndrome

Sangat penting bagi ibu hamil untuk segera mengetahui terjadinya sindrom ini sejak ini untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Terkadang gejala kondisi ini bisa bertumpuk dengan kondisi lainnya, seperti preeklampsia, jadi diperlukan diagnosis yang tepat.

Biasanya gejala yang ditunjukan oleh mirror syndrome, seperti:

  • Tekanan darah yang tinggi
  • Pembengkakan parah dan signifikan
  • Protein ditemukan dalam urin (mudah didiagnosis dengan tes urin)
  • Pertambahan berat badan yang signifikan dan berlebihan dalam waktu singkat

Kadang-kadang sindrom ini akan muncul dalam tes darah melalui hemodilution (suatu kondisi di mana ada lebih banyak plasma dalam darah dan jumlah sel darah merah yang lebih rendah). Ini terjadi karena kelebihan cairan yang menumpuk di dalam tubuh.

Meskipun sangat jarang ditemukan, sindrom ini bisa menyerang ibu hamil mana saja. Makanya, Moms harus tetap berhati-hati dan segera berkonsultasi dengan dokter ketika sudah menemukan gejalanya.

Artikel Terkait