KESEHATAN
18 Oktober 2019

Mengenal Neurodermatitis: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hindari menggaruk, karena akan memperburuk kondisi kulit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms tentu tahu masalah kulit. Ternyata masalah kulit tidak hanya berputar sekita ruam, panu, eksim, herpen, dan lainnya yang umum kita ketahui. Ada juga masalah kulit yang bernama neurodermatitis lho. Apa itu?

Neurodermatitis adalah peradangan kronis dan gatal ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol meyerupai batang kayu, akibat dari garukan atau gosokan yang berulang-ulang.

“Rasa gatal memang tidak timbul terus menerus, biasanya pada saat tidak ada aktivitas, dan bila muncul sulit ditahan untuk tidak menggaruk,” ucap dr. Alexander Chandra, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Pondok Indah – Puri Indah.

Baca Juga: Waspada! Bayi Bisa Terkena Herpes Hanya Karena Dicium

Ia menambahkan bahwa penderita akan merasa nyaman bila digaruk. Setelah luka, baru hilang rasa gatal untuk sementara.

Moms dapat mengembangkan beberapa bintik-bintik gatal, biasanya di leher, pergelangan tangan, lengan, kaki atau sekitar daerah anus.

Apa penyebab dari neurodermatitis dan bagaimana cara mengatasi masalah kulit ini? Simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Neurodermatitis

neurodermatitis

Foto: verywellhealth.com

Neurodermatitis tidak timbul pada anak, tetapi pada orang dewasa sampai manula. Lebih seringnya terjadi pada perempuan daripada pria. Moms bisa menemukan kondisi kulit ini di berbagai tempat di tubuh kita.

Menurut dr. Alexander Chandra, penyebab terjadinya neurodermatitis tidak diketahui secara pasti, terkadang neurodermatitis dapat timbul hanya dengan mengosok dan menggaruk suatu area kulit sehingga terjadi iritasi.

Baca Juga: Hindari Iritasi, Ini 4 Tips Memilih Produk Perawatan Kulit untuk Bayi

Misalnya pada saat setelah menggunakan pakaian yang terlalu ketat dan digigit serangga. Kondisi psikologis seperti stres dan gelisah yang berlebihan juga dapat memicu timbulnya gatal.

Risiko perempuan terkena neurodermatitis lebih besar dibanding pria. Neurodermatitis biasa timbul pada usia 30-50 tahun dan mereka yang terkena, memiliki riwayat keluarga yang juga menderita atau genetik.

Diagnosis dapat dilakukan berdasarkan gambaran klinis, misalnya apabila ada penebalan kulit dan rasa gatal. Untuk menyingkirkan penyebab lain, dapat dilakukan dengan mengambil sampel dari area kulit yang terkena neurodermatitis.

Mengatasi Neurodermatitis

neurodermatitis

Foto: healthline.com

Tujuan penanganan dari neurodermatitis adalah untuk mengurangi rasa gatal; mencegah terbentuknya garukan yang lebih parah, serta mencegah penyebab yang mendasarinya.

Lebih lanjut, terapi dapat diberikan dengan krim anti peradangan, suntikan kortikosteroid, antihistamin, bahkan obat penenang. Berhenti menggaruk juga ya Moms, karena menggaruk hanya akan memperburuk kondisi kulit.

Baca Juga: Bagaimana Mengobati Kulit Kapalan yang Gatal dan Nyeri?

Selain itu, coba lakukan kompres dingin dan basah pada daerah kulit yang terkena neurodermatits. Hal ini untuk menenangkan kulit dan menghilangkan rasa gatal.

Rajin memotong kuku juga bisa membantu, karena kuku yang pendek dapat mengurangi kerusakan kulit penderita neurodermatitis, terutama penderita cenderung mengggaruk saat sedang tidur.

Saat mandi, mandilah dengan air hangat. Gunakan sabun ringan berbahan alami tanpa pewarna dan tanpa pewangi. Setelah mandi, lembapkan kulit dengan pelembap, yang juga tidak mengandung pewangi untuk melindungi kulit.

Hindari pemicu kambuhnya neurodermatitis dan temukan cara mengatasi faktor pemicu, serta pilih dan gunakan busana yang tidak memicu gatal.

Nah, itulah penyebab dan cara mengatasi neurodermatitis. Semoga cepat sembuh ya Moms!

Artikel Terkait