GAYA HIDUP
26 Juni 2019

Mengenal Neuropati: Klasifikasi, Penyebab, dan Gejalanya

Sering merasakan kesemutan hingga kebas di salah satu bagian tubuh? Mungkin itu neuropati
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Jika Moms merasakan kaki atau tangan kesemutan hingga terasa kebas, jangan disepelekan. Bisa jadi itu adalah tanda dari penyakit neuropati.

Neuropati - juga disebut neuropati perifer - mengacu pada kondisi apa pun yang memengaruhi aktivitas normal saraf sistem saraf tepi.

Sistem saraf tepi adalah jaringan saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat - otak dan sumsum tulang belakang - ke seluruh tubuh.

Sistem saraf tepi terdiri dari 3 jenis saraf, masing-masing dengan peran penting untuk menjaga tubuh kita tetap sehat dan berfungsi dengan baik.

Saraf sensorik membawa pesan dari indera kita melalui sumsum tulang belakang ke otak. Misalnya, mereka memberi tahu otak bahwa kita menyentuh sesuatu yang panas.

Saraf motor berjalan ke arah yang berlawanan. Mereka membawa pesan dari otak ke otot kita. Mereka memberi tahu otot untuk menjauhkan kita dari permukaan yang panas.

Saraf otonom bertanggung jawab untuk mengontrol fungsi tubuh yang terjadi di luar kendali kita, seperti pernapasan, pencernaan, detak jantung, dan tekanan darah.

Neuropati terjadi ketika sel-sel saraf, atau neuron, rusak atau hancur.

Ini mendistorsi cara neuron berkomunikasi satu sama lain dan dengan otak. Neuropati dapat mempengaruhi 1 jenis saraf atau saraf, atau kombinasi saraf.

Baca Juga : 4 Treatment Tradisional Untuk Neuropati

Bagaimana Neuropati Diklasifikasikan?

Mengenal neuropati penyebab dan gejalanya - klasifikasi neuropati.jpg

Foto: rd.com

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, Amerika Serikat, lebih dari 100 jenis neuropati perifer telah diidentifikasi, masing-masing dengan gejala dan prognosisnya sendiri.

Gejalanya bervariasi tergantung pada jenis saraf — motorik, sensorik, atau otonom — yang rusak.

  • Saraf motorik mengendalikan pergerakan semua otot di bawah kendali sadar, seperti yang digunakan untuk berjalan, memegang sesuatu, atau berbicara.
  • Saraf sensorik mengirimkan informasi seperti perasaan sentuhan ringan, suhu, atau rasa sakit akibat luka.
  • Saraf otonom mengontrol organ untuk mengatur aktivitas yang orang tidak kontrol secara sadar, seperti bernapas, mencerna makanan, dan fungsi jantung dan kelenjar.

Sebagian besar neuropati mempengaruhi ketiga jenis serabut saraf dengan derajat yang berbeda-beda; yang lain terutama memengaruhi satu atau dua jenis.

Dokter menggunakan istilah seperti neuropati motorik yang dominan, neuropati sensorik yang dominan, neuropati motorik sensorik, atau neuropati otonom untuk menggambarkan kondisi yang berbeda.

Apa Gejala-gejala Neuropati?

Mengenal neuropati penyebab dan gejalanya - gejala neuropati.jpg

Foto: everydayhealth.com

Gejala neuropati pada akhirnya tergantung pada penyebab yang mendasari dan individu, tetapi mereka dapat mencakup mati rasa sementara atau permanen; sensasi kesemutan, tusukan, atau terbakar; peningkatan sensitivitas terhadap sentuhan; rasa sakit; kelemahan atau kelemahan otot; kelumpuhan; disfungsi pada organ atau kelenjar; dan gangguan fungsi buang air kecil dan fungsi seksual.

Baca Juga : Ini Gejala Penyakit Klamidia, si Silent Killer yang Sulit Dideteksi

Apa Penyebab Neuropati?

Mengenal neuropati penyebab dan gejalanya - klasifikasi neuropati.jpg

Foto: piedmont.org

1. Cedera Fisik (Trauma) adalah Penyebab paling Umum dari Cedera Saraf Tunggal.

Cedera karena kecelakaan mobil, jatuh, olahraga, dan prosedur medis dapat meregangkan, menghancurkan, atau menekan saraf, atau melepaskannya dari sumsum tulang belakang.

Trauma yang kurang parah juga dapat menyebabkan kerusakan saraf yang serius.

Tulang yang patah atau terkilir dapat menyebabkan tekanan pada saraf tetangga dan piringan yang terselip di antara tulang belakang dapat menekan serat saraf di tempat mereka keluar dari sumsum tulang belakang.

Artritis, tekanan yang berkepanjangan pada saraf (seperti gips) atau aktivitas yang berulang dan kuat dapat menyebabkan ligamen atau tendon membengkak, yang mempersempit jalur saraf ramping.

Neuropati ulnaris dan sindrom terowongan karpal adalah jenis neuropati yang umum dari saraf yang terperangkap atau terkompresi di siku atau pergelangan tangan.

Dalam beberapa kasus, ada penyebab medis yang mendasari (seperti diabetes) yang mencegah saraf dari mentoleransi tekanan hidup sehari-hari.

2. Diabetes adalah Penyebab Utama Polineuropati di Amerika Serikat.

Polineuropati merupakan jumlah terbesar kasus neuropati perifer. Ini terjadi ketika beberapa saraf perifer di seluruh tubuh mengalami kerusakan pada saat bersamaan.

Sekitar 60 - 70 persen pengidap diabetes mengalami kerusakan ringan hingga parah pada saraf sensorik, motorik, dan otonom yang menyebabkan gejala seperti mati rasa, kesemutan, atau kaki terbakar, pita atau nyeri satu sisi, dan mati rasa dan kelemahan pada bagasi atau panggul.

3. Ketidakseimbangan Hormon dapat Mengganggu Proses Metabolisme Normal, Menyebabkan Jaringan Bengkak yang Dapat Menekan Saraf Perifer.

4. Ketidakseimbangan Nutrisi atau Vitamin, Alkoholisme, dan Paparan Racun dapat Merusak Saraf dan Menyebabkan Neuropati.

Kekurangan vitamin B12 dan kelebihan vitamin B6 adalah penyebab terkait vitamin yang paling dikenal. Beberapa obat telah terbukti menyebabkan neuropati.

Apabila Moms merasakan gejala-gejala seperti yang disebutkan tadi, harap segera periksakan ke dokter ya untuk mendapat penanganan yang tepat.

(SA/CAR)

Artikel Terkait