PROGRAM HAMIL
11 Oktober 2019

Mengenal PCOS Yang Memengaruhi Kesuburan

Ketidakteraturan jadwal menstruasi dapat menjadi pertama PCOS.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat wanita didiagnosis mengidap Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), satu hal yang mungkin juga akan diinformasikan oleh Dokter adalah bahwa PCOS mengganggu program hamil.

Gejala yang ditimbulkan akibat PCOS juga seringkali terabaikan, karena tidak menimbulkan gangguan yang berarti. Sehingga dalam banyak kasus, wanita baru mengetahui dirinya mengidap PCOS saat sedang berusaha menjalani kehamilan.

Meski berdampak besar pada kesuburan wanita, namun PCOS mengganggu program hamil dapat diatasi dengan cara yang tepat. Cek penjelasan lengkapnya berikut ini.

PCOS Mengganggu Program Hamil

1 PCOS Mengganggu Program Hamil.jpg

Foto: womenshealth.gov

Dikutip dari everydayhealth.com, wanita yang mengidap PCOS berarti memiliki gangguan hormonal dimana tubuh terlalu banyak menghasilkan androgen.

Ini biasanya merupakan hormon pria, namun tetap dapat dimiliki wanita dalam jumlah kecil, sama seperti insulin. Ketidakseimbangan hormon ini dapat mengganggu sinyal yang dikirim dari kelenjar pituitari untuk mengarahkan ovarium menghasilkan telur.

Saat telur tidak dilepaskan, ovulasi tidak terjadi dan akhirnya PCOS mengganggu program hamil. Meski demikian, dalam beberapa kasus, wanita dengan kondisi PCOS tetap dapat mengalami kehamilan dan cukup membahayakan.

Menurut National Institutes of Health, wanita hamil yang mengidap PCOS berisiko mengalami komplikasi, seperti tiga kali lebih mungkin mengalami keguguran, diabetes, preeclampsia, kelahiran prematur, hingga kelahiran dengan operasi caesar.

Baca Juga: Telat Datang Bulan? Waspadai PCOS!

Gejala PCOS

2 Gejala PCOS.jpg

Foto: todaysparent.com

Beberapa gejala PCOS mengganggu program hamil cukup ringan, sehingga dalam banyak kasus, wanita tidak menyadari ada yang salah dengan tubuhnya (mengidap PCOS).

Gejalanya antara lain: pertumbuhan jerawat hingga bulu tubuh yang berlebihan. Namun gejala paling mudah untuk mengenali PCOS mengganggu program hamil adalah jadwal menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Dalam beberapa kasus, menstruasi hanya berlangsung sekali dalam beberapa bulan, bahkan sekali dalam enam bulan. Alasan dari tidak teraturnya jadwal menstruasi ini adalah karena Moms tidak berovulasi secara teratur.

Beberapa wanita yang belum berpikir tentang kehamilan, mungkin akan berpikir bahwa ketidakteraturan jadwal menstruasi adalah isu ringan (bahkan mungkin lebih menyenangkan, karena tidak perlu merasakan nyeri menstruasi yang mengganggu), namun sebenarnya hal ini juga dapat membahayakan.

“Semakin lama wanita tidak mendapatkan menstruasi, sel akan tumbuh tak terkendali dan bisa menjadi kanker,” ungkap Kepala Kebidanan dan Ginekologi di University of Southern California’s Keck School of Medicine, Jenny M. Jaque, MD, seperti dikutip dari health.com.

Baca Juga: Kisah Tya Ariestya Mengidap PCOS dan Perjuangannya Memiliki Anak Lewat Program Bayi Tabung

Solusi PCOS Mengganggu Program Hamil

3 Solusi PCOS Mengganggu Program Hamil.jpg

Foto: health.com

PCOS mengganggu program hamil telah banyak dikaitkan dengan masalah kelebihan berat badan.

“Wanita dengan masalah berat badan yang mengidap PCOS, maka menurunkan berat badan adalah cara pertama untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan,” ungkap Direktur Medis Shady Grove Fertility Tampa Bay, Dr. Celso Silva, seperti dikutip dari shadygrovefertility.com.

Penurunan berat badan ini akan memberi dampak positif pada fungsi ovulasi, peningkatan kemungkinan pembuahan, kehamilan yang lebih aman bagi Moms dan bayi, serta respon yang lebih baik terhadap obat kesuburan.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa hanya dengan mengurangi 5% berat badan, seorang wanita dapat mengembalikan siklus menstruasi menjadi lebih rutin dan berovulasi dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Cara mengatasi PCOS, Masalah Hormon yang Membuat Sulit Hamil

Dikutip dari shadygrovefertility.com, obat oral untuk kesuburan, seperti clomiphene citrate (Clomid) dapat membantu merangsang perkembangan folikel ovarium dimana telur berada.

Clomiphene citrate akan bertindak dengan menghalangi aksi estrogen di otak (hipotalamus dan hipofisis). Akibatnya, ada peningkatan produksi hormon perangsang folikel yang menyebabkan perkembangan satu atau lebih folikel.

Jika ovulasi masih tidak teratur, obat tambahan dapat diresepkan. Misalnya metformin yang dapat membantu tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Sehingga dapat membuat ovulasi lebih teratur. (GS)

Artikel Terkait