PROGRAM HAMIL
4 September 2020

Mengenal PCOS yang Memengaruhi Kesuburan, Moms Wajib Tahu!

Ketidakteraturan jadwal menstruasi dapat menjadi pertama PCOS
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat wanita didiagnosis mengidap Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), satu hal yang mungkin juga akan diinformasikan oleh dokter adalah bahwa penyakit PCOS mengganggu program hamil.

Gejala yang ditimbulkan akibat penyakit PCOS juga seringkali terabaikan, karena tidak menimbulkan gangguan yang berarti. Sehingga dalam banyak kasus, wanita baru mengetahui dirinya mengidap penyakit PCOS saat sedang berusaha menjalani kehamilan.

Meski berdampak besar pada kesuburan wanita, namun penyakit PCOS mengganggu program hamil dapat diatasi dengan cara yang tepat. Maka dari itu simak penjelasan mengenai PCOS di bawah ini.

Penyebab PCOS

penyakit pcos

Foto: Orami Stock Photos

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan PCOS pada wanita, seperti:

1. Peradangan Rendah

Wanita dengan penyakit PCOS memiliki peradangan dengan tingkat rendah dimana kondisi ini merangsang ovarium polikistik untuk menghasilkan androgen.

Kelebihan hormon androgen inilah yang menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan penyakit PCOS. Androgen adalah hormon seks laki-laki yang juga diproduksi oleh tubuh perempuan dalam jumlah kecil.

2. Genetik

Faktor genetik atau keturunan merupakan salah satu penyebab yang paling memungkinkan dari penyakit PCOS.

"Benar bahwa PCOS merupakan penyakit yang terkait genetik (keturunan) dan bisa menyebabkan sulit hamil sama seperti endometriosis," menurut dr. Gita Pratama, Sp.OG-KFER, M.ScRep, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Pondok Indah - Pondok Indah, pada acara sesi IG Live bersama Orami Parenting (23/07).

Biasanya seorang wanita menderita PCOS bila sang ibu atau saudaranya juga mengalami hal yang sama. PCOS ini ternyata tak hanya dapat diturunkan dari sang ibu saja, namun bisa pula dari keluarga ayah.

Bila pada salah satu silsilah keluarga tersebut ada yang memiliki periode menstruasi tidak teratur serta diabetes, makan kemungkinan untuk menderita PCOS akan menjadi semakin besar.

3. Insulin Berlebih

Faktor berikutnya bisa disebabkan apabila tubuh Moms resisten terhadap insulin, sehingga pankreas akan mengeluarkan insulin yang lebih banyak untuk memproduksi energi atau glukosa.

Lebihnya kadar insulin dalam tubuh inilah yang kemudian akan berpengaruh pada indung telur dengan meningkatnya produksi androgen. Produksi androgen berlebih ini yang nantinya akan menganggu kemampuan berovulasi.

PCOS Mengganggu Program Hamil

1 PCOS Mengganggu Program Hamil.jpg

Foto: womenshealth.gov

Dikutip dari everydayhealth.com, wanita yang mengidap PCOS berarti memiliki gangguan hormonal di mana tubuh terlalu banyak menghasilkan androgen.

Ini biasanya merupakan hormon pria, namun tetap dapat dimiliki wanita dalam jumlah kecil, sama seperti insulin. Ketidakseimbangan hormon ini dapat mengganggu sinyal yang dikirim dari kelenjar pituitari untuk mengarahkan ovarium menghasilkan telur.

Saat telur tidak dilepaskan, ovulasi tidak terjadi dan akhirnya PCOS mengganggu program hamil. Meski demikian, dalam beberapa kasus, wanita dengan kondisi PCOS tetap dapat mengalami kehamilan dan cukup membahayakan.

Menurut National Institutes of Health, wanita hamil yang mengidap PCOS berisiko mengalami komplikasi, seperti tiga kali lebih mungkin mengalami keguguran, diabetes, preeclampsia, kelahiran prematur, hingga kelahiran dengan operasi caesar.

Baca Juga: Telat Datang Bulan? Waspadai PCOS!

Gejala PCOS

2 Gejala PCOS.jpg

Foto: todaysparent.com

Beberapa gejala penyakit PCOS mengganggu program hamil cukup ringan, sehingga dalam banyak kasus, wanita tidak menyadari ada yang salah dengan tubuhnya (mengidap penyakit PCOS).

Gejalanya antara lain: pertumbuhan jerawat hingga bulu tubuh yang berlebihan. Namun gejala paling mudah untuk mengenali penyakit PCOS mengganggu program hamil adalah jadwal menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Dalam beberapa kasus, menstruasi hanya berlangsung sekali dalam beberapa bulan, bahkan sekali dalam enam bulan. Alasan dari tidak teraturnya jadwal menstruasi ini adalah karena Moms tidak berovulasi secara teratur.

Beberapa wanita yang belum berpikir tentang kehamilan, mungkin akan berpikir bahwa ketidakteraturan jadwal menstruasi adalah isu ringan (bahkan mungkin lebih menyenangkan, karena tidak perlu merasakan nyeri menstruasi yang mengganggu), namun sebenarnya hal ini juga dapat membahayakan.

“Semakin lama wanita tidak mendapatkan menstruasi, sel akan tumbuh tak terkendali dan bisa menjadi kanker,” ungkap Kepala Kebidanan dan Ginekologi di University of Southern California’s Keck School of Medicine, Jenny M. Jaque, MD, seperti dikutip dari health.com.

Baca Juga: Kisah Tya Ariestya Mengidap PCOS dan Perjuangannya Memiliki Anak Lewat Program Bayi Tabung

Solusi PCOS Mengganggu Program Hamil

3 Solusi PCOS Mengganggu Program Hamil.jpg

Foto: health.com

Penyakit PCOS mengganggu program hamil telah banyak dikaitkan dengan masalah kelebihan berat badan.

dr. Gita menyampaikan, bahwa penderita PCOS mempunyai peluang besar untuk hamil. Namun perlu diawali dengan modifikasi gaya hidup, seperti melakukan diet sehat dan melakukan aktivitas fisik atau berolahraga untuk menurunkan berat badan..

Penurunan berat badan ini akan memberi dampak positif pada fungsi ovulasi, peningkatan kemungkinan pembuahan, kehamilan yang lebih aman bagi Moms dan bayi, serta respon yang lebih baik terhadap obat kesuburan.

"Bila Moms mempunyai masalah dengan berat badan, sebaiknya turunkan berat badan sebanyak 5-10%. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Moms akan membantu memberikan obat-obatan kesuburan," ujar. dr. Gita.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa hanya dengan mengurangi 5% berat badan, seorang wanita dapat mengembalikan siklus menstruasi menjadi lebih rutin dan berovulasi dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Cara mengatasi PCOS, Masalah Hormon yang Membuat Sulit Hamil

Jika ovulasi masih tidak teratur, obat tambahan dapat diresepkan. Misalnya metformin yang dapat membantu tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Sehingga dapat membuat ovulasi lebih teratur.

Artikel Terkait