BAYI
27 September 2019

Mengenal Pediatrik Hidronefrosis: Pembengkakan Ginjal Akibat Penumpukan Urin Pada Bayi

Sekitar setengah dari kasus pembengkakan ginjal pada bayi ini sembuh dengan sendirinya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Hidronefrosis adalah kondisi di mana ginjal melebar secara abnormal karena terlalu penuh dengan urin. Ini dapat menyerang bayi hingga orang dewasa.

Penyebabnya sendiri cukup beragam, banyak di antaranya tidak menyebabkan kerusakan pada ginjal, tetapi dalam beberapa kasus hidrofenosis dapat dikaitkan dengan fungsi ginjal yang buruk.

Hidrofenosis dapat menyerang satu ginjal (unilateral) atau keduanya (bilateral), dan sekitar setengah dari kasus pembengkakan ginjal pada bayi ini sembuh dengan sendirinya.

Baca Juga: Pantau Kesehatan Bayi dengan Mengenali Warna Kotorannya

Apa Saja Penyebab Hidrofenosis pada Bayi?

Pediatrik Hidronefrosis Pembengkakan Ginjal Akibat Penumpukan Urin Pada Bayi 1.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Dalam laman situs kesehatan Children’s National disebutkan bahwa pembengkakan ginjal pada bayi (hidrofenosis) dapat disebabkan oleh penyumbatan di beberapa bagian saluran kemih atau karena aliran balik urin yang abnormal dari kandung kemih (refluks urin).

Hidrofenosis pada bayi juga dapat disebabkan oleh perkembangan atau pembentukan ginjal yang abnormal dengan tidak adanya penyumbatan atau refluks. Ada pula beberapa penyebab genetik hidrofenosis dan dapat terjadi dengan kondisi lain pada bayi.

Ada tiga kategori utama hidrofenosis, yaitu:

  1. Refluks vesikoureteral adalah ketika urin tidak mengalir dengan baik dari ginjal ke kandung kemih, tetapi sebaliknya secara abnormal kembali ke dalam ureter (saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih).
  2. Blockage/ obstruksi yang terjadi di empat tempat:
  • Di mana ginjal bertemu dengan ureter (ureteropelvic junction - UPJ).
  • Di mana ureter bertemu dengan kandung kemih (ureterovesical junction - UVJ).
  • Di dalam uretra, pada bayi laki-laki (uretra posterior valves - PUV).
  • Kelekatan ureter yang tidak benar ke kandung kemih (ureter ektopik atau ureterokel).

3 Hidrofenosis idiopatik yang tidak memiliki penyebab yang jelas dan biasanya sembuh sendiri sebelum atau setelah kelahiran.

Apa Saja Gejala Hidrofenosis pada Bayi?

shutterstock_492641662 (1).jpg

Foto: Shutterstock

“Hidrofenosis pada bayi baru lahir umumnya tidak menunjukkan gejala. Diagnosis biasanya dilakukan selama masa kehamilan melalui USG," ujar Irene McAleer, ahli urologi pediatrik, seperti dikutip dari saluran YouTube CHOC Children’s.

Menurut McAleer, hidrofenosis dapat menunjukkan gejala jika bayi mengalami infeksi saluran kemih atau obstruksi dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Urin yang keluar mungkin sedikit, tetapi umumnya itu bukanlah salah satu gejalanya.

Bayi yang lebih besar biasanya juga tidak menunjukkan gejala dan kondisinya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi.

Jika pembengkakan ginjal pada bayi cenderung parah, mereka mungkin mengalami satu atau lebih dari gejala berikut:

  • Nyeri perut dengan mual dan/atau muntah, terutama setelah asupan cairan dalam jumlah besar.
  • Sakit panggul (sedikit di atas tulang panggul, agak ke belakang).
  • Hematuria (urin berdarah).
  • Infeksi saluran kemih.

Baca Juga: Cara Mencegah dan Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Bagaimana pengobatan untuk hidrofenosis pada bayi?

Pediatrik Hidronefrosis Pembengkakan Ginjal Akibat Penumpukan Urin Pada Bayi 3.jpg

Foto: storkandstorm.com

Jika hidrofenosis didiagnosis sebelum kelahiran dan tidak parah, Medical News Today menyebutkan bahwa biasanya kondisi tersebut akan sembuh sendiri tanpa perlu pengobatan.

Dalam beberapa minggu pertama setelah kelahiran, bayi mungkin perlu menjalani beberapa tes untuk memastikan tidak ada masalah lebih lanjut.

Karena pembengkakan ginjal pada bayi lebih mungkin memicu ISK, bayi perlu diberikan antibiotik untuk mengurangi risiko terkena infeksi saluran kemih.

Bayi dengan hidrofenosis berat biasanya perlu dioperasi. Pada beberapa kasus, saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih dapat tersumbat. Biasanya dilakukan operasi yang disebut pieloplasti untuk menanganinya.

Pieloplasti merupakan perawatan bedah paling umum pada bayi yang dilakukan dengan anestesi umum. Di mana bagian dari ureter yang terseumbat akan dikeluarkan dan kedua ujungnya digabungkan.

Jadi, pembengkakan ginjal pada bayi ini dapat diketahui sejak kehamilan ya, Moms. Sudahkah Moms melakukan tes pada Si Kecil untuk mengetahui kondisi kesehatannya?

(RGW)

Artikel Terkait