KESEHATAN
26 Oktober 2019

Mengenal Penyakit CIPA yang Membuat Penderitanya Tidak Merasakan Sakit

Tubuh hilang kemampuan untuk rasakan sakit, bagaimana bisa?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Mungkin setiap orang pernah merasakan sakit pada tubuhnya. Entah merasa nyeri, terasa terbakar, kepala terasa pusing, atau yang lainnya.

Ya, sakit menjadi alarm atau penanda bagi kita bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja.

Ia memberikan sinyal kepada kita untuk lebih peduli atau mulai mengobati rasa sakit tersebut.

Namun, dalam beberapa kasus di dunia, ada tubuh yang tidak bisa merasakan sakit. Baik itu dipukul, ditendang, atau terkena goresan pisau, tubuh ini tak merasakan sakit.

Tubuh yang tak bisa merasakan sakit ini merupakan penyakit CIPA atau Congenital Insensitivity to Pain with Anhydrosis.

Pengertian Penyakit CIPA

Mengenal CIPA penyakit berbahaya yang tak bisa rasakan sakit - pengertian cipa.jpg

Foto: thehealthy.com

Penyakit CIPA merupakan ketidakpekaan bawaan untuk rasa sakit. Saraf pengindra nyeri pada pasien ini tidak terhubung dengan benar di bagian otak yang menerima pesan rasa sakit.

Penyakit CIPA sangat berbahaya dan dalam kebanyakan kasus pasien tidak hidup di atas usia 25 tahun.

Meskipun beberapa dari mereka dapat hidup dengan normal, mereka harus secara konstan memeriksa luka, memar dan kemungkinan cedera lainnya yang tidak terasa.

Dilansir dari Genetics Home Reference (GHR), web konsumen kesehatan National Library of Medicine, AS, Penyakit CIPA memiliki dua ciri khas, yakni ketidakmampuan untuk merasakan sakit dan suhu dan penurunan atau tidak adanya keringat (anhidrosis).

Gejala Penyakit CIPA

Mengenal penyakit CIPA berbahaya yang tidak bisa merasakan sakit - gejala cipa.jpg

Foto: thehealthy.com

Penyakit CIPA sudah terjadi dari lahir dan mungkin gejala belum terlihat jelas. Namun, ketika menginjak masa kanak-kanak, orang dengan penyakit CIPA kurang atau tak merasakan rasa sakit.

Perhatikan anak-anak Moms ya! Jika si kecil sangat aktif dan pernah terjatuh atau melakukan hal lain yang bisa membuat tubuh menjadi sakit, namun si kecil merasa baik-baik saja, mungkin perlu ditangani oleh tim medis.

Selain tak bisa merasakan rasa sakit, orang dengan penyakit CIPA juga memiliki kulit tebal dan kasar pada telapak tangannya, kuku jari yang cacat, bercak di kulit kepala, dan hiperaktif.

Penyebab Penyakit CIPA

Mengenal penyakit CIPA berbahaya yang tidak bisa merasakan sakit - penyebab cipa.jpg

Foto: thehealthy.com

Dikatakan oleh Heidi Moawad, MD, neurologis dari Amerika Serikat, dalam situs verywellhealth.com, penyakit CIPA adalah penyakit keturunan. Ini adalah resesif autosom, yang berarti bahwa setiap orang yang memiliki penyakit CIPA harus mewarisi gen dari kedua orang tua.

Jika hanya 1 orangtua yang memiliki gen tersebut, biasanya sang anak tak mewariskannya.

Adalah gen NTRK1 yang menyebabkan penyakit CIPA. Gen tersebut penting untuk kelangsungan hidup sel-sel saraf (neuron). Ketika NTRK1 tak berfungsi, tubuh tak bisa memberi sinyal dan akhirnya neuron mati oleh proses penghancuran diri.

Hilangnya neuron tersebutlah menyebabkan ketidakmampuan untuk merasakan rasa sakit.

Mengapa Penyakit CIPA Berbahaya?

Mengenal penyakit CIPA berbahaya yang tidak bisa merasakan sakit - mengapa cipa berbahaya.jpg

Foto: thehealthy.com

Bagi seseorang yang "normal", ketika dihadapkan dengan pasien yang tidak bisa merasakan sakit seperti melihat superhero karena tidak merasakan penderitaan.

Namun, penyakit yang satu ini justru sangat berbahaya. Karena tak bisa merasakan sakit, virus atau bakteri yang masuk ke tubuh tak akan terdeteksi dan bisa menyebabkan penyakit lain.

Apabila tak ada sinyal dari tubuh, bukan tak mungkin virus atau bakteri tersebut berkembang menjadi penyakit berbahaya.

Selain itu, orang dengan penyakit CIPA mudah "memutilasi tubuh"-nya sendiri. Jika memiliki kebiasaan menggigit kuku atau mengucek mata, ia secara tidak sadar akan melakukan hal tersebut berulang hingga berdarah dan mengakibatkan kecacatan.

Itulah penjelasan mengenai penyakit CIPA. Untuk mengetahui berbagai penyakit langka nan aneh lainnya, simak tautan berikut ini:

(SA)

Artikel Terkait