GAYA HIDUP
4 September 2019

Mengenal Penyakit Darah Tinggi, Si 'Silent Killer' tanpa Gejala

Darah tinggi pada beberapa orang dialami dengan sakit kepala, mimisan atau sesak napas
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Darah tinggi atau hipertensi adalah suatu penyakit yang tidak asing lagi. Darah tinggi dikenal sebagai "silent killer". Penyakit ini tidak memiliki gejala awal, tetapi dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan komplikasi.

Banyak orang memiliki tekanan darah tinggi, tetapi tidak mengetahuinya. Padahal darah tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung dan ginjal, serta terkait erat dengan penyakit demensia.

Tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang.

Mengutip dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, dijelaskan bahwa hingga saat ini darah tinggi masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Pengontrolan darah tinggi belum adekuat meskipun obat-obatan yang efektif sudah banyak tersedia. Banyak pasien memiliki dengan tekanan darah tidak terkontrol dan jumlahnya terus meningkat.

Benjamin Wedro , MD, FACEP, FAAEM, Profesor Klinis di Departemen Kedokteran, University of Wisconsin-Madison, mengatakan komplikasi dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau tidak dirawat dengan baik menghasilkan kerusakan kronis yang terjadi pada berbagai organ di dalam tubuh.

Komplikasi itu termasuk serangan jantung, gagal jantung kongestif, stroke, gagal ginjal, penyakit arteri perifer, dan aneurisma atau melemahnya dinding suatu arteri yang mengarah ke pembentukan kantung atau balon dinding arteri.

"Aneurisma dapat ditemukan di otak, sepanjang rute aorta yaitu arteri besar yang meninggalkan jantung, dan arteri lain di perut dan ekstremitas," katanya seperti dikutip dari emedicinehealth.com.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Darah Tinggi Saat Hamil

Mengenal Gejala dan Tanda Darah Tinggi

Tanda Diabetes

Foto: Nps.org.au

Rupanya tekanan darah tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala, itu sebabnya penyakit ini sering disebut "silent killer." Orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya tidak mengetahuinya sampai tekanan darahnya diukur.

Kadang-kadang orang dengan tekanan darah tinggi dapat mengalami komplikasi karena organ ditekan ketika terkena tekanan tinggi. Gejalanya bisa berhubungan dengan otak dan jantung.

Gejala darah tinggi yang mempengaruhi otak biasanya akan mengakibatkan:

Sementara itu, tekanan darah tinggi yang berhubungan dengan gejala sakit jantung, yaitu:

  • Sakit dada
  • Sesak napas
  • Lemas
  • Mual dan muntah

Wedro menjelaskan bahwa banyak orang tidak mencari perawatan medis sampai akhirnya mereka memiliki gejala yang timbul dari kerusakan organ yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi kronis yang berkelanjutan dan jangka panjang.

Jenis kerusakan organ yang bisa menjadi tanda menderita darah tinggi ini biasanya terlihat pada penderita tekanan darah tinggi kronis. Misalnya masalah jantung, stroke atau mini stroke (transient ischemic attack), kerusakan mata dengan kehilangan penglihatan progresif, serta penyakit arteri perifer yang menyebabkan nyeri kaki saat berjalan.

Selain itu, ada sekitar 1 persen orang yang dengan tekanan darah tinggi, tetapi tidak mencari perawatan medis. Akhirnya hal ini membuat tekanan darah tinggi yang diderita menjadi sangat parah.

Tekanan darah tinggi dinilai parah ketika memasuki suatu kondisi yang dikenal sebagai hipertensi ganas atau keadaan darurat hipertensi (hipertensi maligna).

Hipertensi maligna biasanya memerlukan intervensi darurat agar tekanan darah tinggi bisa turun dan mencegah pendarahan pada otak atau stroke. Pada hipertensi maligna, tekanan darah diastolik (angka yang lebih rendah) seringkali melebihi 120 mm Hg.

"Sangatlah penting untuk menyadari bahwa tekanan darah tinggi dapat tidak dikenali selama bertahun-tahun, tanpa menyebabkan gejala, tetapi menyebabkan kerusakan cepat pada jantung, organ lain, dan pembuluh darah," katanya menambahkan.

Baca Juga: Nyeri Perut Mendadak, Bisa Jadi Gejala Usus Buntu

Penyebab Darah Tinggi

Penyebab Diabetes

Foto: Everydayhealth.com

Makanan, obat-obatan, gaya hidup, usia, dan genetika dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi. Faktor umum lainnya yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi antara lain:

  • Diet tinggi garam, lemak, dan / atau kolesterol.
  • Kondisi kronis seperti masalah ginjal dan hormon, diabetes dan kolesterol tinggi.
  • Riwayat keluarga, terutama jika orang tua atau kerabat dekat memiliki tekanan darah tinggi
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Usia yang semakin tua
  • Kegemukan dan obesitas
  • Beberapa obat KB
  • Stress
  • Rokok dan alkohol

Mencegah Darah Tinggi

Mencegah Diabetes dengan Diet

Foto: Express.co.uk

Tekanan darah tinggi dapat dicegah atau dihindari saat Moms tahu apa sebenarnya faktor yang mungkin bisa memicu penyakit ini.

Jika tekanan darah tinggi disebabkan oleh faktor gaya hidup, maka Moms dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko seperti berusaha menurunkan berat badan, berhenti merokok, makan sehat dan kurangi garam, olahraga, kursngi alkohol dan melakukan metode relaksasi.

Namun jika tekanan darah tinggi disebabkan oleh penyakit atau obat yang diminum, berbicara dengan dokter adalah solusinya. Dokter mungkin dapat meresepkan obat yang berbeda.

Selain itu, mengobati penyakit yang diderita seperti misalnya mengendalikan diabetes, dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Tidak Disangka, Ini 5 Makanan yang Bisa jadi Obat Kolesterol

Itulah beberapa hal tentang si "silen killer" penyakit darah tinggi yang perlu Moms ketahui. Ingat, kunci untuk terhindari dari penyakit ini adalah menjalani gaya hidup sehat.

(RIE/ERN)

Artikel Terkait