KESEHATAN
29 Juli 2020

Mengenal Disfagia, Penyakit Kesulitan Menelan Makanan dan Minuman

Penyebabnya cukup bermacam-macam
placeholder

Foto: shutterstock

placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Disfagia adalah penyakit yang membuat seseorang kesulitan menelan. Sehingga orang memerlukan waktu dan upaya cukup lebih untuk menelan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Orang dengan disfagia mengalami kesulitan menelan dan bahkan mungkin mengalami rasa sakit saat menelan (odynophagia).

Beberapa orang mungkin benar-benar tidak dapat menelan atau mungkin mengalami kesulitan menelan cairan, makanan, atau air liur dengan aman.

Ketika itu terjadi, makan jadi sebuah tantangan tersendiri. Sebab, seringkali disfagia membuat kita sulit mengasup cukup kalori dan cairan untuk menyehatkan tubuh.

Sehingga, hal ini dapat menyebabkan masalah medis tambahan yang serius.

Penyakit disfagia dilansir oleh National Insitute of Deafness and Other Communications Disorder, juga bisa dikaitkan dengan nyeri. Dalam beberapa kasus, orang dengan disfagia mungkin tidak bisa menelan sama sekali.

Jika Moms makan terlalu cepat atau kurang mengunyah makanan menjadi halus, kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan menelan sesaat yang tak perlu dikhawatirkan.

Tetapi disfagia yang persisten dapat mengindikasikan kondisi medis serius dan membutuhkan perawatan medis.

Disfagia juga termasuk penyakit yang bisa terjadi pada segala usia, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Penyebab masalah menelan makanan pun sangat bervariasi, dan perawatan tergantung pada penyebabnya.

Gejala Disfagia

disfagia (kesulitan menelan) - gejala - 1.jpeg

Foto: shutterstock.com

Adapun gejala yang terkait dengan disfagia dapat meliputi:

  1. Mengalami nyeri saat menelan (odinofagia)
  2. Tidak bisa menelan
  3. Memiliki sensasi makanan tersangkut di tenggorokan atau dada atau di belakang tulang dada.
  4. Mengiler
  5. Suara serak, batuk atau tersedak saat menelan makanan
  6. Sering mulas
  7. Berat badan turun tak terduga

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Anak Tertular Flu dan Batuk?

Dampak Disfagia

Dampak Disfagia

Foto: Orami Photo Stocks

Disfagia bisa serius. Jika tidak bisa menelan, Moms mungkin tidak bisa makan cukup makanan yang bergizi agar tetap sehat atau demi mempertahankan berat badan ideal.

Selain itu, potongan makanan yang terlalu besar untuk ditelan bisa masuk ke tenggorokan dan menghalangi jalan udara.

Ketika makanan atau cairan memasuki saluran napas seseorang yang mengalami disfagia, batuk atau terselak terkadang tidak dapat menghilangkannya.

Makanan atau cairan yang tetap berada di saluran napas dapat masuk ke paru-paru dan memungkinkan bakteri berbahaya untuk tumbuh, menyebabkan infeksi paru-paru yang disebut pneumonia aspirasi.

Gangguan menelan juga dapat bisa membentuk sejenis kantung di luar kerongkongan berkat kelemahan pada dinding kerongkongan.

Kantung abnormal ini menampung makanan yang tertelan.

Saat berbaring atau tidur, seseorang dengan masalah ini dapat menarik makanan yang tidak tercerna ke tenggorokan.

Kerongkongan mungkin juga terlalu sempit, menyebabkan makanan menempel.

Makanan yang menempel ini dapat mencegah makanan lain atau bahkan cairan memasuki lambung.

Baca Juga: Benarkah Menelan Permen Karet Membahayakan Tubuh? Begini Penjelasannya

Penyebab Disfagia

disfagia (kesulitan menelan) - penyebab.jpeg

Foto: shutterstock.com

Penyebab disfagia sangat bervariasi, tetapi dilansir oleh medicalnewstoday.com, biasanya meliputi:

  1. Amyotrophic lateral sclerosis, yakni bentuk neurodegenerasi progresif yang tidak dapat disembuhkan. Jadi seiring waktu, saraf di tulang belakang dan otak semakin kehilangan fungsi.
  2. Achalasia, yakni otot esofagus bagian bawah tidak cukup rileks untuk memungkinkan makanan masuk ke lambung.
  3. Spasme difus, kondisi yang terjadi ketika otot-otot dalam kerongkongan berkontraksi dengan cara yang tidak terkoordinasi.
  4. Stroke, kondisi yang terjadi ketika sel-sel otak mati karena kekurangan oksigen sehingga aliran darah berkurang. Jika sel-sel otak yang mengendalikan menelan terpengaruh, hal itu dapat menyebabkan disfagia.
  5. Esofagitis eosinofilik, yakni peningkatan kadar eosinofil (sejenis sel darah putih) di esofagus. Eosinofil ini tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol dan menyerang sistem pencernaan, sehingga menyebabkan muntah dan kesulitan menelan makanan.
  6. Multiple sclerosis, kondisi yang terjadi ketika sistem saraf pusat diserang oleh sistem kekebalan tubuh, menghancurkan myelin, yang biasanya melindungi saraf.
  7. Penyakit Parkinson dan sindrom Parkinsonisme, yakni penyakit kelainan neurologis degeneratif yang progresif dan bertahap, lalu merusak kemampuan motorik pasien.
  8. Radiasi, beberapa pasien yang menjalani terapi radiasi (radioterapi) ke daerah leher dan kepala mungkin mengalami kesulitan menelan.
  9. Scleroderma, yakni sekelompok penyakit autoimun langka di mana kulit dan jaringan ikat menjadi lebih kencang dan mengeras.
  10. Kanker kerongkongan, yakni jenis kanker di kerongkongan yang biasanya terkait dengan alkohol dan merokok, atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD).
  11. Sumbing, orang yang lahir dengan kelainan ini mungkin tidak dapat menelan dengan normal. Contohnya, bayi yang dilahirkan dengan lubang di langit-langit mulut (langit-langit mulut sumbing) tidak dapat menyusu dengan baik.
  12. Kanker kepala, leher, atau kerongkongan dapat menyebabkan masalah menelan. Kadang-kadang pengobatan untuk jenis kanker ini dapat menyebabkan disfagia.
  13. Cedera pada kepala, leher, dan dada juga dapat menyebabkan masalah menelan. Infeksi atau iritasi dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan.
  14. Demensia, kehilangan ingatan dan penurunan kognitif mungkin menyulitkan untuk mengunyah dan menelan.

Baca Juga: Sariawan Berkepanjangan: Benarkah Kanker Lidah?

Komplikasi Disfagia

disfagia (kesulitan menelan) - komplikasi.jpeg

Foto: shutterstock.com

Disfagia atau masalah kesulitan menelan kadang-kadang bisa menyebabkan masalah lebih lanjut atau komplikasi

Salah satu komplikasi yang paling umum disfagia dilansir oleh National Health Service, termasuk batuk atau tersedak, ketika makanan menyimpang dari alur sebenarnya dan menghalangi jalan napas. Kondisi ini bisa menyebabkan infeksi dada, seperti pneumonia aspirasi, yang memerlukan perawatan medis segera.

Biasanya tanda-tanda orang dengan disfagia mengalami komplikasi, seperti batuk saat makan dan minum, kesulitan bernapas dan suara basah. Jika begitu, orang ini harus dilarikan ke dokter.

Disfagia juga bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang, karena kondisi ini membuatnya kesulitan menikmati makanan dan mengikuti acara sosial.

Baca Juga: 3 Langkah Mengatasi Bayi Tersedak, Segera Lakukan!

Artikel Terkait