NEWBORN
7 September 2017

Mengenal Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

Hingga saat ini para pakar masih belum mengetahui secara pasti penyebab penyakit Kawasaki
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Penyakit Kawasaki adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah anak-anak. Gejalanya bisa parah hanya selama beberapa hari dan bisa tampak lebih mengkhawatirkan. Namun, kemudian kebanyakan anak bisa kembali ke aktivitas normal. Sebagian besar anak bisa dinyatakan sembuh dari penyakit ini tanpa masalah jangka panjang. Dokter mungkin akan memperhatikan masalah gangguan hati selama beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah perawatan.

Bisa dikatakan bahwa penyakit Kawasaki pada bayi sangat jarang ditemukan. Pasalnya, secara umum, penyakit Kawasaki ditemukan pada anak-anak dengan usia 1 hingga 2 tahun. Bahkan cukup jarang ditemukan pada anak dengan usia di atas 8 tahun. Selain itu, penyakit ini bukan merupakan penyakit menular.

Penyebab Penyakit Kawasaki

Hingga saat ini para pakar masih belum mengetahui secara pasti penyebab penyakit Kawasaki. Hanya saja, penyakit ini paling sering terjadi di akhir musim dingin dan di awal musim semi.

Gejala Penyakit Kawasaki

Gejala penyakit Kawasaki meliputi:

  1. Demam panjang, lebih dari 5 hari
  2. Mata merah
  3. Ruam
  4. Bibir bengkak dan/atau pecah-pecah
  5. Kaki dan tangan merah atau bengkak
  6. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher

Dapatkan bantuan medis dengan segera jika buah hati Mama menunjukkan gejala penyakit Kawasaki. Diagnosis dini dan pengobatan secara rutin dapat mencegah masalah jantung di masa depan.

Diagnosis Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki sulit didiagnosis karena tidak ada tes untuk itu. Dokter akan mendiagnosis penyakit Kawasaki jika diketahui:

  1. Anak mengalami demam yang berlangsung selama paling tidak 5 hari
  2. Anak memiliki sedikitnya satu dari lima gejala penyakit Kawasaki

Anak mungkin juga perlu menjalani tes laboratorium rutin. Dokter bisa jadi memeriksa adanya kemungkinan masalah jantung. Setelah kondisi anak membaik, ia masih memerlukan tindakan pemeriksaan untuk melihat masalah lainnya yang mungkin menyertai.

Pengobatan Penyakit Kawasaki

Pengobatan penyakit Kawasaki dimulai di rumah sakit. Tindakan pengobatan bisa termasuk:

  1. Pemberian obat imunoglobin (IVIG). Diberikan melalui pembuluh darah (intravena, atau IV) untuk mengurangi peradangan pembuluh darah.
  2. Pemberian aspirin untuk membantu mengurangi rasa sakit dan menurunkan demam, termasuk menurunkan risiko pembekuan darah. Terapi aspirin seringkali berlanjut di rumah. Karena adanya risiko sindrom, aspirin tidak boleh diberikan kepada anak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Jika anak terpapar atau menderita kencing manis selama mengonsumsi obat-obatan, segera konsultasikan dengan dokter. Selama pengobatan anak mungkin lelah dan rewel, tidurnya tidak nyenyak selama sekitar satu bulan. Cobalah untuk tidak membiarkan si kecil terlalu lelah. Gunakan lotion kulit untuk membantu menjaga kaki dan jarinya tetap lembap.

Jika penyakit ini menyebabkan masalah pada jantung, anak mungkin memerlukan lebih banyak perawatan dan pemeriksaan lanjutan.

Seberapa Bahaya Penyakit Kawasaki bagi Anak?

Beberapa minggu sebelum menderita penyakit Kawasaki bisa jadi anak terlihat sangat sehat. Tetapi kebanyakan anak yang menderita penyakit ini membaik dan tidak mengidap masalah jangka panjang.

Pengobatan dini sangat diperlukan untuk mengurangi dampak penyakit dan menurunkan risiko masalah jantung pada anak. Pemeriksaan lanjutan dibutuhkan karena dapat membantu Mama dan dokter memastikan bahwa penyakit ini tidak menyebabkan masalah jantung pada si kecil.

Sebab, beberapa anak mengalami kerusakan pada jaringan koronernya setelah mengidap penyakit Kawasaki. Pembuluh arteri anak bisa jadi membesar hingga pada tahap aneurysm atau arteri malah menyempit dan anak berisiko mengalami pembekuan darah. Seorang anak yang sudah mengalami kerusakan arteri koroner cenderung mengalami serangan jantung saat dewasa.

Baca juga: Kenali Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

(RGW)

Artikel Terkait