BALITA DAN ANAK
31 Mei 2020

Mengenal Penyebab dan Cara Menangani Neuropati Perifer pada Anak

Jangan biarkan bila Si Kecil mengalami cedera di kaki
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Neuropati perifer pada anak terjadi ketika ada masalah dengan sistem saraf perifer, yakni jaringan saraf yang mengirimkan informasi dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) ke seluruh tubuh.

Kenali gejala, penyebab, serta cara menangani dan merawat anak yang mengalami neuropati perifer sebagai berikut.

Gejala Neuropati Perifer pada Anak

Gejala Neuropati Perifer pada Anak.jpg

Foto: Gerd Altmann from Pixabay

Gejala neuropati perifer bervariasi, tergantung saraf apa yang terkena. Si Kecil bisa mengalami:

  • Nyeri, rasa terbakar, atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Kram otot atau otot berkedut
  • Mati rasa atau kehilangan sensasi di lengan dan tungkai

Baca Juga: 4 Treatment Tradisional Untuk Neuropati

Penyebab Neuropati Perifer

Penyebab Neuropati Perifer.jpg

Foto: PublicDomainPictures from Pixabay

  • Keturunan
  • Cedera, misalnya trauma atau cedera jaringan
  • Penyakit, misalnya masalah ginjal, ketidakseimbangan hormon, diabetes, herpes zoster
  • Terekspos toksin
  • Gizi buruk
  • Tekanan pada saraf yang berlangsung lama, misalnya duduk di kursi roda atau berbaring di tempat tidur dalam waktu lama

Baca Juga: Mengenal Neuropati: Klasifikasi, Penyebab, dan Gejalanya

Penanganan Neuropati Perifer pada Anak

Penanganan Neuropati Perifer pada Anak.jpg

Foto: Anna Shvets from Pexels

Biasanya neuropati perifer tidak dapat disembuhkan, tapi Moms bisa melakukan banyak hal untuk mencegahnya memburuk.

Penanganan neuropati perifer tergantung penyebabnya. Neuropati yang disebabkan oleh penyakit tertentu bisa membaik dengan menangani kondisi yang mendasarinya dulu, seperti diabetes atau penyakit imunitas.

Situs web Children’s Health menulis cara-cara mengatasi nyeri neuropati perifer pada anak sebagai berikut:

  • Pereda nyeri yang dijual bebas maupun diresepkan dokter
  • Obat antikejang atau antidepresan yang dapat meredakan nyeri neuropatik
  • Krim atau koyo
  • Terapi fisik
  • Terapi okupasi
  • Terapi desensitisasi
  • Olahraga
  • Konseling psikologis
  • Stimulasi saraf elektroda
  • Perubahan gaya hidup seperti penurunan berat badan atau modifikasi aktivitas
  • Terapi pijat
  • Akupunktur
  • Blok saraf
  • Bedah

Baca Juga: Penderita Neuropati Wajib Hindari 4 Jenis Makanan Ini

Perawatan Neuropati Perifer di Rumah

Perawatan Neuropati Perifer di Rumah.jpg

Foto: Valeria Ushakova from Pexels

Pola makan yang sehat dan olahraga teratur bisa membantu mengurangi nyeri dan gejala terkait neuropati perifer.

Jangan biarkan cedera begitu saja. Cermatlah dalam merawat kaki Si Kecil dan mengatasi lukanya untuk menghindari komplikasi seperti amputasi.

Dalam beberapa kasus, alat penyangga tangan dan kaki bisa membantu otot yang lemah. Ortotik (sepatu atau alas dalam sepatu) bisa membantu Si Kecil berjalan dengan lebih baik.

Menurut situs web Children’s Hospital St. Louis, teknik relaksasi seperti yoga juga bisa meredakan gejala emosional dan fisik.

Baca Juga: Perlu Diwaspadai, Ini 4 Jenis Penyakit Neuropati yang Umum Terjadi

Nyeri saraf yang terus menerus dari neuropati perifer bisa mereda sendiri. Namun nyeri bisa mengganggu kualitas hidup Si Kecil serta memengaruhi pergerakan dan nafsu makannya. Karena itu, bantulah redakan gejala-gejala neuropati perifer pada anak dengan cara-cara di atas.

Artikel Terkait