NEWBORN
15 Agustus 2019

Mengenal Pertusis Alias Batuk Rejan yang Membahayakan Nyawa Bayi

Dengan pemberian vaksin yang tepat, penyakit ini bisa dicegah, Moms.
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Dina Vionetta

Mendengar bayi batuk sebenarnya adalah hal yang umum terjadi, namun tetap saja dapat membuat Moms khawatir. Apalagi jika bayi batuk tak kunjung sembuh dan bahkan menjadi memburuk.

Hati-hati, Moms. Tanpa penanganan sedini mungkin dan perawatan yang tepat, batuk bayi yang awalnya terlihat biasa, bisa berubah menjadi batuk rejan atau pertusis.

Baca Juga : Mengenal Batuk 100 Hari yang Rentan Menyerang Bayi di Bawah 6 Bulan

Mengenal Pertusis Atau Batuk Rejan

Foto: pixabay.com

Batuk rejan atau pertusis adalah infeksi pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella Pertussis.

Penyakit yang menular lewat udara ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa.

“Sebagian besar penyakit dan komplikasi pertusis terjadi pada anak yang masih sangat muda, yang belum divaksinasi atau belum menyelsaikan vaksinasi mereka,” ungkap Harry Keyserling, MD, profesor penyakit menular anak di Universitas Emory di Atlanta dan juru bicara American Academy of Pediatrics, seperti dikutip dari webmd.com.

Tidak hanya lebih rentan menyerang bayi, anak mulai usia 11-18 tahun juga rentan mengidap batuk rejan karena kekebalan imunisasinya mulai memudar.

Gejala Batuk Rejan

Foto: istockphoto – straitstimes.com

Gejala awal batuk rejan atau pertusis adalah sama seperti gejala ringan batuk biasa. Gejala juga disertai dengan pilek, demam, hidung tersumbat dan berlendir.

Secara bertahap, batuk akan semakin parah. “Saat infeksinya mulai terjadi, penderita akan mengalami batuk secara tidak terkontrol, yaitu batuk terus menerus disertai dengan kesulitan bernapas.

Jika setelah itu, penderita menarik napas dalam-dalam dan berbunyi, maka itulah gejalanya,” ungkap Dr. Ephraim Aziagba, Kepala Direktur Medis di sebuah rumah sakit swasta di Lagos, seperti dikutip dari punchng.com.

Pada anak dan bayi, gejala batuknya belum tentu tidak terkontrol atau terlihat biasa saja dan tidak diakhiri dengan bunyi di akhir.

Namun wajah bayi batuk rejan bisa berubah menjadi biru atau merah, karena berhenti bernapas. Inilah sebabnya, batuk rejan atau pertusis adalah penyakit yang berbahaya pada bayi.

Baca Juga : 3 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi

Penanganan Batuk Rejan

Foto: youngparents.com.sg

Saat anak atau bayi batuk mulai menunjukkan gejala pertusis, maka Moms perlu membawa Si Kecil ke dokter.

Pengobatan untuk meredakan batuk rejan atau pertusis adalah dengan antibiotik untuk membunuh bakteri bordetella pertussis.

Saat bayi batuk terus menerus, mulut Si Kecil juga rentan kering dan tidak jarang disertai dengan muntah usai batuk.

Untuk itu, pemberian air minum yang banyak juga perlu diperhatikan, agar Si Kecil terhindar dari dehidrasi yang rentan menyebabkan komplikasi penyakit lainnya.

Tidak lupa, pemberian vaksinasi yang dapat mencegah penyakit batuk rejan atau pertusis adalah hal yang penting, Moms.

“Bordetella pertussis dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi DPT (Diphteria, Pertussis, dan Tetanus),” tambah Dr. Ephraim Aziagba.

Yuk, saatnya cek buku imunisasi Si Kecil dan mengecek apakah Si Kecil sudah mendapatkan vaksinasi DPT yang akan mengurangi risikonya terkena batuk rejan atau pertusis.

(GS/CAR)

Artikel Terkait