PERNIKAHAN & SEKS
16 September 2020

Mengenal Pillow Talk dan Manfaatnya dalam Hubungan

Cari tahu manfaatnya yuk, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah Moms pernah melihat pasangan sendiri dan merasa ada jarak, baik secara fisik maupun emosional?

Kita semua tahu bahwa membangun koneksi membutuhkan waktu dan usaha. Ini juga membutuhkan kemauan untuk saling terbuka dan saling menerima kritik satu sama lain.

Dengan hidup Moms yang mungkin penuh dengan daftar hal-hal yang harus dilakukan, tugas pekerjaan di kantor, dan tanggung jawab keluarga yang tak ada habisnya, Moms mungkin bertanya-tanya bagaimana kita seharusnya menyisihkan waktu dalam jadwal untuk memiliki quality time dengan pasangan? Jawabannya adalah melalui pillow talk!

Apa itu pillow talk? Yuk kita kenali lebih lanjut, Moms.

Baca Juga: 5 Posisi Seks Nyaman untuk Ibu Baru Melahirkan

Apa Itu Pillow Talk?

3 Topik Pillow Talk yang Sebaiknya Dihindari Setelah Berhubungan Seks 02.jpg

Foto: the-postillon.com

Pillow talk alias membicarakan banyak hal setelah melakukan seks adalah salah satu rutinitas yang paling sering dilakukan pasangan.

Namun alih-alih ngobrol, ada juga pasangan yang lebih memilih untuk bergumul manja hingga tertidur lelap tanpa harus berbicara banyak hal.

"Pillow talk adalah percakapan yang intim, otentik, dan bebas terjadi antara dua pasangan," jelas Alisa Ruby Bash, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi.

Menurutnya jenis koneksi dan komunikasi yang aman, penuh kasih, dan tulus ini biasanya terjadi di tempat tidur atau saat berpelukan.

Ini juga dapat terjadi sebelum atau setelah berhubungan seks dengan pasangan. Tetapi sebenarnya seks tidak harus menjadi persyaratan dalam melakukan pillow talk.

Allen Wagner, spesialis dalam pasangan dan hubungan, mengatakan percakapan ini sering kali tidak melibatkan kontak mata, yang memungkinkan Moms berbicara lebih bebas, tidak menyadari isyarat nonverbal pasangan.

Salah satu alasan pillow talk berhasil adalah karena memungkinkan percakapan yang lebih mendalam tanpa sensor diri.

Bagi sebagian orang, jenis percakapan ini mungkin terjadi secara alami, tetapi bagi orang lain, mungkin lebih sulit untuk dilakukan karena tidak terbiasa mengobrol secara terbuka bersama pasangan.

Baca Juga: Kenali 5 Tanda Suami Kangen Istri, Moms Pernah Mengalaminya?

Manfaat Pillow Talk untuk Hubungan

mengenal pillow talk

Foto: healthline.com

Jika kehidupan seks Moms dan pasangan tidak begitu intim akhir-akhir ini, Moms mungkin berpikir jika pillow talk dapat membantu meningkatkan aktivitas Moms dan pasangan di ranjang. Jawabannya, yup, ini adalah hal yang benar.

"Pillow talk pada akhirnya membuat kedua pasangan merasa mereka bisa lebih bebas dan merasa lebih dekat, yang meningkatkan cinta satu sama lain serta cinta kepada diri," kata Bash.

Karena sebagian besar pillow talk terjadi saat kita tengah berbaring, sedang relaksasi, dan berpelukan dengan pasangan, merupakan hal yang umum untuk merasakan peningkatan dalam hormon oksitosin, hormon kebahagiaan sekaligus hormon peningkat cinta antar pasangan.

Hormon ini secara alami membantu dua orang merasa lebih dekat dan terhubung dan membantu menumbuhkan perasaan jatuh cinta.

Pada akhirnya, pillow talk sebenarnya membantu para pasangan untuk lebih menstabilkan hubungan.

Cara ini bisa menjadi jembatan antara seks dan kasih sayang, karena hubungan emosional kita pada akhirnya yang membuat pasangan tetap bersama dan merasa saling mencintai.

Baca Juga: Hati-hati! 5 Kebiasaan Tak Terduga Ini Bisa Menurunkan Gairah Seksual

Tapi bukan hanya pillow talk sebelum berhubungan seks yang meningkatkan hubungan ya Moms, apa yang kita lakukan dan katakan setelah itu juga penting, jika tidak lebih.

Faktanya, sebuah penelitian dalam U.S. National Library of Medicine menunjukkan bahwa meringkuk, berbicara, dan gerakan kecil seperti membelai pasangan, semuanya berkontribusi pada hubungan seks yang lebih baik dan peringkat kepuasan hubungan yang lebih tinggi.

Topik Pillow Talk yang Sebaiknya Dihindari

3 Topik Pillow Talk yang Sebaiknya Dihindari Setelah Berhubungan Seks 01.jpg

Foto: stayathomemum.com.au

Namun ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan dalam topik pillow talk.

Termasuk topik pillow talk yang tidak boleh dibicarakan setelah berhubungan seks agar sesi pendinginan setelah seks tidak rusak hanya karena salah satu membicarakan hal yang menyinggung perasaan pasangannya.

Lantas apa saja yang sebaiknya tidak boleh dibicarakan dalam pillow talk setelah berhubungan seks?

1. Mengkritik Performa Pasangan

Menurut terapis seks Eliza Boquin, founder dari The Flow & Ease Healing Center, perasaan manusia akan menjadi rapuh dan sensitif saat dan setelah melakukan seks.

Inilah sebabnya kita perlu menghindari topik pillow talk tertentu yang bisa melukai pasangan secara emosional dan membuatnya rendah diri.

Kecuali jika kritikan itu jujur dan tujuannya membantu atau jika pasangan memang meminta saran, sebaiknya hindari untuk mengkritik performa pasangan saat melakukan seks.

Kritikan yang tidak bermanfaat akan membuat pasangan rendah diri dan akan membuat kepercayaan diri mereka turun drastis.

Hindari juga mengkritik anggota tubuhnya yang tidak kita sukai, karena akan semakin merusak kepercayaan dirinya.

Toh kita semua punya kekurangan masing-masing, apa salahnya menerima kekurangan pasangan sama seperti pasangan menerima setiap inci kekurangan dari tubuh kita sendiri?

Baca Juga: Perlukah Buang Air Kecil Sebelum dan Setelah Berhubungan Seks?

2. Mengungkit Permasalahan

Masalah rumah tangga, masalah mertua, masalah finansial, dan masalah lainnya sebaiknya dihindari untuk dibicarakan saat pillow talk setelah berhubungan seks.

Selain akan merusak suasana hati pasangan, masalah-masalah seperti ini memang tidak seharusnya dibahas di tempat tidur.

Ada waktu dan tempat tersendiri yang memang sudah harus dibahas sebelumnya dan disepakati bersama.

Akan tidak lucu jika tiba-tiba membicarakan mertua yang bermasalah sementara baru beberapa menit yang lalu Moms & Dads melakukan aktivitas seks yang luar biasa.

Nikmati waktu bersama pasangan sebaik mungkin, terlebih setelah melakukan seks.

Sesi pendinginan setelah berhubungan seks ini bisa dimanfaatkan dengan pembicaraan ringan seperti nostalgia awal-awal pertemuan Moms & Dads dulu.

3. Meminta Sesuatu

Topik pillow talk ini bisa membuat suami merasa dimanfaatkan dan dimanipulasi.

Suami bisa menganggap bahwa kita melakukan hubungan seks hanya karena menginginkan sesuatu.

Dan kita sebenarnya tak ingin membicarakan hal-hal serius setelah seks, bukan?

Baca Juga: Pantaskah Membicarakan Aktivitas Seks Pasutri pada Sahabat? Pahami Batasannya!

Tips untuk Memulai Pillow Talk

memulai pillow talk dengan pasangan

Foto: thehealthy.com

Untuk memulai pillow talk, dikatakan bahwa pasangan terkadang perlu merencanakan beberapa hal terlebih dahulu sebelumnya.

“Sebagai konselor pasangan, saya sering menyarankan percakapan terencana selama 10 menit, di mana Moms dan pasangan tidak dapat membicarakan masalah dengan hubungan, pekerjaan masing-masing, teman (atau hubungan mereka), anak-anak, anggota keluarga lainnya, politik, media sosial, dan sebagainya, ”jelas Wagner.

Dia melihat ini sebagai waktu untuk kembali kepada sosok kita yang dulu dan mencari tahu apa yang mengubah kita, apa yang mengganggu kita, dan apa yang kita cita-citakan sebagai pasangan.

Baca Juga: Tinggal Serumah dengan Mertua, Akali Seks dengan 5 Trik Ini

Meskipun keintiman bisa jadi menakutkan bagi sebagian orang, terutama pada tahap awal suatu hubungan, ini adalah cara terpenting untuk menjaga hubungan untuk berlangsung harmonis dalam jangka panjang.

Beberapa cara untuk membantu kita melakukan pillow talk adalah:

Selain itu, mengungkapkan rasa tidak aman kita sendiri bisa menjadi cara yang bagus untuk memulai juga.

Nah, itulah hal-hal harus Moms dan pasangan perhatikan dalam melakukan pillow talk setelah berhubungan seks. Lebih mengerti akan perasaan Dads, ya, Moms.

Artikel Terkait